LeBron James Soroti Masalah Akurasi Tembakan Lakers

LeBron James menyoroti efektivitas serangan setelah Lakers kalah enam kali dari tujuh laga terakhir.

SportsBook.co.id, Jakarta -Los Angeles Lakers kembali menelan hasil mengecewakan usai dikalahkan Portland Trail Blazers dengan skor 132-116 dalam laga yang berlangsung di Moda Center, Oregon. Hasil ini membuat Blazers unggul 2-1 atas Lakers dalam pertemuan musim ini, sekaligus memaksa tim asal California tersebut menerima kekalahan kedua secara beruntun.

Sejak awal pertandingan, Blazers tampil dominan. Lakers hanya mampu memberikan perlawanan berarti pada kuarter pembuka. Setelah sempat terjadi tujuh kali pergantian keunggulan, tuan rumah menutup kuarter pertama dengan keunggulan cukup jauh, 40-27.

Memasuki tiga kuarter selanjutnya, Blazers tak pernah kehilangan kendali permainan. Tim besutan Tiago Splitter itu bahkan sempat unggul hingga 24 poin. Efektivitas serangan menjadi kunci kemenangan Blazers, yang mencatat akurasi tembakan 52 persen dari total 86 percobaan, termasuk 16 tembakan tiga angka yang sukses bersarang.

Selain ketajaman menembak, dominasi Blazers juga terlihat dalam perebutan rebound. Mereka unggul jauh dengan perbandingan 42-27. Meski kedua tim sama-sama mencatat 15 turnover, Blazers mampu memaksimalkannya menjadi 21 poin, lebih efektif dibandingkan Lakers.

LeBron James mengaku frustrasi dengan rentetan hasil buruk yang dialami timnya sepanjang Januari. Ia menekankan pentingnya efektivitas serangan. Menurutnya, kemenangan hanya bisa diraih jika Lakers mampu memasukkan lebih banyak tembakan dibanding lawan.

Kekalahan ini menjadi yang keenam bagi Lakers dari tujuh pertandingan terakhir. Dalam periode tersebut, akurasi tembakan Lakers kerap berada di bawah 50 persen. Pada laga melawan Blazers, mereka hanya mencatatkan 42 tembakan masuk dari 85 percobaan atau sekitar 49 persen, angka yang belum cukup untuk mengamankan kemenangan.

Secara individu, LeBron mencatatkan akurasi 37 persen dengan 6 tembakan masuk dari 16 percobaan, ditambah sempurna dari garis lemparan bebas (7/7). Pemain berusia 41 tahun itu menutup laga dengan torehan 20 poin, 9 rebound, 8 assist, dan 2 blok dalam waktu bermain 32 menit. Sementara itu, Marcus Smart menjadi pencetak angka terbanyak Lakers dengan 25 poin, disusul Drew Timme yang menyumbang 21 poin dari bangku cadangan.

LeBron menegaskan bahwa tim harus memaksimalkan siapa pun pemain yang tersedia. Ia menyebut Lakers hanya bisa berusaha menjalankan permainan terbaik, baik dalam menyerang maupun bertahan, dengan skuad yang ada.

Absennya Luka Doncic turut menjadi faktor krusial bagi Lakers. Pemain asal Slovenia yang memimpin liga dengan rata-rata 33,6 poin per pertandingan itu harus menepi akibat cedera pangkal paha kiri dan telah melewatkan delapan laga musim ini. Selain Doncic, Lakers juga tidak diperkuat Deandre Ayton, Jaxson Hayes, serta Austin Reaves yang masih belum pulih.

LeBron menambahkan bahwa timnya tidak mengharapkan keringanan dari lawan. Ia menegaskan Lakers harus tetap berjuang dan menjalankan strategi sebaik mungkin, baik dalam bertahan maupun menyerang, terlepas dari keterbatasan pemain.

Hasil negatif ini membuat posisi Lakers (24-16) semakin tertekan dan kini berada di peringkat keenam klasemen, tepat di bawah Houston Rockets (24-15). Sementara itu, Blazers dengan rekor 21-22 menempati posisi kesembilan dan hanya terpaut tiga kemenangan dari Los Angeles Clippers.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *