7 Kandidat Pelatih Pengganti Thomas Frank di Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur Pecat Thomas Frank, Bursa Pelatih Baru Dibuka

7 Kandidat Pelatih Pengganti Thomas Frank di Tottenham Hotspur
7 Kandidat Pelatih Pengganti Thomas Frank di Tottenham Hotspur

SportsBook.co.id, JakartaTottenham Hotspur kini berada di persimpangan penting setelah memutuskan hubungan dengan Thomas Frank. Manajemen klub tengah mencari pengganti yang mampu membawa The Lilywhites kembali ke papan atas Premier League. Dari nama-nama internasional hingga legenda klub, berikut tujuh kandidat potensial untuk menakhodai Spurs.

Latar Belakang Pemecatan Thomas Frank

Thomas Frank resmi diberhentikan dari posisi pelatih Tottenham Hotspur setelah delapan bulan menangani tim. Keputusan ini diambil setelah Spurs gagal tampil konsisten di Premier League 2025/2026, dan hingga pekan ke-26 klub masih tercecer di posisi ke-16, terancam degradasi.

Frank merupakan salah satu dari deretan panjang pelatih yang dipecat di liga Inggris musim ini. Meski sudah berupaya keras, ia tidak mampu membawa tim bersaing di papan atas. Kini, manajemen Tottenham berfokus mencari pelatih yang mampu menstabilkan tim secepat mungkin mengingat sisa musim yang masih panjang.

Mauricio Pochettino: Favorit Penggemar

Nama Mauricio Pochettino masih sangat melekat di hati penggemar Tottenham. Pelatih asal Argentina berusia 53 tahun ini membawa Spurs ke final Liga Champions dan meraih posisi runner-up di Premier League selama periode kepelatihannya sebelumnya.

Namun, Pochettino saat ini tengah mempersiapkan Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di kandang sendiri. Hal ini membuat kemungkinan besar ia tidak bisa langsung mengambil alih Spurs sebelum musim panas berakhir. Meski demikian, namanya tetap menjadi opsi menarik bagi jangka panjang.

Roberto De Zerbi: Pengalaman Premier League

Roberto De Zerbi baru-baru ini meninggalkan Marseille dan kini berstatus bebas kontrak. Pelatih asal Italia berusia 46 tahun ini memiliki pengalaman di Premier League saat menangani Brighton.

De Zerbi sempat menjadi pertimbangan Tottenham sebelum manajemen memilih Thomas Frank. Keahliannya dalam membangun tim dengan filosofi menyerang menjadikannya kandidat menarik yang bisa langsung disesuaikan dengan gaya bermain Spurs.

Oliver Glasner: Alternatif dari Inggris

Oliver Glasner, yang saat ini menangani Crystal Palace, juga masuk dalam daftar pertimbangan. Manajer asal Austria ini telah mengonfirmasi akan meninggalkan klub London tersebut pada akhir musim, setelah frustrasi dengan kebijakan transfer dan penolakan untuk memperpanjang kontrak.

Meskipun mengumumkan niatnya secara publik, Glasner tetap dihormati berkat pencapaiannya, termasuk membawa Palace menjuarai Piala FA. Pengalaman ini menjadikannya opsi solid bagi Spurs yang membutuhkan stabilitas dan strategi matang.

Ruben Amorim: Kandidat Bebas Transfer

Ruben Amorim adalah salah satu kandidat yang bisa langsung dihubungi Tottenham karena saat ini berstatus bebas kontrak. Pelatih Portugal ini dipecat oleh Manchester United bulan lalu setelah konflik internal dengan direktur sepak bola Jason Wilcox.

Amorim memiliki catatan positif di level domestik, termasuk mengangkat Sporting Lisbon meraih gelar Primeira Liga sebelum pindah ke Old Trafford. Kemampuannya memenangkan trofi dan membangun tim muda bisa menjadi keuntungan besar bagi Tottenham yang tengah mencari arah baru.

Enzo Maresca: Rekam Jejak Eropa

Enzo Maresca juga menjadi opsi menarik bagi manajemen Spurs. Mantan pelatih Chelsea ini meninggalkan The Blues pada awal tahun lalu setelah membawa klub menjuarai UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

Selain prestasinya di Chelsea, Maresca pernah bekerja di bawah Pep Guardiola di Manchester City. Pengalaman tersebut memberinya perspektif taktik modern yang dapat membantu Spurs bersaing baik di domestik maupun Eropa.

Robbie Keane: Legenda yang Kembali

Robbie Keane adalah nama yang pasti memicu antusiasme penggemar. Legenda klub asal Irlandia ini mencetak 122 gol dalam 306 penampilan untuk Tottenham. Saat ini ia menangani Ferencvaros di Hungaria dan telah meraih beberapa gelar, termasuk kesuksesan di Maccabi Tel Aviv.

Keane menawarkan pendekatan yang akrab dengan budaya klub dan memiliki kemampuan membangun hubungan kuat dengan para pemain. Meski ini menjadi pertimbangan sentimental, kemampuannya dalam kepelatihan profesional tetap menjadi nilai tambah.

Xavi: Rekor Manajerial Gemilang

Xavi Hernandez, mantan legenda Barcelona, menjadi kandidat yang menarik meski absen dari dunia kepelatihan lebih dari 18 bulan setelah meninggalkan Barcelona musim panas 2024.

Selama karier manajerialnya, Xavi membawa Barcelona meraih berbagai gelar LaLiga dan Supercopa de Espana. Ia juga sukses memimpin klub Qatar, Al-Sadd, meraih enam trofi. Pengalaman dan reputasinya di level tertinggi menjadikannya sosok yang mampu membawa kredibilitas dan strategi matang ke Tottenham.

Kesimpulan

Tottenham Hotspur kini menghadapi keputusan penting dalam memilih pelatih baru. Dari kandidat internasional berpengalaman seperti Pochettino, De Zerbi, dan Amorim, hingga legenda klub Robbie Keane dan pelatih berprestasi seperti Xavi dan Maresca, pilihan yang diambil akan menentukan arah klub di sisa musim dan beberapa tahun ke depan.

Manajemen Spurs harus mempertimbangkan kombinasi pengalaman, filosofi bermain, dan kemampuan membangun tim untuk memastikan The Lilywhites kembali kompetitif di Liga Inggris dan kompetisi Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *