SportsBook.co.id, Medan – Eberechi Eze semakin dekat dengan momen yang selalu ia impikan sejak kecil: mengangkat trofi bersama Arsenal. Winger lincah ini mengekspresikan kegembiraannya setelah memastikan tempat di final Carabao Cup.
Kesuksesan ini datang setelah The Gunners mengalahkan rival sekotanya, Chelsea, dengan agregat 4-2. Pada leg kedua di Emirates Stadium, Rabu (4/2/2026) dini hari, Eze bermain penuh selama 90 menit, menyaksikan timnya meraih kemenangan tipis berkat gol telat Kai Havertz.
Kini, perhatian Eze sepenuhnya tertuju pada final tanggal 22 Maret mendatang. Stadion Wembley akan menjadi saksi upaya Arsenal merebut trofi domestik pertama musim ini.
Momen Pribadi yang Penuh Makna
Bagi Eze, yang tumbuh besar mengidolakan Arsenal, kesempatan tampil di final sangatlah personal. Mengenakan jersey merah-putih klub impiannya menjadi puncak dari semua kerja keras yang telah ia lakukan.
“Ini klub saya, dan sejak kecil ini adalah mimpi yang ingin saya capai,” ujar Eze dengan mata berbinar.
Dedikasi Penuh untuk Arsenal
Eze menegaskan bahwa keberhasilan mencapai final bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang komitmen penuh terhadap klub yang dicintainya. Ia yakin skuad Arsenal saat ini memiliki kualitas untuk menjadi juara.
“Menang bersama Arsenal, mencapai sesuatu dengan klub ini, itu segalanya bagi saya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya mentalitas kuat bagi rekan-rekannya menjelang laga final. Menurut Eze, kerja keras dan fokus akan membuahkan hasil yang diharapkan.
“Jika Anda bekerja sekeras mungkin dan memberikan performa terbaik, saya yakin kesuksesan itu akan datang,” tambahnya optimis.
Kenangan Indah di Wembley
Wembley bukanlah tempat asing bagi Eze. Saat masih berseragam Crystal Palace, ia memiliki pengalaman manis di stadion legendaris itu. Pada Mei tahun lalu, Eze menjadi penentu kemenangan Palace 1-0 atas Manchester City di final FA Cup. Kini, ia berharap bisa mengulang momen itu dengan Arsenal.
“Luar biasa, benar-benar spesial,” kenang Eze tentang suasana final di Wembley.
Pemain berusia 27 tahun ini memahami bahwa final menuntut mentalitas berbeda. Wembley adalah panggung bagi para pemain untuk menampilkan kemampuan terbaik.
“Itu adalah pertandingan yang ingin Anda mainkan, tempat untuk menunjukkan performa terbaik Anda. Pasti spesial berada di sana,” tuturnya.
Perjuangan Tanpa Henti di Emirates
Kemenangan atas Chelsea bukanlah hal yang mudah. Gol kemenangan Kai Havertz di menit akhir memicu ledakan emosi di lapangan dan tribun.
Eze merasakan energi luar biasa dari ribuan pendukung Gooners yang memadati stadion. Dukungan mereka menjadi bahan bakar para pemain.
“Energi dari suporter sangat terasa di seluruh stadion. Itu momen yang benar-benar spesial bagi kami,” ungkap Eze.
Secara fisik dan taktis, pertandingan tersebut menguras tenaga. Eze menekankan bahwa seluruh tim mengerahkan kemampuan maksimal untuk memastikan tiket final.
“Tim bekerja keras, memberikan performa yang dibutuhkan untuk mencapai final,” jelasnya.
Ketika peluit panjang dibunyikan, kelelahan terlihat jelas di wajah para pemain. Eze menggambarkan betapa intensnya perjuangan tim melawan The Blues.
“Seluruh tim bekerja luar biasa keras. Anda bisa melihat semua orang kelelahan di akhir laga. Ini adalah tipe pertandingan yang layak diperjuangkan,” pungkasnya.












