Keshad Johnson Unggul atas Carter Bryant, Rebut Gelar Slam Dunk Contest 2026

Keshad Johnson tampil konsisten dan kreatif hingga menaklukkan Carter Bryant dalam Slam Dunk Contest NBA All-Star Weekend 2026.

INGLEWOOD, CALIFORNIA - FEBRUARY 14: Keshad Johnson #16 of the Miami Heat dunks during the AT&T Slam Dunk Contest during 2026 NBA All-Star Weekend at Intuit Dome on February 14, 2026 in Inglewood, California. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the GettyImages License Agreement. Ronald Martinez/Getty Images/AFP (Photo by RONALD MARTINEZ / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Sportsbook.co.id, Jakarta -Kontes Slam Dunk dalam rangkaian NBA All-Star Weekend 2026 kembali menyedot perhatian. Bertanding di Intuit Dome pada Sabtu (14/2), Keshad Johnson tampil konsisten dan berhasil keluar sebagai juara setelah mengungguli tiga peserta lainnya, termasuk Carter Bryant.

Pemain Miami Heat tersebut mencatatkan namanya dalam sejarah klub sebagai pemenang Slam Dunk Contest keempat. Sebelumnya, Heat pernah merayakan gelar serupa lewat Derrick Jones Jr. pada 2020, serta Harold Miner yang berjaya pada 1993 dan 1995.

Pada babak penyisihan, Johnson mengoleksi total nilai 92,8 dari dua dunk. Salah satu aksinya mencuri perhatian saat ia melompati rapper E-40 sebelum menyelesaikan dunk satu tangan dengan gaya unik, sementara tangan lainnya berada di belakang kepala. Penampilan tersebut mengantarkannya ke final bersama Carter Bryant, yang meraih nilai tertinggi di babak awal dengan 94,8. Dua peserta lain, Jaxson Hayes dan Jase Richardson, harus tersingkir.

Di partai final, Johnson kembali menunjukkan ketenangan dan kreativitas. Ia memastikan kemenangan lewat rangkaian gerakan memantulkan bola ke lantai, melewatkannya di antara kedua kaki, lalu menutup dengan dunk terbalik dari baseline. Aksi itu diganjar nilai 97,4, mengungguli Bryant yang mengantongi 93,0.

Meski sebagian penggemar menilai dunk Johnson tidak seekstrem duel legendaris Zach LaVine melawan Aaron Gordon, Johnson menegaskan bahwa setiap dunk memiliki karakter tersendiri.

“Dunking itu seni. Kita sudah sering melihat dunk luar biasa, dan memang tidak mudah menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Tapi setiap orang selalu punya cara yang berbeda,” ujar Johnson. Ia menambahkan bahwa sentuhan personal menjadi kunci, sambil tetap tampil percaya diri dan merayakan setiap dunk dengan tarian khasnya.

Dalam sejarah Slam Dunk Contest, beberapa nama masih tercatat sebagai pengoleksi gelar terbanyak. Nate Robinson dan Mac McClung sama-sama meraih tiga gelar, sementara dua kali juara pernah diraih oleh Dominique Wilkins, Harold Miner, Jason Richardson, Michael Jordan, dan Zach LaVine.

Kemenangan di Slam Dunk Contest 2026 ini menjadi pencapaian penting bagi Johnson, sekaligus menegaskan bahwa kreativitas dan kepercayaan diri tetap menjadi elemen utama dalam salah satu kontes paling ikonik di NBA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *