SportsBook.co.id, Jakarta -Kiprah Marc Marquez di ajang MotoGP kembali menjadi sorotan besar. Pembalap asal Spanyol itu menunjukkan pengaruh luar biasa pada musim 2025, yang ditandai dengan keberhasilannya merebut gelar juara dunia.
Pada musim tersebut, Marquez memastikan gelar MotoGP ketujuh dalam kariernya. Ia tampil sangat dominan dengan meraih kemenangan di 11 balapan utama serta mengoleksi 14 kemenangan pada balapan sprint. Prestasi ini membuatnya sejajar dengan Valentino Rossi dan hanya terpaut satu gelar dari legenda balap Giacomo Agostini yang mengoleksi delapan titel juara dunia.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas keraguan publik terhadap kemampuannya bangkit, menyusul cedera berat yang sempat menghambat kariernya sejak 2020. Julukan The Baby Alien kembali terbukti bukan sekadar nama.
Ayah dari Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, turut mengakui besarnya pengaruh Marquez terhadap popularitas MotoGP. Menurutnya, bukan hanya prestasi di lintasan yang membuat Marquez disegani, tetapi juga kepribadiannya yang ramah dan mudah bergaul di luar balapan, sehingga mendapat respek dari para pesaingnya.
“Peran Marc Marquez dalam dunia balap motor saat ini sangat besar dan sulit dibantah. Hampir semua perhatian tertuju padanya,” ujar Chicho Lorenzo, seperti dikutip dari Crash, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan bahwa dominasi Marquez saat kembali meraih kemenangan menciptakan antusiasme luas, bahkan di kalangan orang-orang yang sebelumnya tidak mengikuti MotoGP. Kondisi tersebut dinilai membawa dampak positif bagi ajang balap motor tertinggi itu.
“Situasi ini membuat MotoGP semakin diperhitungkan secara global. Minat publik meningkat dan sponsor pun semakin banyak yang ingin terlibat,” lanjutnya.
Lebih jauh, Lorenzo menilai saat ini belum ada pembalap yang berada di level yang sama dengan Marquez. Menurutnya, pembalap asal Cervera itu memiliki gaya balap yang unik serta mental juara yang selalu mendorongnya untuk menang.
“Secara teknis, Marc sulit dibandingkan dengan pembalap lain. Ia tidak membalap dengan gaya halus dan konsisten seperti robot, seperti Dani Pedrosa atau Jorge Lorenzo. Kreativitasnya sangat tinggi dan ia selalu mampu mencatatkan catatan waktu yang luar biasa,” jelas Lorenzo.
Ia menutup pernyataannya dengan menyoroti karakter Marquez yang kerap bermain di batas kemampuan motor, sebuah pendekatan yang menurutnya justru dihindari oleh sebagian besar pembalap lain.












