10 Klub Sepak Bola Berpenghasilan Terbesar di Dunia: MU Terjun Bebas ke Peringkat 8, Terburuk dalam 29 Tahun

Pendapatan Naik, Posisi Manchester United Justru Merosot di Daftar Klub Terkaya Dunia

SportsBook.co.id, Medan – Situasi Manchester United tengah berada dalam fase kurang menguntungkan, bukan hanya dari sisi performa di lapangan, tetapi juga dari aspek finansial klub. Indikator terbarunya terlihat dari posisi Setan Merah dalam daftar klub sepak bola dengan pendapatan terbesar di dunia.

Berdasarkan laporan terbaru, Manchester United kini turun ke peringkat kedelapan klub terkaya secara global. Posisi ini merosot tajam dibandingkan tahun sebelumnya, ketika klub asal Old Trafford tersebut masih bercokol di urutan keempat.

Ironisnya, penurunan peringkat itu terjadi di tengah kenaikan pendapatan klub sebesar £40 juta. Di bawah kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe dan INEOS, MU justru mencatat posisi terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan mereka dalam klasemen pendapatan dunia versi Deloitte.

Lebih menyakitkan lagi, posisi Manchester United kini berada di bawah Liverpool, rival tradisional mereka. The Reds sukses menjadi klub Inggris dengan pendapatan terbesar saat ini, sekaligus satu-satunya wakil Premier League yang mampu menembus lima besar dunia.

Laporan yang dikutip dari The Sun pada Kamis (22/1/2026) menyebutkan bahwa data tersebut disusun oleh firma keuangan Deloitte. Dalam laporan itu, MU juga tertinggal dari Manchester City dan Arsenal, sehingga hanya menempati posisi keempat klub terkaya di Liga Inggris.

Secara keseluruhan, pemasukan Manchester United dari tiket pertandingan, hak siar, serta kerja sama komersial memang mengalami kenaikan, dari £653 juta pada musim 2023/2024 menjadi £692 juta pada musim berikutnya.

Namun, hasil akhir di kompetisi domestik memberikan dampak signifikan. Finis di peringkat ke-15 Premier League menyebabkan pendapatan hak siar MU turun sekitar £45 juta. Absennya mereka dari Liga Champions turut memangkas pemasukan, yang hanya sedikit tertutupi oleh perjalanan hingga partai final Liga Europa.

Dalam satu dekade terakhir, Manchester United sempat mendominasi sebagai klub dengan pendapatan tertinggi di dunia hingga 10 kali. Akan tetapi, persaingan yang semakin ketat membuat banyak klub domestik maupun Eropa kini mampu melampaui pemasukan mereka.

Kondisi ini menandai momen bersejarah yang kurang menggembirakan bagi MU, karena untuk pertama kalinya dalam 29 tahun sejarah Deloitte Money League, klub tersebut terlempar dari jajaran lima besar.

Situasi finansial MU diperkirakan akan semakin tertekan. Musim ini, mereka hanya memainkan 20 pertandingan kandang, setelah tersingkir cepat dari dua kompetisi piala domestik dan gagal tampil di ajang Eropa. Akibatnya, klub diproyeksikan kehilangan potensi pendapatan hingga £85 juta, seiring berkurangnya laga di Old Trafford dan nihilnya pemasukan dari kompetisi kontinental.

Pakar keuangan olahraga Deloitte, Tim Bridge, menilai Manchester United dulu merupakan pionir dalam hal pendapatan hari pertandingan dan komersial.

“Jika kita melihat ke belakang 10 hingga 15 tahun lalu, pendapatan matchday Manchester United menjadi standar industri,” ujar Bridge.

Ia menambahkan bahwa kekuatan komersial MU sebelumnya menjadi acuan banyak klub dalam membangun strategi bisnis, meski kondisi tersebut kini mulai bergeser.

Meski demikian, Bridge menilai peluang kebangkitan tetap terbuka. Menurutnya, Manchester United masih menjadi salah satu merek sepak bola global terkuat di dunia.

“Namun untuk memaksimalkan potensi tersebut, dibutuhkan fasilitas dan pendekatan yang tepat. Klub perlu meninjau ulang cara berinteraksi dengan suporter serta membangun hubungan jangka panjang yang lebih modern,” lanjutnya.

Sementara itu, Liverpool mencatat lonjakan pendapatan signifikan sebesar £106 juta, sehingga total pemasukan mereka mencapai £729 juta dan menempatkan klub Merseyside itu di peringkat kelima dunia.

Manchester City juga mengalami sedikit penurunan, dengan pendapatan menyusut sekitar £7 juta menjadi £723 juta. Klub Etihad tersebut turun dari posisi kedua ke peringkat keenam setelah hanya finis ketiga di Premier League dan tersingkir di babak 16 besar Liga Champions musim lalu.

Arsenal justru mencatat kemajuan pesat. The Gunners melompat dari peringkat ke-10 ke posisi ketujuh, dengan kenaikan pendapatan hampir 15 persen menjadi £717 juta. Keberhasilan melaju ke semifinal Liga Champions memberi kontribusi besar, termasuk hadiah UEFA senilai sekitar £99 juta.

Dalam daftar tersebut, Liverpool menjadi satu-satunya wakil Premier League di lima besar, sementara Real Madrid memimpin sebagai klub pertama yang menembus pendapatan lebih dari £1 miliar, diikuti oleh Barcelona, Bayern Munchen, dan Paris Saint-Germain.

Data ini juga mencerminkan dampak positif dari format baru Liga Champions serta kesepakatan hak siar televisi yang mulai diberlakukan pada musim lalu.

“Prestasi di lapangan tetap menjadi faktor utama bagi klub untuk naik ke papan atas pendapatan,” tulis Tim Bridge dalam laporannya.

Ia menambahkan bahwa banyak klub merasakan manfaat dari kompetisi Eropa dan turnamen internasional yang diperluas, meski keseimbangan antara peningkatan pendapatan, kualitas permainan, dan kesejahteraan pemain harus tetap dijaga di tengah jadwal yang semakin padat.

Daftar 10 Klub dengan Pendapatan Terbesar:

Chelsea – Rp11,58 triliun

Real Madrid – Rp23,01 triliun

Barcelona – Rp19,3 triliun

Bayern Munchen – Rp17,05 triliun

Paris Saint-Germain – Rp16,58 triliun

Liverpool – Rp16,55 triliun

Manchester City – Rp16,42 triliun

Arsenal – Rp16,28 triliun

Manchester United – Rp15,71 triliun

Tottenham Hotspur – Rp15,33 triliun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *