Sportsbook.co.id, Jakarta –Alexander Zverev harus menerima kenyataan pahit di Australian Open 2026 meski telah mengerahkan seluruh kemampuannya. Petenis unggulan ketiga itu nyaris menyingkirkan Carlos Alcaraz di babak semifinal, hanya terpaut tiga poin dari kemenangan, sebelum akhirnya kalah dramatis setelah Alcaraz bangkit dari ketertinggalan 3-5 di set penentuan.
Laga tersebut berlangsung selama 5 jam 27 menit dan tercatat sebagai semifinal terlama dalam sejarah Australian Open sejauh ini. Pertandingan yang menguras fisik dan mental itu meninggalkan Zverev dalam kondisi kelelahan ekstrem, sekaligus kembali harus menelan kekecewaan di turnamen Grand Slam.
“Pertandingan ini benar-benar luar biasa. Sayangnya, hasil akhirnya tidak berpihak pada saya, tetapi sejujurnya saya sudah kehabisan tenaga,” ungkap Zverev seusai laga.
Petenis asal Jerman itu mengaku belum mampu sepenuhnya merasakan emosi atas kekalahan tersebut karena kondisi fisiknya yang sangat terkuras. “Saat ini saya terlalu lelah untuk merasakan apa pun. Mungkin dua hari lagi perasaannya akan berbeda. Tapi sekarang, saya hanya benar-benar kelelahan. Kami berdua sudah mencapai batas kemampuan, dan saya cukup bangga dengan diri saya sendiri karena bisa bertahan dan bangkit setelah tertinggal dua set,” tambahnya.
Meski gagal melangkah ke final, Zverev mencoba melihat sisi positif dari penampilannya di awal musim. Ia tetap optimistis musim 2026 bisa berjalan baik jika mampu menjaga konsistensi permainan dan latihan. “Tentu ini mengecewakan, tetapi musim masih panjang. Jika saya terus bermain seperti ini dan melanjutkan apa yang sudah saya kerjakan sejak pramusim, saya yakin musim ini akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Finalis US Open 2020 tersebut sebenarnya tengah memburu penampilan final Grand Slam keempat sepanjang kariernya, sekaligus final Australian Open kedua secara beruntun. Setelah kehilangan dua set awal, Zverev tampil solid dan hampir menuntaskan misi comeback yang akan memaksa Alcaraz menelan kekalahan keduanya dalam laga lima set.
Namun, penyesalan terbesar Zverev bukan terletak pada kegagalannya mengamankan gim servis di skor 5-4 pada set kelima, melainkan pada kesempatan yang terlewat jauh lebih awal, khususnya di set kedua.
“Set kedua itu seharusnya bisa saya menangkan, terutama ketika saya melakukan servis,” jelas Zverev. “Saya tidak bermain cukup baik saat itu. Anehnya, saya tidak terlalu menyesali set kelima karena saya benar-benar bertarung sampai batas terakhir tenaga. Tapi set kedua itu krusial. Jika saya unggul dua set dan dia mulai mengalami kram di set ketiga, hasilnya mungkin akan berbeda.”
Dengan kemenangan ini, Carlos Alcaraz kini unggul tipis 7-6 dalam catatan pertemuan melawan Zverev. Petenis muda asal Spanyol tersebut selangkah lebih dekat untuk meraih gelar Australian Open pertamanya, dan akan menghadapi Jannik Sinner atau Novak Djokovic di partai puncak.












