SportsBook.co.id, Jakarta – Persaingan menuju empat besar Premier League musim ini kian memanas. Memasuki pekan ke-26, Manchester United dan Chelsea hanya terpaut satu poin dalam perebutan posisi yang menjadi batas akhir zona Liga Champions. Selisih tipis tersebut membuat setiap pertandingan tersisa terasa seperti laga final.
Baik MU maupun Chelsea sama-sama belum mampu memaksimalkan peluang pada pekan terbaru. Hasil imbang yang mereka raih membuat jarak di klasemen tidak berubah signifikan, sekaligus menjaga tensi persaingan tetap tinggi hingga memasuki fase akhir musim.
Hasil Imbang yang Menjaga Persaingan Tetap Ketat
Chelsea lebih dulu melakoni pertandingan di Stamford Bridge dengan menjamu Leeds United pada Rabu (11/02/2026) dini hari WIB. Tuan rumah sempat berada di atas angin setelah Joao Pedro membuka keunggulan pada menit ke-24. Dominasi The Blues berlanjut di babak kedua ketika Cole Palmer menggandakan skor pada menit ke-58.
Namun, keunggulan dua gol tersebut tak cukup untuk memastikan kemenangan. Leeds United bangkit dan memperkecil ketertinggalan lewat Lukas Nmecha pada menit ke-67. Tekanan tim tamu berbuah hasil ketika Noah Okafor mencetak gol penyeimbang enam menit berselang. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memaksa Chelsea harus puas berbagi angka di kandang sendiri.
Manchester United mengalami situasi serupa saat bertandang ke London Stadium. Menghadapi tuan rumah yang tampil disiplin, Setan Merah sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Tomas Soucek pada menit ke-50. MU berupaya keras mengejar ketertinggalan sepanjang babak kedua.
Gol yang dinanti akhirnya hadir di masa injury time. Benjamin Sesko menjadi penyelamat setelah memaksimalkan umpan Bryan Mbeumo pada menit ke-90+6. Tambahan satu poin membuat MU tetap bertahan di peringkat keempat dengan koleksi 45 angka, hanya unggul satu poin dari Chelsea yang menguntit di posisi kelima.
Lima Laga Penentu Menuju Empat Besar
Dengan selisih yang sangat tipis, lima pertandingan berikutnya diprediksi menjadi fase paling menentukan dalam perburuan tiket Liga Champions. Konsistensi dan ketahanan mental akan sangat diuji, mengingat jadwal padat dan kualitas lawan yang beragam.
Setiap kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap posisi di klasemen. Bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga bagaimana kedua tim mampu menjaga momentum serta mengelola tekanan dalam situasi genting.
Tantangan Manchester United: Relatif Bersahabat tapi Tetap Berat
Manchester United dinilai memiliki jalur yang sedikit lebih ringan dibanding pesaingnya. Mereka akan memulai rangkaian laga dengan bertandang ke markas Everton pada 23 Februari. MU tentu membawa ambisi mengakhiri catatan kurang memuaskan melawan The Toffees, mengingat kemenangan terakhir atas klub tersebut terjadi pada Desember 2024.
Setelah itu, pasukan Michael Carrick dijadwalkan menjamu Crystal Palace di Old Trafford pada 1 Maret. Tiga hari kemudian, mereka harus kembali melakoni laga tandang menghadapi Newcastle United. Jadwal yang rapat menuntut rotasi cermat dan kondisi fisik prima.
Ujian berat menanti saat MU menghadapi Aston Villa pada 15 Maret. Villa yang kini menempati posisi ketiga jelas bukan lawan mudah. Pertandingan ini berpotensi menjadi duel langsung yang berpengaruh pada komposisi empat besar.
MU kemudian menutup periode krusial sebelum jeda internasional dengan bertandang ke markas Bournemouth pada 20 Maret. Pertemuan sebelumnya antara kedua tim berlangsung dramatis dengan hujan delapan gol. Namun, performa Bournemouth yang semakin solid membuat laga ini tidak bisa dianggap enteng.
Secara mental, MU punya kepercayaan diri karena pernah meraih hasil positif atas beberapa lawan tersebut musim ini. Meski demikian, posisi mereka yang berada di peringkat keempat membuat tekanan lebih besar karena harus mempertahankan tempat dari kejaran pesaing.
Rintangan Terjal Chelsea di Momen Krusial
Berbeda dengan MU, Chelsea menghadapi jadwal yang relatif lebih berat. Mereka akan menjamu Burnley pada 21 Februari dalam laga yang di atas kertas memberikan peluang meraih tiga poin. Namun, tim yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi sering kali tampil tanpa beban dan berpotensi menyulitkan.
Setelah itu, tantangan sesungguhnya dimulai. Chelsea harus menjalani dua laga tandang beruntun melawan Arsenal (1 Maret) dan Aston Villa (4 Maret). Kedua tim tersebut berada di papan atas dan tengah bersaing ketat dalam perebutan gelar maupun zona Liga Champions.
Bermain di Emirates Stadium lalu bertolak ke Villa Park hanya dalam selang tiga hari jelas menjadi ujian fisik dan mental yang berat. Manajer Liam Rosenior dituntut mampu meramu strategi terbaik serta menjaga kebugaran skuadnya agar tetap kompetitif.
Usai periode sulit tersebut, Chelsea akan kembali ke Stamford Bridge untuk menghadapi Newcastle United pada 14 Maret. Meski performa Newcastle tidak selalu konsisten, mereka pernah menahan imbang The Blues 2-2 pada pertemuan sebelumnya.
Chelsea menutup lima laga krusial ini dengan tandang ke markas Everton pada 21 Maret. Rekor tak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir melawan The Toffees bisa menjadi suntikan motivasi tambahan bagi wakil London Barat itu.
Siapa yang Lebih Siap Menghadapi Tekanan?
Jika melihat komposisi lawan, Manchester United tampak memiliki jalur yang sedikit lebih bersahabat. Namun, posisi mereka yang saat ini berada di zona empat besar membuat beban untuk mempertahankan keunggulan menjadi tantangan tersendiri.
Chelsea memang harus melewati rintangan lebih terjal, terutama saat menghadapi Arsenal dan Aston Villa secara beruntun. Akan tetapi, justru di laga-laga besar itulah peluang untuk mencuri poin dan menyalip rival terbuka lebar.
Pada akhirnya, lima pertandingan ke depan bukan sekadar bagian dari kalender kompetisi. Inilah periode krusial yang dapat menentukan arah musim bagi kedua tim. Konsistensi, efektivitas di depan gawang, serta kekuatan mental akan menjadi faktor pembeda.
Siapa yang mampu menjaga stabilitas performa berpeluang besar mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Sementara itu, tim yang terpeleset harus rela melihat kompetisi elite Eropa tersebut hanya sebagai penonton.












