Lewis Hamilton Jadi Inspirasi Michael Carrick Bangun Mental Juara di Manchester United

Mentalitas juara Lewis Hamilton dijadikan Michael Carrick sebagai acuan untuk membentuk karakter dan daya juang skuad Manchester United.

Sportsbook.co.id, Jakarta -Awal perjalanan Michael Carrick sebagai pelatih interim Manchester United berjalan impresif. Menariknya, keberhasilan tersebut tak hanya bersumber dari pengalaman di lapangan hijau, tetapi juga dipengaruhi oleh sosok besar dari dunia olahraga lain, yakni Lewis Hamilton.

Carrick mengungkapkan bahwa juara dunia Formula 1 tujuh kali itu kerap menjadi referensinya dalam memompa motivasi pemain Manchester United, khususnya terkait mentalitas dan standar kerja di level tertinggi.

Ditunjuk sebagai manajer sementara hingga akhir musim, Carrick langsung mencatatkan hasil positif. Dalam dua pertandingan awal, ia sukses membawa Setan Merah menumbangkan dua lawan berat sekaligus, yakni rival sekota Manchester City serta pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal.

Pelatih berusia 44 tahun tersebut menilai mental juara Hamilton sebagai gambaran sempurna tentang bagaimana atlet elite menghadapi tekanan dan tuntutan performa. Ia pun tak ragu mengutip kata-kata sang pembalap untuk membangkitkan semangat timnya di ruang ganti.

“Saya sudah sering menyampaikan hal ini kepada para pemain, bahkan sejak masih melatih Middlesbrough,” ujar Carrick dalam podcast Rio Ferdinand Presents.
“Bisa jadi mereka sudah terlalu sering mendengarnya,” tambahnya sambil berseloroh.

Kutipan Hamilton yang Jadi Pegangan

Carrick kemudian menyinggung satu pernyataan Hamilton yang menurutnya sangat kuat dan relevan dengan dunia sepak bola.

“Saya pernah membaca kutipan dari Lewis Hamilton yang luar biasa. Dia berkata, ‘Jika saya merasa nyaman di dalam mobil, berarti saya tidak melaju cukup cepat.’”

Pesan tersebut, menurut Carrick, mengandung makna mendalam bagi para pemain.

“Ketika seseorang merasa terlalu nyaman, itu tandanya dia belum mendorong dirinya ke batas maksimal,” tegasnya.

Carrick berharap skuad Manchester United mampu meniru mentalitas tersebut—terus lapar akan peningkatan dan tak cepat puas—seperti yang selama ini ditunjukkan Hamilton, sosok tersukses dalam sejarah Formula 1.

Kini membela Ferrari, Hamilton sejajar dengan legenda Michael Schumacher dengan koleksi tujuh gelar juara dunia. Ia juga memegang rekor kemenangan terbanyak sepanjang masa dengan 105 kemenangan serta 104 pole position.

Hamilton dan Kecintaannya pada Sepak Bola

Di luar dunia balap, Hamilton dikenal sebagai penggemar sepak bola sejak kecil. Pembalap berusia 41 tahun itu merupakan pendukung Arsenal sejak usia dini. Pada 2022, namanya bahkan sempat muncul dalam konsorsium yang mencoba mengakuisisi Chelsea, meski upaya tersebut tak berujung kesepakatan.

Hamilton pernah menceritakan awal mula ketertarikannya pada sepak bola.

“Waktu kecil, saya sering bermain sepak bola dengan anak-anak di sekitar rumah bersama beberapa teman dekat,” kenangnya.
“Saya ingin diterima, apalagi saat itu saya adalah satu-satunya anak berkulit berwarna di lingkungan tersebut.”

Ia mengingat bagaimana teman-temannya mendukung klub yang berbeda-beda, hingga akhirnya ia menjatuhkan pilihan pada Arsenal.

“Saya ingat saat usia lima atau enam tahun, saya akhirnya menjadi penggemar Arsenal,” tuturnya.

Meski begitu, Hamilton juga memiliki ikatan emosional dengan Chelsea karena pamannya, Terry, adalah pendukung setia klub London Barat tersebut.

“Saya sering menonton pertandingan bersama paman saya, menyaksikan Arsenal dan Chelsea bertanding,” kata mantan pembalap Mercedes itu.

Bagi Hamilton, kecintaan terhadap olahraga melampaui sekat klub.

“Pada akhirnya, saya adalah penggemar olahraga. Sepak bola adalah olahraga terbesar di dunia, dan Chelsea merupakan salah satu klub paling besar serta sukses,” ujarnya.
“Ketika mendengar adanya peluang itu, saya langsung berpikir, ‘Ini kesempatan luar biasa untuk menjadi bagian dari sesuatu yang besar.’”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *