Terikat Proyek Red Bull–Ford, Masa Depan Kontrak Yuki Tsunoda dengan Honda Jadi Tanda Tanya

Status Tsunoda sebagai pembalap cadangan Red Bull di era mesin baru F1 membuat Honda harus berhitung ulang soal masa depannya.

SportsBook.co.id, Jakarta -Honda masih mencermati bentuk kerja sama apa yang dapat dipertahankan dengan Yuki Tsunoda setelah sang pembalap tak lagi berstatus sebagai penggawa utama Red Bull di Formula 1. Keterikatan Red Bull dengan proyek powertrain baru bersama Ford membuat situasi pembaruan kontraknya menjadi semakin kompleks.

Tsunoda merupakan lulusan Honda Formula Dream Project (HFDP) sejak pertama kali terjun ke balap mobil formula pada 2016. Perjalanannya di jenjang junior terbilang cepat. Ia sukses merebut gelar F4 Jepang 2018 sebelum hijrah ke Eropa untuk melanjutkan karier internasional.

Pembalap asal Jepang itu sempat menjalani satu musim di Formula 3 bersama tim Jenzer, lalu naik kelas ke Formula 2 bersama Carlin. Meski tak meraih gelar juara, Tsunoda mampu menutup musim F2 dengan finis ketiga klasemen, hasil yang cukup untuk menarik perhatian tim papan atas.

Dukungan penuh Honda menjadi faktor penting dalam melesatnya karier Tsunoda. Kolaborasi Honda dengan Red Bull membawanya masuk Red Bull Junior Team pada 2019, sebelum akhirnya mendapatkan promosi ke AlphaTauri—yang kini dikenal sebagai Racing Bulls—di ajang Formula 1.

Setelah menghabiskan empat musim bersama tim berbasis di Faenza, Tsunoda mendapat promosi ke tim utama Red Bull pada April 2025. Ia menggantikan Liam Lawson yang tampil di bawah ekspektasi, namun Tsunoda sendiri kesulitan menunjukkan performa konsisten. Situasi tersebut membuat pembalap berusia 25 tahun itu akhirnya harus menerima peran sebagai pembalap cadangan untuk musim 2026.

Di sisi lain, perubahan besar terjadi menjelang regulasi mesin F1 2026. Red Bull memutuskan mengembangkan unit tenaga secara mandiri melalui kemitraan dengan Ford, sementara Honda memilih fokus sebagai pemasok mesin untuk Aston Martin.

Presiden Honda Racing Corporation, Koji Watanabe, menjelaskan bahwa Honda secara natural masih menganggap Tsunoda—bersama pembalap junior lain seperti Ayumu Iwasa—sebagai aset dan mitra Honda, mengingat keduanya merupakan produk akademi HFDP. Hal tersebut disampaikan Watanabe kepada Motorsport saat Tokyo Auto Salon.

Namun, status Tsunoda sebagai pembalap cadangan dalam proyek Red Bull–Ford dinilai bisa menimbulkan tantangan tersendiri.
“Untuk kontrak Tsunoda tahun ini, pembicaraan masih berlangsung dan belum ada keputusan final. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam negosiasi ke depan,” ujar Watanabe.

Ia menambahkan bahwa dari sudut pandang Honda, tidak ada kendala besar. Namun, sikap Red Bull—dan Ford—akan sangat menentukan.
“Semua bergantung pada bagaimana Red Bull memandang situasi ini. Ketentuan yang mereka ajukan akan menentukan sejauh mana Honda dapat memanfaatkan Tsunoda. Kemungkinan perubahan skenario itu selalu ada,” jelasnya.

Watanabe juga menegaskan bahwa pembicaraan kontrak dilakukan langsung dengan Red Bull, bukan dengan Tsunoda secara personal.

Selain itu, ia memastikan akademi pembalap Honda tidak akan terintegrasi dengan Aston Martin seperti halnya kerja sama dengan Red Bull Junior Team. Aston Martin telah memiliki program pembinaan sendiri, yang saat ini menaungi Mari Boya—yang akan naik ke Formula 2 usai finis ketiga di F3 musim lalu—serta Mathilda Paatz, pembalap anyar di ajang F1 Academy. Sementara itu, Jak Crawford telah lulus dari program akademi tim asal Inggris tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *