sportsbook.co.id, Medan – Liga Champions Eropa musim 2025/2026 telah memasuki tahap krusial. Matchday ketujuh pada fase liga bakal menjadi momen penentuan bagi banyak tim papan atas, termasuk Juventus dan Benfica yang akan berhadapan di Allianz Stadium, Kamis (22/01/2026) dini hari WIB.
Laga ini dijadwalkan berlangsung pukul 03.00 WIB dan bisa disaksikan melalui layanan live streaming Vidio. Pertandingan tersebut bukan sekadar adu gengsi dua raksasa Eropa, melainkan pertarungan penting demi menjaga peluang melangkah lebih jauh di kompetisi elite antarklub benua biru.
Juventus Dihantui Sejarah Kelam
Juventus memasuki laga ini dengan kondisi yang belum sepenuhnya stabil. Pada pertandingan terakhir Serie A, armada Luciano Spalletti harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Cagliari di Unipol Domus, Minggu (18/01/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut sedikit merusak momentum positif yang sebelumnya mulai terbangun. Namun, tantangan terbesar Juventus justru terletak pada rekor pertemuan yang tidak berpihak kepada mereka.
Dari sembilan perjumpaan menghadapi Benfica di berbagai ajang, Si Nyonya Tua hanya mampu meraih satu kemenangan, sekali imbang, dan tujuh kali kalah. Satu-satunya kemenangan tersebut terjadi pada musim 1992/1993 saat Juventus menang 3-0 di perempat final Piala UEFA, yang kemudian berakhir dengan gelar juara.
Di ajang Liga Champions, catatan Juventus bahkan lebih suram. Benfica selalu keluar sebagai pemenang dalam lima pertemuan kontra wakil Italia tersebut, menjadikan klub asal Portugal itu sebagai salah satu lawan paling sulit bagi Juventus di Eropa.
Meski demikian, Juventus tetap menyimpan modal kepercayaan diri. Setelah gagal menang di empat laga awal fase liga (tiga imbang dan satu kalah), Juve kini berhasil meraih dua kemenangan beruntun atas Pafos (2-0) dan Bodo/Glimt (3-2).
Terakhir kali Juventus mencatatkan kemenangan beruntun lebih panjang di Liga Champions terjadi pada rentang Maret hingga November 2021 dengan lima kemenangan berturut-turut.
Saat ini, Juventus berada di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin. Mereka tertinggal tiga angka dari Atletico Madrid yang menempati posisi kedelapan, batas terakhir lolos otomatis ke babak 16 besar. Kemenangan atas Benfica menjadi target wajib jika Juve ingin menghindari jalur play-off.
Benfica Dalam Tren Positif
Di kubu lawan, Benfica juga membawa ambisi besar. Tim besutan Jose Mourinho kini menempati peringkat ke-25 dengan enam poin, hanya terpaut satu angka dari FC Copenhagen di posisi ke-24, batas terakhir zona play-off gugur.
Performa Benfica di Liga Champions menunjukkan grafik meningkat. Mereka sukses memenangi dua laga terakhir dengan skor identik 2-0 saat menghadapi Napoli dan Ajax Amsterdam. Padahal sebelumnya, As Águias sempat terpuruk dengan enam kekalahan beruntun.
Solidnya lini pertahanan menjadi faktor utama kebangkitan Benfica. Bahkan, mereka berpeluang mencatatkan rekor langka. Terakhir kali Benfica meraih tiga kemenangan beruntun di Liga Champions tanpa kebobolan terjadi pada musim 1989/1990, yang kala itu berlanjut hingga lima laga.
Melihat kondisi kedua tim, laga Juventus kontra Benfica diprediksi berlangsung sengit dan sarat tekanan. Juventus berusaha memutus dominasi lawan sekaligus menjaga asa lolos langsung, sementara Benfica ingin melanjutkan tren positif demi bertahan di kompetisi ini.
Prediksi Susunan Pemain
Juventus (3-4-2-1):
Michele Di Gregorio; Pierre Kalulu, Lloyd Kelly, Teun Koopmeiners; Weston McKennie, Manuel Locatelli, Fabio Miretti, Andrea Cambiaso; Edon Zhegrova, Kenan Yildiz; Jonathan David.
Pelatih: Luciano Spalletti
Benfica (4-2-3-1):
Anatoliy Trubin; Amar Dedic, Tomas Araujo, Nicolás Otamendi, Samuel Dahl; Manu Silva, Enzo Barrenechea; Fredrik Aursnes, Leandro Barreiro, Georgiy Sudakov; Franjo Ivanovic.
Pelatih: Jose Mourinho












