Sportsbook.co.id, Jakarta -Pembalap muda Formula 1, Oscar Piastri, menyuarakan kekhawatiran serius terkait rencana penerapan Straight-Line Mode (SLM) pada awal balapan Grand Prix. Menurutnya, penggunaan sistem tersebut saat start berpotensi menimbulkan risiko besar dan bisa berujung pada situasi berbahaya di lintasan.
SLM merupakan bagian dari konsep aerodinamika aktif yang direncanakan mulai diberlakukan pada musim Formula 1 2026. Sistem ini bekerja dengan membuka sayap belakang—mirip fungsi DRS—serta menurunkan flap sayap depan guna mengurangi hambatan udara di lintasan lurus, sebelum kembali ke konfigurasi normal saat memasuki tikungan.
Kekhawatiran muncul seiring pengalaman awal para pembalap yang menilai prosedur baru ini cukup kompleks dan rawan kesalahan, terutama saat start dari grid. Tantangan semakin besar setelah penghapusan MGU-H, yang membuat pembalap harus mengatur putaran turbo secara manual untuk menghindari turbo lag. Di sisi lain, mereka juga harus berhati-hati agar tidak memutar mesin secara berlebihan atau mengalirkan energi baterai terlalu besar ke sistem.
Diskusi lanjutan terkait isu ini dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Piastri menegaskan bahwa penggunaan SLM pada momen start balapan perlu dipertimbangkan secara matang demi keselamatan.
“Kami benar-benar membutuhkan tambahan waktu pengujian untuk memastikan semua sistem berjalan mendekati kondisi ideal,” kata Piastri kepada media, termasuk RacingNews365. “Bukan semata soal performa, tetapi ada banyak aspek keselamatan yang harus diperhatikan dan diselesaikan.”
Ia menambahkan bahwa fase start menjadi titik paling krusial. “Bayangkan 22 mobil melaju bersamaan dengan downforce yang berkurang cukup signifikan—itu terdengar seperti resep menuju bencana,” ujarnya.
Menurut Piastri, selain start, aspek menyalip juga akan menjadi tantangan besar hingga sistem tersebut benar-benar diuji dalam kondisi balapan sesungguhnya. Karena itu, ia menilai perlu ada pembahasan mendalam sebelum keputusan final diambil.












