SportsBook.co.id, Jakarta – Masa depan Mohamed Salah di Liverpool semakin menjadi sorotan. Pemain internasional Mesir itu dilaporkan tengah membuka pembicaraan dengan klub Arab Saudi, Al-Ittihad, yang menawarkan kontrak salah satu tertinggi dalam sejarah sepak bola. Rumor ini memunculkan spekulasi bahwa era Salah di Anfield mungkin akan segera berakhir.
Performa Musim Ini dan Situasi Terkini di Liverpool
Setelah membela timnas Mesir di Piala Afrika, Salah kembali ke Liverpool. Namun, penampilannya musim ini belum sepenuhnya memuaskan. Dari 25 pertandingan yang dijalani, pemain berusia 33 tahun itu mencatatkan total 12 kontribusi gol, terbagi atas enam gol dan enam assist. Statistik ini menurun jika dibandingkan dengan performa gemilangnya di musim-musim sebelumnya.
Ketegangan sempat muncul pada akhir November 2025 ketika Salah dicoret dari skuad Liverpool dalam tiga pertandingan berturut-turut. Kabar dari internal tim menyebutkan bahwa pemain Mesir itu sempat mengungkapkan kekecewaannya kepada manajer Arne Slot. Meski konflik itu akhirnya mereda demi kepentingan tim, retakan hubungan tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang membuat Salah mempertimbangkan opsi hengkang.
Tawaran Gaji Fantastis dari Arab Saudi
Menurut laporan Teamtalk pada Rabu (11/2/2026), beberapa klub di Arab Saudi bersiap memberikan gaji menggiurkan hingga 1,2 juta poundsterling per pekan, setara sekitar Rp27,5 miliar. Jumlah ini hampir tiga kali lipat dari gaji Salah saat ini di Liverpool.
Jika kesepakatan tercapai dalam kontrak berdurasi tiga tahun, total penghasilan sang pemain bisa menembus 187 juta poundsterling atau sekitar Rp4,29 triliun. Al-Ittihad dikabarkan sudah memulai negosiasi resmi dengan perwakilan Salah. Klub ini ingin menghadirkan bintang kelas dunia baru setelah kepergian Karim Benzema ke Al-Hilal. Salah dikatakan memberi persetujuan bagi agennya untuk melanjutkan pembicaraan lebih lanjut.
Liverpool Bersiap Menghadapi Era Tanpa Salah
Liverpool sejatinya menolak melepas Salah pada bursa transfer musim dingin lalu. Namun, kemungkinan kepindahan pada musim panas kini dianggap lebih realistis. Graeme Bailey, koresponden transfer, menyebut bahwa klub sudah memasuki fase akhir kehadiran Salah dan tengah menyiapkan penggantinya.
“Mereka merencanakan suksesi untuknya, bisa tahun ini atau tahun depan,” ujar Bailey. “Saya tidak melihat ini sebagai masalah besar. Bahkan jika performanya tetap bagus, kemungkinan ia pergi musim panas mendatang tetap ada. Ini bukan sekadar soal performa, tapi situasi kontraknya. Salah memiliki kontrak dua tahun lagi, sehingga kepergiannya bisa terjadi dalam jangka pendek.”
Bailey menambahkan bahwa penjualan musim panas mendatang mungkin menjadi keputusan yang menguntungkan bagi semua pihak. “Meskipun dia merupakan salah satu pemain terbaik di Premier League saat ini, peluang ia hengkang tetap ada. Liverpool telah menghabiskan hampir £300 juta untuk mendatangkan Hugo Ekitike, Florian Wirtz, dan Alexander Isak—tiga penyerang papan atas. Ini menandakan bahwa klub memang sedang menyiapkan era baru tanpa Salah.”
Sinyal Kuat Perpisahan di Lini Depan
Investasi besar Liverpool di lini serang menegaskan sinyal bahwa perpisahan dengan Salah bisa segera terjadi. Kedatangan pemain-pemain baru yang menelan biaya miliaran rupiah semakin memperkuat kemungkinan bahwa era sang bintang Mesir akan segera berakhir.
Jika Salah benar-benar hengkang ke Arab Saudi, ini akan menutup babak penting dalam sejarah modern Liverpool. Kepergian sang pemain tidak hanya menandai akhir dari salah satu era paling sukses di Anfield, tetapi juga membuka peluang baru bagi karier Salah di Timur Tengah, di mana dia bisa menikmati kontrak fantastis serta tantangan baru di luar Eropa.
Kesimpulan: Era Salah di Liverpool Mungkin Berakhir
Masa depan Mohamed Salah di Liverpool kini berada di persimpangan jalan. Tawaran fantastis dari Arab Saudi, ketegangan yang sempat muncul di Anfield, serta belanja besar klub untuk mendatangkan penyerang baru, semuanya menjadi indikator bahwa era Salah di Liverpool mungkin sudah mendekati penghujungnya.
Bagi Liverpool, keputusan untuk melepas atau mempertahankan Salah akan menjadi salah satu momen krusial dalam beberapa tahun terakhir. Sementara bagi Salah, peluang pindah ke Arab Saudi menawarkan keuntungan finansial luar biasa dan tantangan baru yang bisa menjadi babak penting dalam kariernya.












