Sportsbook.co.id, Jakarta -Menjelang dimulainya Kejuaraan Dunia MotoGP musim 2026, perhatian publik mulai tertuju pada aktivitas pramusim yang digelar di Sepang. Tes kolektif yang berlangsung dari Selasa hingga Kamis itu tidak hanya menjadi ajang uji performa motor, tetapi juga memunculkan spekulasi mengenai masa depan sejumlah pembalap. Salah satu nama yang banyak dibicarakan adalah Pedro Acosta.
Pembalap yang dijuluki “Hiu dari Mazarron” itu sempat menjadi pusat perhatian saat KTM memperkenalkan motor RC16 versi terbaru untuk musim 2026. Motor tersebut hadir dengan berbagai pembaruan yang diyakini mampu meningkatkan performa dibandingkan model sebelumnya. Namun, muncul anggapan bahwa musim ini bisa menjadi periode terakhir Acosta bersama pabrikan asal Austria tersebut. Ia disebut-sebut berpotensi bergabung dengan tim pabrikan Ducati pada 2027 dan berduet dengan Marc Marquez, sekaligus menggantikan posisi Francesco Bagnaia.
Di tengah jadwal pramusim yang padat di Malaysia, Acosta menjadi sorotan media. Saat menghadiri sesi konferensi pers pertamanya di Sepang, ia mendapat banyak pertanyaan mengenai rencana kariernya. Meski demikian, pembalap asal Murcia itu mengaku belum mengetahui kapan kepastian masa depannya akan diumumkan.
Acosta menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjalani tes pramusim dan memahami perkembangan motor KTM yang telah mengalami banyak pembaruan setelah kondisi finansial tim dinilai lebih stabil.
Ia mengungkapkan tidak memiliki target khusus selama tes berlangsung. Baginya, yang terpenting adalah menghabiskan lebih banyak waktu di lintasan dibandingkan di garasi tim. Ia juga menilai peningkatan performa motor pada musim dingin kali ini terasa lebih signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada musim 2025, Acosta sempat terlibat persaingan sengit dengan Maverick Vinales dalam perebutan posisi terdepan di internal KTM. Persaingan tersebut terhenti setelah Vinales mengalami cedera yang membuatnya absen pada paruh kedua musim.
Acosta berharap rivalitas mereka dapat kembali terulang. Ia menilai Vinales sebagai pembalap yang sangat cepat dan berpengalaman, sekaligus memiliki keunggulan tertentu yang tidak dimilikinya. Sebaliknya, Acosta juga merasa memiliki kemampuan yang bisa menjadi pembeda dalam persaingan tersebut.












