Sportsbook.co.id, Jakarta -Ferrari memang tidak mengeluarkan pernyataan resmi, tetapi juga tidak berupaya menutup-nutupi apa pun. Mobil SF-26 yang turun lintasan di Fiorano bersama Lewis Hamilton dan Charles Leclerc sejatinya sudah merupakan versi balap sesungguhnya. Wujudnya nyaris identik dengan visual render yang dirilis bersamaan dengan sesi uji coba perdana di sirkuit milik Ferrari tersebut, serta tidak jauh berbeda dari mobil merah yang dijadwalkan mengikuti tes di Barcelona pada Selasa (27/1/2026), bertepatan dengan hari kedua rangkaian uji kolektif tertutup.
Fakta ini sekaligus mematahkan spekulasi yang sempat beredar mengenai keberadaan dua versi Ferrari—yakni “Tahap A” untuk pengujian awal dan “Tahap B” yang disebut-sebut baru akan diperkenalkan saat debut resmi di Grand Prix Australia.
Klarifikasi langsung datang dari Direktur Teknis Ferrari, Loic Serra. Dalam sesi konferensi pers, insinyur asal Prancis itu menegaskan bahwa pengembangan mobil akan berlangsung secara berkelanjutan.
“Tentu akan ada evolusi pada mobil. Pengembangan tidak hanya dimulai ketika musim berjalan, tetapi sudah dimaksimalkan sejak tes musim dingin. Untuk pembaruan berskala besar, jelas akan ada beberapa tahap,” jelasnya.
Seperti tim-tim lain, Ferrari berupaya mengoptimalkan waktu pengujian yang relatif terbatas untuk memahami karakter SF-26—sebuah mobil yang membawa perubahan besar dibandingkan generasi sebelumnya. Banyaknya elemen baru pada berbagai aspek membuat setiap komponen perlu melalui proses verifikasi mendalam, guna memastikan hasil simulasi di bangku uji dinamis benar-benar terkonfirmasi di lintasan.
Proyek SF-26 dikembangkan dengan pendekatan sangat detail, baik dalam pemilihan konsep dasar—yang disebut memiliki sejumlah kesamaan dengan Mercedes W17—maupun pada penyempurnaan setiap rincian teknis. Direktur Teknis Mesin Ferrari, Enrico Gualtieri, menekankan bahwa perubahan arsitektur kendaraan dilakukan secara terintegrasi.
“Seluruh bagian mobil dirancang sebagai satu kesatuan dalam kerangka arsitektur baru. Ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi yang semakin erat antara tim power unit, sasis, operasional lintasan, teknisi, hingga para pembalap,” ujarnya.
Secara fisik, SF-26 tampil lebih ringkas dan ramping sesuai regulasi terbaru. Dari tampilan awal saja, perbedaan visualnya sudah sangat mencolok. Dengan nada cukup percaya diri, Ferrari mengungkapkan bobot mobil ini melalui lembar spesifikasi resmi: 770 kilogram termasuk cairan dan pembalap.
Di era modern Formula 1, data teknis seperti jarak sumbu roda biasanya dirahasiakan ketat. Namun Ferrari memilih untuk mengungkap bahwa SF-26 hanya 2 kilogram lebih berat dari batas minimum regulasi yang ditetapkan sebesar 768 kilogram.
Sebagai perbandingan, mobil F1 generasi sebelumnya diwajibkan memiliki bobot minimum 800 kilogram, namun menggunakan unit tenaga yang 34 kilogram lebih berat. Mesin V6 hybrid tipe 067/6 memiliki berat nominal sekitar 185 kilogram, sementara generasi terbaru 066/15 bobotnya sedikit di atas 150 kilogram.
Dengan demikian, pengurangan bobot pada SF-26 tidak hanya berasal dari unit tenaga yang lebih ringan. Ferrari melakukan diet ekstrem di berbagai sektor untuk menyeimbangkan massa keseluruhan mobil. Sebagian penghematan diperoleh dari jarak sumbu roda yang dipangkas menjadi 3.400 mm dari sebelumnya 3.600 mm, serta lebar mobil yang kini menyusut dari 1.900 mm menjadi 1.800 mm. Sisanya merupakan hasil dari proses desain yang sangat presisi di hampir setiap bagian mobil.
Dalam tahap pengembangan, Ferrari juga diyakini merancang potensi pengurangan bobot tambahan agar tersedia ruang untuk pemasangan ballast kecil—biasanya berbahan tungsten—yang krusial untuk menyempurnakan distribusi bobot dan keseimbangan mobil di lintasan.
Perlu dicatat, seiring masuknya paket pembaruan aerodinamika sepanjang musim, bobot mobil cenderung meningkat akibat penambahan komponen. Oleh karena itu, strategi pengurangan massa harus dirancang sejak awal dengan sangat cermat.
Masih sulit memprediksi sejauh mana para rival mampu menekan bobot mobil mereka. Namun, muncul kekhawatiran bahwa beberapa tim harus memulai musim dengan kelebihan bobot lebih dari 10 kilogram—sebuah selisih yang setara dengan kehilangan sekitar tiga persepuluh detik per putaran di lintasan.












