Menpora Tegaskan Dukungan Penuh Pembinaan Tenis Nasional hingga Olimpiade

Pemerintah menempatkan tenis sebagai cabang olahraga unggulan nasional dengan dukungan anggaran, sistem target atlet, dan jaminan kesejahteraan jangka panjang.

Sportsbook.co.id, Jakarta -Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan keseriusan pemerintah dalam mendampingi cabang olahraga tenis agar mampu menembus ajang Olimpiade.

Menurut Erick, tenis telah resmi masuk dalam daftar 21 cabang olahraga prioritas nasional sesuai arahan Presiden. Penetapan tersebut berdampak langsung pada pengalokasian anggaran yang dirancang secara khusus untuk mendukung pencapaian prestasi atlet di tingkat internasional.

“Tenis sudah ditetapkan Presiden sebagai salah satu dari 21 cabang unggulan nasional. Saat ini kami mulai menyusun anggaran yang difokuskan sesuai target, termasuk untuk Olimpiade. Atlet pun dikategorikan ke dalam beberapa level, namun nama-namanya tidak bisa saya sampaikan,” ujar Erick usai menyaksikan laga playoff Piala Davis di Stadion Tenis GBK, Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan, proses pendampingan menuju Olimpiade dilakukan dengan sistem pengelompokan atlet berdasarkan sasaran kompetisi yang ingin dicapai. Setiap atlet akan memiliki indikator kinerja (KPI) dan target prestasi masing-masing.

“Anggaran memang terbatas, tapi itu bukan alasan untuk mengeluh. Justru dengan keterbatasan ini kita menerapkan sistem penargetan yang jelas. Setiap atlet punya tujuan yang berbeda, disesuaikan dengan kemampuan pendanaan negara,” kata Erick.

Menpora juga memastikan bahwa pemerintah siap mendukung kebutuhan atlet tenis untuk mengikuti berbagai turnamen internasional guna mengumpulkan poin kualifikasi Olimpiade. Ia menegaskan bahwa karakteristik tenis sebagai cabang olahraga berbasis sirkuit telah dipahami oleh pihak pengawasan keuangan negara.

“Tenis mirip dengan bulu tangkis, berbasis turnamen dan sirkuit internasional. Ini berbeda dengan cabang olahraga lain. Alhamdulillah, kami sudah memiliki kesepahaman dengan Kejaksaan dan BPKP, sehingga atlet dan federasi tidak perlu ragu dalam menjalankan program,” jelasnya.

Lebih jauh, Erick menegaskan bahwa peran pemerintah tidak berhenti pada pembinaan teknis semata. Negara juga menyiapkan jaminan kesejahteraan jangka panjang bagi atlet berprestasi, termasuk akses beasiswa LPDP dan skema dana pensiun.

“Pemerintah, sesuai arahan Presiden, tidak hanya hadir saat atlet berada di puncak prestasi. Setelah masa kejayaan berlalu pun, mereka tidak akan ditinggalkan,” tegas Erick.

Ia berharap Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) dapat menjalankan program pembinaan secara serius dan konsisten agar target lolos Olimpiade serta kembali ke Grup I Dunia Piala Davis dapat tercapai.

“Kami pasti mengawal. Yang terpenting, PELTI dan para atlet fokus pada prestasi. Dari sisi administrasi sudah kami lindungi, tinggal transparansi pelaksanaan. Setiap atlet memiliki target sesuai anggaran yang tersedia,” tutup Erick.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *