Rapor Pemain Real Madrid vs Barcelona: Gagal Juara di Final, Rapuhnya Pertahanan Jadi Sorotan

Kesalahan di Lini Belakang Kembali Jadi Biang Kekalahan Los Blancos di Partai Puncak

Rapor Pemain Real Madrid vs Barcelona: Gagal Juara di Final, Rapuhnya Pertahanan Jadi Sorotan
Rapor Pemain Real Madrid vs Barcelona: Gagal Juara di Final, Rapuhnya Pertahanan Jadi Sorotan

SportsBook.co.id, Jakarta – Real Madrid kembali harus menelan pil pahit di partai puncak Piala Super Spanyol. Untuk kali kedua secara beruntun, Los Blancos gagal keluar sebagai juara setelah takluk 2-3 dari rival abadinya, Barcelona, dalam laga final yang berlangsung sengit dan penuh tekanan.

Pertandingan yang digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, itu menyajikan tempo tinggi sejak menit awal. Barcelona tampil lebih siap dan agresif, sementara Real Madrid terlihat kesulitan menemukan ritme permainan, terutama di sektor pertahanan yang kembali menjadi titik lemah.

Meski sempat memberikan perlawanan menjelang akhir babak pertama dan mencetak dua gol balasan, Madrid tetap gagal membalikkan keadaan. Di babak kedua, keberuntungan juga tidak berpihak kepada mereka setelah gol penentu Barcelona tercipta melalui situasi defleksi yang mengecoh Thibaut Courtois.

Kekalahan ini membuat tekanan terhadap pelatih Xabi Alonso semakin besar. Lini depan belum menunjukkan ketajaman yang konsisten, sementara koordinasi lini belakang kerap goyah ketika menghadapi tekanan cepat dari Blaugrana.

Berikut ulasan performa para pemain Real Madrid dalam laga final Piala Super Spanyol tersebut:

Kiper dan Lini Belakang

Thibaut Courtois
Penjaga gawang asal Belgia ini sejatinya tampil cukup solid. Ia tidak sepenuhnya bisa disalahkan atas tiga gol yang bersarang ke gawangnya dan masih mencatat beberapa penyelamatan krusial yang mencegah skor melebar.

Raul Asencio
Mengalami malam yang sulit. Ia gagal membaca pergerakan lawan pada gol pembuka dan kehilangan pengawalan terhadap Robert Lewandowski di gol kedua Barcelona.

Aurélien Tchouaméni
Kembali dimainkan sebagai bek tengah di fase akhir pertandingan. Sayangnya, ia tampak tidak nyaman di posisi tersebut dan beberapa kali terlambat mengantisipasi pergerakan lawan.

Dean Huijsen
Menjadi bek paling konsisten di kubu Madrid. Ia terlibat langsung dalam proses gol timnya dan relatif tenang saat menguasai bola di bawah tekanan.

Álvaro Carreras
Cukup disiplin menjaga sisi kiri pertahanan. Performanya membaik di babak kedua dan mampu meredam pergerakan Lamine Yamal dengan lebih baik.

Lini Tengah

Federico Valverde
Menjadi motor permainan dengan energi dan mobilitas tinggi. Sayangnya, ia harus ditarik keluar lebih cepat, yang membuat intensitas permainan Madrid sedikit menurun.

Eduardo Camavinga
Memberikan agresivitas lewat duel dan tekel keras. Namun, kontribusinya dalam distribusi bola dan membangun serangan masih kurang maksimal.

Jude Bellingham
Lebih banyak membantu pertahanan dibandingkan menyerang. Kerja kerasnya patut diapresiasi, tetapi pengaruhnya dalam menciptakan peluang hampir tidak terlihat.

Lini Depan

Vinícius Junior
Kembali menjadi ancaman utama. Ia mencetak gol penting yang membangkitkan semangat tim dan terus merepotkan Jules Koundé lewat kecepatan serta keberaniannya.

Gonzalo García
Tampil cukup impresif dengan satu gol dan pergerakan aktif tanpa bola. Keberadaannya membuka ruang bagi rekan-rekannya di lini depan.

Rodrygo
Beberapa kali menunjukkan kualitas tekniknya, namun terlalu sering menghilang dan gagal memberi dampak signifikan di momen-momen krusial.

Pemain Pengganti

Arda Güler
Masuk dengan harapan bisa mengendalikan tempo permainan, tetapi kesulitan menembus pertahanan Barcelona yang sudah terorganisir.

David Alaba
Memberikan tambahan pengalaman di lini belakang pada menit-menit akhir, meski tidak banyak situasi yang bisa ia pengaruhi.

Kylian Mbappé
Sempat memaksa lawan mendapatkan kartu merah, namun secara keseluruhan kontribusinya masih jauh dari harapan.

Dani Ceballos
Waktu bermain terlalu singkat untuk memberikan penilaian objektif.

Franco Mastantuono
Tidak mendapat cukup menit untuk menunjukkan kualitasnya di laga sebesar ini.

Kekalahan ini kembali menegaskan bahwa Real Madrid masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam memperbaiki organisasi pertahanan dan konsistensi permainan di laga-laga besar. Jika masalah ini tidak segera diatasi, tekanan terhadap Xabi Alonso dan skuadnya dipastikan akan terus meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *