SportsBook.co.id, Jakarta – Premier League akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait keputusan wasit yang tidak mengusir bek Manchester City, Marc Guehi, dalam laga kontra Liverpool. Keputusan ini memicu kontroversi besar, terutama dari kubu The Reds yang merasa dirugikan, termasuk pelatih Arne Slot.
Momen Kontroversial Guehi di Anfield
Marc Guehi kembali masuk dalam starting XI Manchester City pada pertandingan Minggu malam, setelah absen dalam kemenangan leg kedua semifinal Carabao Cup kontra Newcastle empat hari sebelumnya. Bek Timnas Inggris ini terlibat dalam insiden penting pada babak kedua saat skor masih imbang 0-0.
Pada momen tersebut, Guehi terlihat menarik Mohamed Salah dari belakang ketika penyerang Liverpool mencoba melepaskan tembakan ke gawang. Aksi ini membuat beberapa pihak menilai Guehi seharusnya dikartu merah karena menggagalkan peluang emas lawan.
Namun, wasit hanya memberikan kartu kuning kepada Guehi. Pertimbangan utama wasit adalah posisi rekan duet Guehi di lini belakang, Ruben Dias, yang berada cukup dekat untuk menutup peluang lawan. Dias sendiri bermain menggantikan Abdukodir Khusanov yang harus ditarik keluar karena protokol gegar otak.
Protes Arne Slot
Keputusan wasit menimbulkan protes keras dari pelatih Liverpool, Arne Slot. Slot menilai pelanggaran Guehi layak berbuah kartu merah karena telah mencegah Salah mencetak gol yang nyaris pasti.
“Kalau saya harus memilih satu momen, itu adalah ketika Salah berhadapan dengan gawang dan Guehi menarik bajunya,” ujar Slot kepada Sky Sports setelah pertandingan.
Pelatih asal Belanda ini menekankan bahwa situasi tersebut adalah peluang gol yang jelas. “Semua orang yang sudah berada di stadion ini selama delapan tahun terakhir tahu bahwa kalau Mo Salah berada dalam posisi seperti itu, biasanya itu adalah gol,” tambahnya. Slot memperkirakan, jika menanyakan 100 orang di PGMOL, hanya sekitar 20 yang mungkin menilai tindakan Guehi bukan kartu merah.
Klarifikasi Premier League
Menanggapi kontroversi, Premier League melalui Match Centre menegaskan bahwa keputusan wasit telah ditinjau oleh VAR dan dinyatakan sesuai aturan. VAR menilai tindakan Guehi tidak termasuk dalam kategori denial of an obvious goalscoring opportunity (DOGSO), yaitu menghalangi peluang gol yang jelas.
“Keputusan wasit berupa tendangan bebas dan kartu kuning terhadap pelanggaran Guehi terhadap Salah telah diperiksa dan dikonfirmasi VAR,” bunyi pernyataan resmi Premier League.
Premier League menambahkan bahwa pelanggaran terjadi di luar kotak penalti dan masih ada bek lain yang berada dalam posisi untuk mengamankan situasi, sehingga pelanggaran tersebut tidak masuk kategori menggagalkan peluang gol yang jelas.
Nasib Berbeda Dominik Szoboszlai
Sementara Guehi terhindar dari kartu merah, akhir laga menghadirkan insiden kontroversial lain yang melibatkan Dominik Szoboszlai, pencetak gol Liverpool. Gelandang asal Hungaria itu justru diganjar kartu merah pada masa injury time karena dianggap menggagalkan peluang gol Erling Haaland.
Situasi terjadi saat Szoboszlai dan Haaland saling beradu fisik untuk mengejar bola hasil tembakan jarak jauh dari Rayan Cherki. Bola akhirnya melewati garis gawang tanpa sentuhan dari keduanya, tetapi VAR menganulir gol tersebut setelah menilai Haaland melakukan pelanggaran.
Momen ini menutup laga dengan nuansa dramatis dan perdebatan sengit, karena keputusan VAR serta wasit kembali menjadi sorotan publik dan media.
Dampak pada Liverpool dan City
Keputusan ini menimbulkan perdebatan mengenai konsistensi wasit dan VAR dalam menilai situasi DOGSO. Liverpool merasa dirugikan, terutama karena insiden Guehi terjadi pada momen krusial yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Bagi Manchester City, keberuntungan Guehi tetap menjadi faktor penting yang membantu tim mempertahankan skor imbang hingga akhir laga. Ruben Dias pun memainkan peran kunci dalam mitigasi risiko setelah masuk menggantikan Khusanov, menunjukkan pentingnya kedalaman lini belakang City.
Kesimpulan
Pertandingan antara Liverpool dan Manchester City bukan hanya soal skor, tetapi juga menghadirkan kontroversi aturan dan interpretasi VAR. Kasus Marc Guehi menjadi contoh nyata bagaimana keputusan wasit dapat memicu protes keras, sementara nasib pemain lain seperti Szoboszlai menunjukkan betapa rapuhnya garis antara pelanggaran dan peluang yang sah dalam sepak bola modern.
Premier League menegaskan bahwa semua keputusan telah ditinjau dan dinilai sesuai regulasi, namun perdebatan di kalangan fans dan pakar sepak bola kemungkinan besar akan terus berlanjut. Laga ini menjadi pengingat bahwa dalam pertandingan top-tier, setiap sentuhan bisa menentukan kontroversi atau kemenangan, dan VAR masih menjadi alat yang penuh interpretasi.












