SportsBook.co.id, Jakarta – Kebersamaan Real Madrid dengan Xabi Alonso resmi berakhir lebih cepat dari perkiraan. Manajemen Los Blancos memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan pelatih muda asal Spanyol tersebut setelah hanya tujuh bulan menukangi tim utama di Santiago Bernabeu. Kekalahan dari Barcelona pada laga final Piala Super Spanyol (Supercopa de Espana) menjadi momen krusial yang mempercepat keputusan tersebut.
Xabi Alonso datang ke Madrid dengan reputasi tinggi setelah mencatat kesuksesan impresif bersama Bayer Leverkusen. Ia dianggap sebagai simbol regenerasi kepelatihan sekaligus sosok yang memahami DNA permainan Real Madrid. Namun, harapan besar itu tidak sepenuhnya terwujud dalam waktu singkat.
Sepanjang paruh musim, permainan Los Blancos dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Konsistensi performa masih menjadi masalah, terutama dalam laga-laga besar yang menuntut efektivitas dan mental juara. Kekalahan dari Barcelona di partai final Supercopa akhirnya menjadi pemicu hilangnya kepercayaan manajemen terhadap proyek jangka pendek Alonso.
Meski hasil di beberapa kompetisi tidak sepenuhnya buruk, manajemen klub menilai performa tim belum sejalan dengan standar dan ambisi Real Madrid, baik dari segi permainan maupun hasil akhir.
Masa Singkat Xabi Alonso di Santiago Bernabeu
Xabi Alonso ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada Juni lalu untuk menggantikan Carlo Ancelotti. Penunjukan tersebut disambut antusias karena Alonso dianggap sebagai figur masa depan klub, mengingat statusnya sebagai mantan pemain yang memahami atmosfer Bernabeu dengan sangat baik.
Namun, sejak awal, Alonso langsung berada di bawah tekanan besar. Real Madrid adalah klub yang menuntut kemenangan di setiap kompetisi, tanpa ruang untuk proses panjang. Setiap hasil negatif selalu menjadi sorotan tajam, baik dari media maupun pendukung.
Di ajang Piala Dunia Antarklub, langkah Real Madrid terhenti di babak semifinal setelah gagal mengatasi lawannya. Hasil tersebut dinilai belum memenuhi ekspektasi klub yang terbiasa bersaing hingga partai puncak.
Sementara itu di La Liga, Los Blancos memang masih berada di papan atas klasemen. Mereka menempati posisi kedua dengan jarak empat poin dari Barcelona. Kendati demikian, performa tersebut dianggap belum cukup meyakinkan, terutama dalam hal konsistensi permainan.
Di kompetisi Liga Champions, posisi Real Madrid berada di peringkat ketujuh klasemen sementara fase liga dengan dua pertandingan tersisa. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di internal klub, mengingat ambisi besar Madrid untuk selalu menjadi kandidat juara di Eropa.
Pernyataan Resmi Klub dan Akhir Proyek Alonso
Keputusan pemecatan Xabi Alonso diumumkan secara resmi oleh manajemen Real Madrid pada Senin malam waktu Spanyol. Pengumuman tersebut dirilis tidak lama setelah skuad kembali ke ibu kota Spanyol usai menjalani final Supercopa.
Dalam pernyataan resminya, klub menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.
“Real Madrid C.F. mengumumkan bahwa, berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama,” demikian pernyataan resmi klub.
Manajemen juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Alonso selama menukangi tim utama. Klub mendoakan yang terbaik bagi Alonso dan stafnya dalam melanjutkan karier di babak berikutnya.
Arbeloa dan Klopp Masuk Radar, Real Madrid Siapkan Arah Baru
Kepergian Xabi Alonso otomatis membuka spekulasi luas mengenai siapa yang akan menjadi pelatih Real Madrid selanjutnya. Manajemen klub disebut menginginkan sosok yang mampu memberikan dampak instan sekaligus menjaga stabilitas ruang ganti di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Nama Alvaro Arbeloa muncul sebagai kandidat internal terkuat. Saat ini, mantan bek Real Madrid tersebut menangani tim Castilla dan dinilai memahami filosofi serta kultur klub dengan sangat baik. Opsi ini dianggap dapat mempermudah transisi dalam waktu singkat.
Selain Arbeloa, nama Jurgen Klopp kembali mencuat ke permukaan. Mantan pelatih Liverpool itu dikenal memiliki karakter kuat, pengalaman di level tertinggi, serta kemampuan membangun mental juara dalam tim. Banyak pihak menilai Klopp memiliki kapasitas untuk menghadapi tekanan besar yang selalu menyertai kursi pelatih Real Madrid.
Keputusan akhir mengenai pelatih baru akan sangat menentukan arah musim Los Blancos ke depan. Dengan masih terbukanya peluang di berbagai kompetisi, manajemen dituntut mengambil langkah cepat dan tepat.
Pemecatan Xabi Alonso sekali lagi menegaskan bahwa di Real Madrid, hasil adalah segalanya. Tidak ada toleransi panjang untuk proses, bahkan bagi figur yang sangat memahami klub sekalipun.












