SportsBook.co.id, Jakarta -Sejak berdiri pada 2014, VR46 Riders Academy terus memegang peranan penting dalam membina dan mengembangkan talenta muda Italia di dunia balap motor. Akademi yang digagas oleh Valentino Rossi ini memiliki tujuan utama mencetak pembalap berdaya saing tinggi di ajang Grand Prix. Memasuki musim 2026, VR46 menaungi sembilan rider dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, mulai dari pendatang baru hingga nama-nama mapan di level tertinggi.
Sejak awal pembentukannya, akademi ini telah melahirkan banyak pembalap sukses. Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli menjadi dua sosok pertama yang mengangkat nama VR46 di kancah MotoGP. Hingga kini, para lulusan akademi tersebut telah menyumbangkan empat gelar juara dunia dan mencatat total 81 kemenangan di berbagai kelas balap.
Cikal bakal VR46 Riders Academy berakar dari hubungan erat antara Valentino Rossi dan mendiang Marco Simoncelli. Pada 2006, Rossi mulai membuka sesi latihan bersama pembalap muda untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Gagasan tersebut berkembang hingga akhirnya pada 2014, akademi ini resmi berdiri, diawali dengan bergabungnya Franco Morbidelli serta visi Rossi untuk membentuk generasi penerus balap Italia.
Pusat kegiatan akademi berada di Tavullia, lengkap dengan Ranch yang memiliki lintasan tanah untuk latihan, area hunian, hingga fasilitas kebugaran. Lingkungan ini dirancang sebagai ekosistem pembinaan menyeluruh yang memadukan pelatihan teknis, pendampingan medis, hingga manajemen karier, guna mengawal perkembangan para pembalap sejak usia muda hingga profesional.
Francesco “Pecco” Bagnaia menjadi lulusan pertama VR46 Riders Academy yang berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP. Pembalap asal Turin yang genap berusia 29 tahun pada Januari ini merupakan hasil pembinaan langsung dari Rossi. Ia telah mengoleksi tiga gelar juara dunia, masing-masing di Moto2 musim 2018 serta MotoGP pada 2022 dan 2023.
Bagnaia kerap menegaskan besarnya peran akademi dalam perjalanan kariernya. Ia memulai kiprah bersama tim VR46 di Moto3 pada 2014, kemudian sempat membela Mahindra sebelum kembali ke struktur tim Rossi di Moto2. Dari sanalah ia berkembang hingga menjadi juara dunia, sembari terus mengakui pentingnya program latihan dan dukungan yang diberikan VR46.
Franco Morbidelli, yang lahir di Roma dan menetap di Tavullia sejak usia muda, juga termasuk generasi pertama akademi saat dibentuk. Bersama Bagnaia, Luca Marini, Andrea Migno, Nicolo Bulega, dan Romano Fenati, ia menjadi fondasi awal VR46 Riders Academy.
Setelah kehilangan ayahnya di usia 19 tahun, Morbidelli mendapat perhatian khusus dari Valentino Rossi. Sejak saat itu, hubungan keduanya terjalin sangat erat. Morbidelli kerap menyebut Rossi sebagai sosok penting yang memberinya arahan, dukungan, dan inspirasi dalam meniti karier balap.
Kini berusia 31 tahun, Morbidelli tercatat sebagai anggota akademi pertama yang meraih gelar juara dunia, yakni di Moto2 musim 2017. Ia naik ke MotoGP pada 2018 dan meraih kemenangan perdananya pada 2020. Mulai 2025, ia kembali membela tim VR46 di kelas utama.
Luca Marini, saudara tiri Valentino Rossi, juga menjadi figur penting dalam akademi. Pembalap berusia 28 tahun ini membela tim VR46 di Moto2 sejak 2018, lalu naik ke MotoGP pada 2021 dengan dukungan penuh Rossi. Meski berpisah dengan tim pada akhir 2023, Marini tetap menjadi simbol akademi. Ia pernah menjuarai Moto2 dan finis sebagai runner-up dunia pada 2020, mencicipi podium MotoGP, dan kini berstatus sebagai pembalap pabrikan Honda.
Marco Bezzecchi bergabung dengan VR46 Riders Academy pada 2015 dan menggambarkan atmosfer akademi dengan tiga kata: persahabatan, dukungan, dan motivasi. VR46 memainkan peran besar dalam menyelamatkan kariernya setelah musim sulit bersama Tech3, dengan memberinya tempat di tim Moto2. Keputusan tersebut menjadi titik balik yang mengantarkannya bersaing di papan atas dan promosi ke MotoGP.
Bezzecchi tampil impresif sebagai rookie terbaik MotoGP 2022, meraih podium, hingga mencatat kemenangan bersama tim satelit Ducati. Ia sempat menolak tawaran pindah ke Pramac pada 2024, sebelum akhirnya menerima peran sebagai pembalap pabrikan Aprilia pada 2025. Di usia 27 tahun, ia kini menjadi salah satu nama yang paling diperhitungkan di awal musim.
Celestino Vietti juga bergabung dengan akademi sejak 2015 saat berlaga di kejuaraan nasional Italia. Kariernya berlanjut ke CEV sebelum bergabung dengan tim World Grand Prix milik Rossi hingga 2022. Meski pernah meraih kemenangan di Moto3 dan Moto2, pembalap berusia 24 tahun ini belum mampu memenuhi target juara dunia, terutama karena masalah konsistensi sepanjang musim.
Sementara itu, Andrea Migno merupakan bagian dari angkatan pertama VR46 Riders Academy ketika masih berkompetisi di Moto3, setelah menimba pengalaman di Red Bull Rookies Cup dan CEV. Meski kerap dihantui nasib kurang beruntung, ia menjadi salah satu figur penting tim VR46 dalam perjalanan panjangnya di Moto3. Saat ini, Migno telah pensiun sebagai pembalap dan berperan sebagai pelatih serta analis yang membantu pengembangan rider-rider muda di akademi.












