Sportsbook.co.id, Jakarta -Kejuaraan Dunia Parabulu Tangkis BWF 2026 di Bahrain menjadi panggung penting bagi sejumlah negara yang untuk pertama kalinya tampil dalam kompetisi tingkat dunia tersebut. Kehadiran mereka bukan hanya menambah persaingan, tetapi juga menghadirkan cerita penuh semangat, keberanian, serta pencapaian bersejarah.
Uni Emirat Arab (UEA) mencatatkan momen spesial ketika salah satu atletnya, Omair Muhammad, sukses meraih kemenangan pertama bagi negaranya. Muhammad, yang mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah akibat tumor pada sumsum tulang belakang sejak usia enam tahun, tampil gemilang dalam pertandingan tunggal putra WH1. Ia berhasil menundukkan wakil Arab Saudi, Essam Buayti, dengan skor 21-10 dan 21-10 di fase Grup F.
Kemenangan tersebut memiliki arti besar bagi Muhammad. Ia mengaku bangga atas pencapaian tersebut setelah melalui persiapan panjang bersama timnya. Menurutnya, bulu tangkis telah membawa perubahan besar dalam hidupnya, membuatnya lebih percaya diri serta mendorongnya untuk memiliki cita-cita lebih tinggi. Ia pun menargetkan tampil di Paralimpiade Los Angeles 2028 sebagai tujuan utamanya.
Rekan setimnya, Jamal Khalifa Al Bedwawi, juga menunjukkan dedikasi luar biasa. Ia tetap memutuskan bertanding meski harus menunda operasi akibat cedera patah tangan. Baginya, kesempatan tampil di kejuaraan dunia tidak boleh disia-siakan. Meski kalah dari wakil Jepang, Keita Nishimura, dengan skor 21-2 dan 21-7, Al Bedwawi tetap kembali berlaga di nomor ganda bersama Muhammad sebagai bentuk kebanggaan membela negaranya.
Cerita haru juga datang dari Richard Huray, atlet Slovakia yang menjadi wakil pertama negaranya dalam kejuaraan tersebut. Ia tidak mampu menahan emosi setelah bertanding di nomor tunggal putra SH6 melawan atlet Peru, Hector Jesus Salva Tunque. Walaupun kalah 21-7 dan 21-4, Huray merasa bangga dapat membawa nama negaranya ke panggung dunia.
Menariknya, Huray baru mengenal olahraga bulu tangkis saat pandemi COVID-19. Kini, di usia 30 tahun dan baru mengikuti tiga turnamen internasional, ia optimistis dapat terus berkembang serta berharap keikutsertaannya dapat memotivasi masyarakat di negaranya.
Sementara itu, Jacklynda Molidu hadir membawa harapan bagi Vanuatu dan kawasan Pasifik. Meski baru sekitar setahun menekuni bulu tangkis, ia mampu memberikan perlawanan sengit kepada pemain berpengalaman, Rachana Shaileshkumar Patel, dalam pertandingan tunggal putri SH6. Molidu bahkan sempat memimpin pada gim penentuan sebelum akhirnya kalah tipis dengan skor 21-14, 9-21, dan 18-21.
Meski gagal meraih kemenangan, Molidu tetap merasa bangga dapat mewakili negaranya. Ia juga bersyukur berhasil meraih satu kemenangan atas pemain berpengalaman dan menilai perkembangannya dalam satu tahun terakhir sangat signifikan.
Di Kejuaraan Dunia Parabulu Tangkis 2026, hasil pertandingan memang tercatat di papan skor. Namun, lebih dari itu, para atlet yang tampil untuk pertama kalinya telah menunjukkan bahwa olahraga ini terus berkembang dan membuka peluang bagi semakin banyak negara untuk bersinar di panggung internasional.












