SportsBook.co.id, Medan Stephen Curry dianggap sebagai salah satu pebasket terbesar sepanjang sejarah NBA.
Bintang Golden State Warriors ini tidak hanya mengubah gaya bermain liga, tetapi juga merevolusi konsep tembakan jarak jauh. Kemampuannya yang nyaris tak terbatas dari garis tiga angka membuat Curry menjadi ikon era “three-point” di basket profesional.
Sejak terpilih oleh Warriors pada posisi ketujuh dalam NBA Draft 2009, Curry menghadapi tantangan cedera pergelangan kaki di awal kariernya. Meski demikian, ia berhasil menjadi pemimpin yang membawa lahirnya dinasti baru bagi Golden State.
Dengan tubuh ramping dan teknik bermain presisi, Curry memimpin Warriors menembus enam final NBA dan meraih empat trofi Larry O’Brien—pencapaian yang belum pernah diraih klub tersebut sebelumnya.
Kini, pada usia 37 tahun dan memasuki musim ke-17, ia masih menjadi salah satu point guard terbaik NBA dan menjadi penggerak utama serangan Warriors di Wilayah Barat. Keahlian ball-handling, tembakan cepat, serta pergerakan tanpa bola membuatnya memecahkan berbagai rekor tiga angka dan mengubah strategi pertahanan tim lawan.
Di balik semua prestasi itu, Curry menyebut ada dua legenda NBA yang sangat memengaruhi gaya bermainnya: Steve Nash dan Reggie Miller.
Steve Nash: Inspirasi Playmaker
Steve Nash dikenal sebagai salah satu playmaker paling brilian awal abad ke-21. Pebasket asal Kanada ini bersinar bersama Phoenix Suns di bawah pelatih inovatif Mike D’Antoni dengan sistem serangan cepat “Seven Seconds or Less.”
Nash menjadi pusat permainan ofensif yang revolusioner dan dua kali meraih gelar MVP pada 2005 dan 2006. Visi bermainnya, kontrol tempo, serta kemampuan memanfaatkan pick-and-roll untuk membuka peluang bagi rekan tim menjadi inspirasi besar bagi Curry.
Dalam episode podcast “Mind the Game” milik LeBron James, yang juga dihadiri Nash, Curry mengenang pengalaman pertamanya menonton sang legenda bermain.
“Itu pertama kali saya melihatnya di lapangan. Sampai sekarang, saya masih meniru beberapa hal, seperti gerakan kaki kecil saat baris upacara lagu kebangsaan. Saya memperhatikan segalanya dari sisi lapangan,” ujar Curry.
Reggie Miller: Teladan Tembakan Jarak Jauh
Pengaruh besar lainnya datang dari Reggie Miller, legenda Indiana Pacers yang dikenal sebagai salah satu penembak tiga angka paling mematikan dalam sejarah NBA. Miller menghabiskan seluruh 18 tahun kariernya di Pacers, lima kali menjadi All-Star, dan tiga kali masuk daftar All-NBA.
Miller terkenal karena ketenangan di momen krusial dan persaingannya yang ikonik dengan tim-tim besar pada era 1990-an, seperti New York Knicks dan Chicago Bulls. Saat pensiun pada 2005, ia memegang rekor pencetak tiga angka terbanyak, sebelum akhirnya dipecahkan Ray Allen, dan kini digantikan oleh Curry sendiri.
Curry mengakui bahwa etos kerja, ketahanan, dan gerakan tanpa bola ala Miller membentuk gaya bermainnya. Kekagumannya terhadap Miller bahkan muncul sejak kecil.
“Saya dulu bermain sebagai shooting guard dan harus berkembang. Ada video saya saat berusia sepuluh tahun mengenakan jersey Reggie Miller karena saya sangat mengagumi daya juangnya dan cara dia bergerak tanpa bola,” kata Curry.
“Waktu itu saya belum tahu kalau hal itu nantinya akan menjadi bagian besar dari permainan saya, terutama ketika saya mulai berpikir tentang bagaimana bisa menembus liga,” tambahnya












