SportsBook.co.id, Medan Pelatih Liverpool, Arne Slot, menyatakan dirinya sepenuhnya mengerti kekecewaan yang dirasakan para pendukung setelah The Reds kembali gagal meraih kemenangan di Anfield. Situasi tersebut menjadi pola berulang sepanjang musim ini.
Suasana kurang bersahabat sempat terdengar dari sebagian tribun saat laga kontra Burnley berakhir imbang 1-1 pada Sabtu malam. Hasil itu memperpanjang catatan kurang memuaskan Liverpool saat bermain di kandang sendiri.
Bahkan, untuk pertama kalinya sejak musim 1980/81, Liverpool tidak mampu mencatat satu pun kemenangan kandang di Premier League ketika menghadapi tiga tim promosi. Sebelumnya, mereka hanya bermain imbang 1-1 melawan Sunderland dan ditahan Leeds United tanpa gol pada awal tahun.
Arne Slot menegaskan bahwa respons suporter di Anfield merupakan bentuk luapan emosi yang wajar.
“Bagi saya itu bukan siulan, melainkan ekspresi frustrasi,” ujar Slot.
“Jika Liverpool bermain imbang di kandang melawan Burnley tanpa rasa kecewa, justru itu yang aneh.”
Ia menambahkan bahwa perasaan serupa juga dirasakan oleh dirinya dan para pemain. Menurut Slot, kekecewaan tersebut mencerminkan standar tinggi yang selalu melekat pada klub.
Dari sisi performa, Liverpool sejatinya tampil dominan dan layak mengamankan tiga poin. Burnley hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran dan berhasil memaksimalkannya menjadi gol.
Data pertandingan menunjukkan betapa besarnya dominasi tuan rumah: 32 percobaan tembakan, 11 di antaranya mengarah ke gawang, 76 sentuhan di area penalti lawan, serta nilai expected goals (xG) mencapai 2,95. Sepanjang era Premier League, hanya tiga laga lain di mana Liverpool mencatatkan jumlah tembakan lebih banyak tanpa meraih kemenangan.
“Saya sepakat kami seharusnya menang,” kata Slot kepada Match of the Day.
“Dari segi penciptaan peluang, hampir tidak ada lagi yang bisa saya minta. Kami menguasai permainan, meski saya tetap ingin lebih banyak peluang tercipta.”
Ia juga menyoroti efektivitas penyelesaian akhir sebagai masalah utama. Menurutnya, Liverpool nyaris tak memberi kesempatan Burnley melakukan serangan balik, tetapi tetap gagal memaksimalkan dominasi tersebut.
Gol Florian Wirtz di babak pertama membuat Liverpool tampak berada di jalur kemenangan. Awal babak kedua pun berjalan positif, dengan atmosfer Kop yang kembali bergelora.
Intensitas permainan meningkat, pergerakan di balik lini pertahanan lawan mulai terbentuk, dan sejumlah peluang emas tercipta. Wirtz nyaris mencetak gol kedua, sementara peluang Cody Gakpo hanya bisa dihentikan tepat di garis gawang.
Namun, situasi berubah ketika Burnley secara mengejutkan menyamakan kedudukan lewat Marcus Edwards, yang langsung membungkam Anfield.
“Saya tidak mengatakan kami lengah, tetapi kami gagal membangun serangan dengan rapi dari lini belakang,” ungkap Slot.
Ia juga mengakui kegagalan Dominik Szoboszlai mengeksekusi penalti di babak pertama bisa saja mengubah alur pertandingan. Meski begitu, Slot menilai Liverpool seharusnya mampu mengamankan kemenangan jauh sebelum gol penyeimbang tercipta.
“Ini bukan kejadian pertama,” ujarnya.
“Kadang kami mencetak gol telat dan kebobolan lagi di akhir laga. Di pertandingan lain, lawan hanya punya satu atau dua peluang, tapi tetap bisa mencetak gol.”
Saat ini, Liverpool memang belum terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir. Namun, rangkaian empat hasil imbang beruntun di liga terasa mengecewakan karena sebagian besar laga tersebut seharusnya bisa dimenangkan.
Selain imbang melawan Arsenal, The Reds kehilangan poin saat menjamu Leeds dan Burnley, serta gagal mempertahankan keunggulan ketika bertandang ke Fulham meski sempat mencetak gol di menit ke-94.
Seandainya Liverpool mampu mengamankan enam poin tambahan dari laga-laga tersebut, mereka kini akan mengoleksi 42 poin, unggul jauh atas Manchester United dan hanya terpaut tipis dari Manchester City serta Aston Villa di papan atas.
“Kami terlalu sering kehilangan poin ketika seharusnya tidak,” kata Slot.
“Dan jarang sekali mendapatkan poin saat kami pantas meraih lebih sedikit. Itu sepenuhnya kesalahan kami sendiri.”
Di tengah situasi tersebut, Liverpool setidaknya mendapat angin segar dengan kembalinya Mohamed Salah dalam waktu dekat. Penyerang asal Mesir itu dijadwalkan segera kembali ke Merseyside usai membela tim nasionalnya.
Dengan agenda tandang menghadapi Marseille dan Bournemouth dalam sepekan ke depan, kehadiran Salah diharapkan bisa menjadi dorongan penting bagi Liverpool untuk kembali ke jalur kemenangan.












