SportsBook.co.id. Medan – Alejandro Garnacho pernah dianggap sebagai ikon masa depan Manchester United, winger muda yang berani menantang bek lawan dan selalu tampil penuh determinasi. Namun, sejak kepindahannya ke Chelsea pada musim panas lalu, perjalanan kariernya justru menemui banyak rintangan.
Diboyong dengan banderol 40 juta euro, Garnacho datang ke Stamford Bridge dengan ekspektasi tinggi. Sayangnya, proses adaptasinya berjalan lambat. Alih-alih menjadi penentu pertandingan, ia sering menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi dan dampaknya di lapangan.
Sorotan kembali datang setelah penampilannya minim kontribusi saat Chelsea tersingkir dari Arsenal di semifinal Carabao Cup. Di tengah tekanan publik yang besar dan tuntutan hasil instan, Garnacho memasuki fase penting dalam perkembangan karier mudanya.
Ryan Giggs, Kesabaran, dan Pesan yang Masih Relevan
Beberapa tahun lalu, Ryan Giggs sempat memberikan komentar mengenai potensi Alejandro Garnacho. Inti pertanyaannya sederhana: apakah Garnacho akan tetap berada di level potensial, atau benar-benar berkembang menjadi pemain yang menentukan?
Giggs menekankan pentingnya pengalaman dan kesabaran. Mengambil pelajaran dari masa mudanya di Old Trafford, ia mengingatkan bahwa winger muda harus berani mencoba terus-menerus, meski sebagian besar percobaan berakhir gagal.
Menurut Giggs, Garnacho memiliki keberanian itu. Memang, terkadang ia membuat frustrasi dengan kehilangan bola atau mengganggu ritme tim, tetapi momen-momen keberanian itu kerap menghasilkan hal-hal penting di lapangan.
Pesan Giggs terasa sangat relevan sekarang, karena Garnacho bermain di lingkungan yang menuntut hasil cepat dan memberi sedikit toleransi terhadap proses belajar.
Awal yang Berat di Stamford Bridge dan Sorotan Publik
Chelsea bukan klub yang sabar terhadap pemain baru dengan banderol besar. Sejak didatangkan dari Manchester United, Garnacho langsung berada di bawah sorotan, terutama ketika performanya belum sepadan dengan biaya transfernya.
Penampilan melawan Arsenal di leg kedua semifinal Carabao Cup menjadi contoh nyata. Masuk pada menit ke-75 saat Chelsea tertinggal agregat 2-3 dan membutuhkan daya dorong tambahan, Garnacho justru bermain aman. Umpannya cenderung ke belakang atau ke samping, tanpa keberanian menembus lini pertahanan lawan.
Analisis pascalaga dari Jamie Redknapp menegaskan hal ini, sementara Gary Neville menilai Garnacho tampak kehilangan kepercayaan diri. Situasi serupa pernah terlihat sebelumnya, termasuk saat ia ditarik keluar di babak pertama laga Liga Inggris melawan West Ham United.
Neville, yang mengikuti perkembangan Garnacho sejak muda, bahkan mempertanyakan level sejati winger asal Argentina itu. Apakah ia benar-benar pemain kelas atas, atau masih berada di tengah hirarki pemain sayap elite?












