Sportsbook.co.id, Jakarta -Masa depan Marc Marquez di MotoGP kembali menjadi sorotan. Meski berstatus juara bertahan dan menjadi andalan utama Ducati, proses perpanjangan kontraknya menuju musim MotoGP 2027 ternyata berjalan tidak semulus yang diperkirakan. Pabrikan asal Italia itu bahkan mengakui adanya sejumlah detail yang sebelumnya dianggap sepele, namun justru membuat negosiasi berjalan lebih lama.
Sporting Director Ducati Corse, Mauro Grassilli, mengungkapkan bahwa memperpanjang masa bakti pembalap asal Catalunya tersebut jauh lebih menantang dibanding saat merekrutnya pertama kali.
Meski begitu, Grassilli menegaskan pihaknya masih optimistis kesepakatan akan tercapai dalam waktu dekat.
Kontrak Marquez Jadi Kunci Bursa Rider 2027
Menjelang dimulainya musim 2026, situasi kontrak pembalap papan atas masih tergolong cair. Hingga kini, baru empat rider yang sudah mengamankan kursi untuk musim 2027. Sementara itu, kontrak Marc Marquez sendiri akan berakhir pada akhir musim ini dan belum ada tanda tangan resmi untuk perpanjangan.
Padahal, dalam peluncuran Ducati Lenovo Team pada Januari lalu, Marquez sempat menyebut peluangnya bertahan di Ducati berada di angka “8 dari 10”. Pernyataan tersebut sempat meredakan spekulasi, namun situasi kini berkembang ke arah yang lebih kompleks.
Permintaan Kontrak 1+1 Jadi Isu Krusial
Menurut laporan media Italia, salah satu penyebab molornya kesepakatan adalah skema kontrak yang diinginkan Marquez. Alih-alih menandatangani kontrak dua musim penuh, The Baby Alien dikabarkan lebih memilih formula kontrak 1+1—satu musim dengan opsi perpanjangan satu tahun berikutnya.
Analisis dari media internasional menyebutkan bahwa skema tersebut berpotensi menjadi “pintu keluar” bagi Marquez jika situasi teknis Ducati tidak lagi menguntungkan setelah 2027. Dengan kata lain, klausul itu memberi fleksibilitas penuh bagi sang pembalap untuk mengevaluasi masa depannya.
Honda Mengintai, Regulasi Baru Jadi Taruhan
Nama Honda Racing Corporation kembali mencuat dalam rumor. Marquez disebut masih membuka peluang untuk kembali ke pabrikan berlogo sayap mengepak tersebut pada MotoGP 2028.
Perkembangan motor RC213V dinilai menunjukkan tren positif. Hasil tes pramusim di Sepang memperlihatkan peningkatan performa yang signifikan, berkat kerja kolaboratif para pembalap dan pengembang, termasuk Joan Mir, Luca Marini, serta kontribusi Aleix Espargaro di sisi teknis.
Situasi ini menjadi semakin menarik karena MotoGP 2027 akan memasuki era baru dengan regulasi mesin 850cc, turun dari 1000cc. Perubahan besar ini membuat seluruh pabrikan praktis harus membangun ulang motor mereka dari nol, tanpa ada jaminan dominasi Ducati akan berlanjut.
Ducati Akui Ada Detail yang Diremehkan
Grassilli tak menampik bahwa proses negosiasi kali ini memakan waktu lebih lama dari target awal Ducati.
Ia menyebut bahwa pihaknya kini lebih teliti dalam meninjau klausul kontrak, termasuk aspek-aspek kecil yang sebelumnya tidak terlalu diperhatikan saat kontrak pertama Marquez disepakati. Justru bagian-bagian inilah yang kini menjadi titik krusial dalam negosiasi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa arah pembicaraan masih positif dan kedua pihak sudah sangat dekat dengan kata sepakat.
Efek Domino ke Pecco Bagnaia
Di sisi lain, Ducati juga belum membuka pembicaraan kontrak baru dengan Francesco Bagnaia. CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengisyaratkan bahwa fokus utama pabrikan saat ini adalah menyelesaikan masa depan Marquez terlebih dahulu.
Bagnaia sendiri dituntut tampil meyakinkan di awal musim MotoGP 2026. Performa yang kurang stabil musim lalu—di mana ia finis di posisi kelima klasemen akhir—menjadi catatan penting yang harus segera ia tebus jika ingin mengamankan kontrak jangka panjang.
Menanti Keputusan Besar
Dengan regulasi baru, potensi kebangkitan Honda, serta dinamika internal Ducati, masa depan Marc Marquez kini berada di persimpangan penting. Kontrak 1+1 yang diminta sang juara dunia tujuh kali bisa menjadi kunci strategis—baik bagi dirinya maupun bagi peta kekuatan MotoGP pasca-2027.
Satu hal yang pasti, keputusan ini tak hanya menentukan arah karier Marc Marquez, tetapi juga akan berdampak besar pada konstelasi persaingan MotoGP dalam beberapa musim ke depan.












