SportsBook.co.id, Jakarta – Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, angkat bicara mengenai kondisi gelandang andalannya, Gledson Paixao, setelah timnya harus mengakui keunggulan Dewa United pada pekan ke-21 BRI Super League musim 2025/2026.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Sabtu (14/2/2026) sore WIB, PSM harus menelan kekalahan 0-2 di hadapan pendukung sendiri. Trucha berharap cedera yang dialami Gledson tidak berlarut-larut karena perannya sangat vital dalam skema permainan tim berjuluk Juku Eja tersebut.
Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Kedua kesebelasan sama-sama menunjukkan determinasi besar untuk menguasai jalannya pertandingan. Organisasi pertahanan yang rapi membuat peluang bersih sulit tercipta sepanjang babak pertama. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Namun, situasi berubah drastis menjelang akhir pertandingan. Ketika publik tuan rumah berharap laga berakhir imbang, Dewa United justru mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang PSM. Gol pembuka dicetak oleh Vico Duarte pada menit ke-90. Tak lama berselang, Alex Martins menggandakan keunggulan tim tamu di masa injury time (90+4’). Dua gol telat tersebut memupus harapan PSM untuk meraih poin.
Akibat hasil ini, PSM Makassar masih tertahan di posisi ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin. Dari 21 laga yang telah dilalui, mereka mencatat lima kemenangan, delapan hasil imbang, serta delapan kekalahan. Posisi tersebut tentu belum mencerminkan target tim di awal musim.
Evaluasi Strategi dan Pendekatan Permainan
Seusai pertandingan, Trucha menilai ada sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi. Salah satu sorotan utamanya adalah pendekatan bermain yang dinilai terlalu defensif, khususnya di babak kedua.
Menurut pelatih asal Republik Ceko tersebut, timnya seharusnya lebih berani menekan sejak area tengah lapangan. Ia merasa anak asuhnya terlalu dalam menunggu serangan lawan, sehingga memberi ruang bagi Dewa United untuk membangun serangan.
Trucha menekankan pentingnya kembali pada prinsip dasar permainan: kekompakan, kedisiplinan bertahan, dan keberanian dalam melakukan pressing. Ia mencontohkan laga sebelumnya saat menghadapi Padang dan Biak, di mana PSM mampu tampil lebih solid dan disiplin dalam menjaga jarak antarlini.
Dalam pandangannya, instruksi yang diberikan bukanlah untuk menumpuk pemain di sekitar kotak penalti sendiri. Sebaliknya, ia menginginkan tekanan dilakukan lebih awal agar lawan tidak leluasa mengatur ritme permainan. Selain itu, ketika berhasil merebut bola, PSM dinilai kurang tenang dalam menjaga penguasaan sehingga sering kehilangan momentum.
Trucha juga menyoroti aspek mental. Kebobolan di menit-menit akhir, menurutnya, menunjukkan konsentrasi yang harus tetap terjaga hingga peluit panjang dibunyikan. Ia mengakui timnya perlu belajar bagaimana mengelola pertandingan, terutama dalam situasi krusial menjelang akhir laga.
Cedera Gledson Jadi Perhatian Serius
Selain evaluasi taktik, perhatian besar juga tertuju pada kondisi Gledson Paixao. Pemain asal Brasil itu hanya tampil selama 45 menit sebelum akhirnya digantikan oleh Ananda Raehan di babak kedua.
Trucha menegaskan bahwa pergantian tersebut bukan semata-mata keputusan teknis. Gledson sendiri yang meminta untuk ditarik keluar karena merasakan nyeri yang sudah dialaminya dalam beberapa hari terakhir.
Menurut sang pelatih, gelandang berusia 54 tahun itu—yang dimaksud adalah usia Trucha—mengungkapkan harapannya agar kondisi Gledson segera membaik. Sang pemain diketahui sudah merasakan gangguan tersebut sekitar sepekan terakhir, namun tetap berupaya tampil demi membantu tim.
Situasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi PSM. Sejak direkrut pada awal musim, Gledson telah menjadi salah satu figur penting di lini tengah. Dari 16 penampilan yang telah ia catatkan, kontribusinya tidak hanya terlihat dari satu gol dan satu assist, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keseimbangan permainan.
Absennya Gledson dalam beberapa laga ke depan bisa berdampak pada stabilitas tim, terutama dalam fase transisi dari bertahan ke menyerang. Oleh karena itu, tim medis PSM akan memantau perkembangannya secara intensif sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Di tengah tekanan hasil yang belum konsisten, Trucha berharap skuadnya tetap solid dan tidak kehilangan kepercayaan diri. Ia menegaskan bahwa kompetisi masih panjang dan peluang untuk memperbaiki posisi klasemen tetap terbuka.
Kekalahan dari Dewa United memang menyakitkan, apalagi terjadi di kandang sendiri. Namun bagi Trucha, momen ini harus dijadikan pelajaran berharga untuk membangun mentalitas yang lebih kuat. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar PSM mampu bangkit pada pertandingan berikutnya dan kembali ke jalur positif di kompetisi musim ini.












