SportsBook.co.id, Medan – Jelang Duel Penentuan Kontra Arsenal, Liam Rosenior Dapat Peringatan soal Garnacho
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, menerima sorotan tajam menjelang laga hidup-mati melawan Arsenal pada leg kedua semifinal Carabao Cup. Keputusan pemilihan pemain, khususnya terkait Alejandro Garnacho, dinilai bisa menjadi faktor krusial dalam pertandingan tersebut.
Mantan pemain Chelsea, Craig Burley, secara terbuka menilai Rosenior sebaiknya tidak mengambil risiko dengan menurunkan Garnacho sejak menit awal. Menurut Burley, meski winger asal Argentina itu sempat menjadi penentu pada leg pertama, perannya akan lebih efektif jika dimainkan sebagai supersub.
Chelsea sendiri tengah berada dalam momentum positif bersama Rosenior. Teranyar, The Blues mencatatkan kemenangan dramatis atas West Ham United di ajang Premier League, sebuah hasil yang semakin menguatkan kepercayaan publik terhadap sang pelatih.
Dalam laga tersebut, Chelsea sempat tertinggal dua gol dan harus menerima cemoohan suporter saat turun minum. Namun kebangkitan luar biasa di babak kedua mengubah segalanya. Gol penentu Enzo Fernandez di masa injury time membuat Stamford Bridge kembali bergemuruh oleh sorak sorai pendukung tuan rumah.
Hasil itu sekaligus menegaskan sentuhan tangan dingin Rosenior, yang kini telah mengoleksi enam kemenangan dari tujuh pertandingan sejak dipercaya menangani Chelsea. Keputusan pergantian pemain di babak kedua dinilai sangat tepat, termasuk langkah menarik keluar Alejandro Garnacho saat jeda pertandingan.
Sepanjang babak pertama, Garnacho tampil di bawah performa terbaiknya. Ia kesulitan menembus pertahanan Aaron Wan-Bissaka dan kurang memberikan kontribusi dalam membantu sektor bertahan. Minimnya disiplin di sisi sayap bahkan dianggap berperan dalam dua gol West Ham yang dicetak Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville.
Craig Burley menilai laga tersebut menjadi contoh jelas bahwa Garnacho lebih cocok masuk dari bangku cadangan, terutama pada pertandingan besar seperti menghadapi Arsenal. Menurutnya, kecepatan Garnacho akan jauh lebih mematikan ketika lawan mulai kehilangan stamina di fase akhir laga.
“Alejandro Garnacho adalah tipe pemain yang ideal masuk pada menit 75 atau 80, saat ruang mulai terbuka dan pemain bertahan lawan kelelahan,” ujar Burley dalam analisanya di ESPN FC.
“Sebagai starter untuk Chelsea? Tidak. Itu terlalu berisiko.”
Pendapat tersebut menjadi kontras mengingat pada leg pertama semifinal Carabao Cup, Garnacho justru mencetak dua gol penting yang menjaga peluang Chelsea tetap terbuka. Namun Burley menegaskan bahwa satu penampilan cemerlang tidak cukup untuk menutupi kelemahan Garnacho dalam aspek taktik, disiplin, dan pengambilan keputusan.
Kritik serupa juga datang dari Steve Nicol. Mantan bek Liverpool itu menilai Garnacho bukan hanya bermasalah dari sisi permainan, tetapi juga dari sikap dan gestur di atas lapangan. Nicol menyoroti bahasa tubuh sang pemain, keputusan di area sepertiga akhir, serta kecenderungannya memancing emosi lawan.
“Saya bukan penggemar Garnacho, dan itu bukan hanya soal kualitas sepak bolanya,” ujar Nicol.
“Sikapnya di lapangan, pilihan umpannya di momen krusial, sering kali mengecewakan. Dengan kecepatannya, dia seharusnya bisa lebih efektif, tapi terlalu sering mengambil keputusan yang keliru.”
Nicol bahkan menyampaikan pesan keras terkait gaya bermain Garnacho. Ia berpendapat bahwa jika Garnacho bermain pada era sepak bola yang lebih keras dua dekade lalu, sikap provokatif seperti itu bisa berujung konsekuensi serius.
“Jika dia bermain 25 tahun lalu, mungkin hampir setiap pekan harus masuk rumah sakit,” sindir Nicol.
“Kami dulu selalu diajarkan untuk tidak melakukan apa pun yang membuat lawan semakin termotivasi menjatuhkanmu. Garnacho justru melakukan kebalikannya.”












