SportsBook.co.id, Jakarta – Tijjani Reijnders, gelandang andalan Manchester City, memberikan sinyal tegas kepada Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini. Reijnders menegaskan bahwa City tetap berada di jalur kuat untuk merebut gelar, meskipun persaingan di puncak klasemen semakin ketat.
Manchester City Pangkas Jarak dengan Arsenal
Dalam pekan terakhir, tekanan dari City semakin nyata. Tim besutan Pep Guardiola berhasil memangkas keunggulan Arsenal menjadi hanya empat poin di puncak klasemen. Momentum ini diperoleh berkat kemenangan beruntun atas Liverpool dan Fulham, yang membuat The Citizens semakin dekat dengan rivalnya di papan atas.
Selain itu, City juga melanjutkan kiprah mereka di Piala FA. Pada Sabtu (14/2/2026), mereka menundukkan Salford dengan skor 2-0 di Etihad Stadium. Kemenangan ini menjaga ritme positif tim di semua kompetisi yang sedang diikuti.
Suasana Tim Tetap Positif
Reijnders menyoroti suasana tim yang stabil meski sempat kehilangan beberapa poin di awal musim. “Suasana tim bagus, dan sebelumnya juga sudah bagus. Tentu kami sempat kehilangan beberapa poin, tetapi kondisinya tetap baik dan kami sedang memburu target serta terus melangkah,” ujarnya kepada ESPN, Minggu (15/2/2026).
Pemain asal Belanda itu menambahkan, “Kita lihat saja nanti, tetapi jika kami terus seperti ini, siapa yang tahu?” Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan kepada Arsenal bahwa City siap bersaing sampai akhir musim.
Penampilan Penuh Reijnders di Piala FA
Pada laga Piala FA putaran keempat, City menghadapi Salford dengan dominasi yang lebih terkendali dibanding kemenangan 8-0 di musim lalu. Gol bunuh diri Alfie Dorrington pada menit keenam membawa City unggul, namun tim asuhan Guardiola tidak menekan secara berlebihan.
Situasi ini memberikan kesempatan bagi Salford untuk mencoba peruntungan. Mantan gelandang Liverpool, Ben Woodburn, dan Brandon Cooper hampir menyamakan skor sebelum babak pertama berakhir. Namun, City tetap mampu menjaga kendali permainan.
Marc Guehi, yang sebelumnya memperkuat Crystal Palace, masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol pertamanya untuk memastikan kemenangan City. Reijnders sendiri bermain penuh selama 90 menit, menjadi salah satu dari sembilan perubahan yang dilakukan Guardiola pada laga tersebut.
Fokus dan Strategi di Lapangan
Reijnders menekankan bahwa tim ingin menghindari situasi seperti musim lalu, sehingga fokus utama adalah menjaga pertahanan. “Terkadang sulit menemukan ruang di antara lini dan menciptakan peluang, tetapi yang terpenting kami lolos ke putaran berikutnya,” jelasnya.
Dengan pengalaman bermain di level tinggi, Reijnders mampu menyesuaikan diri dengan ritme Liga Inggris. Musim ini adalah debutnya bersama City setelah dibeli dari AC Milan dengan nilai transfer 46,5 juta poundsterling pada musim panas lalu.
Adaptasi Cepat dan Kesan Premier League
Pemain berusia 27 tahun itu mengaku beruntung mendapat banyak kesempatan bermain. “Pelatih memberi saya waktu untuk beradaptasi, dan saya sudah memainkan banyak pertandingan. Saya sangat menyukainya,” ungkap Reijnders.
Ia menambahkan bahwa Premier League memiliki daya tarik tersendiri. “Saya menyukai Premier League, dan terutama saya menyukai tim tempat saya bermain sekarang,” katanya. Pernyataan ini sekaligus menegaskan betapa Reijnders menikmati perannya di City dan ingin berkontribusi maksimal.
Kesimpulan
Dengan performa yang konsisten di liga dan kompetisi domestik lainnya, Manchester City menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi pesaing utama Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris. Reijnders, sebagai salah satu gelandang kunci, memberikan peringatan tersirat kepada rivalnya bahwa City tidak akan menyerah.
Momentum kemenangan atas Salford di Piala FA menjadi bukti bahwa tim Guardiola mampu menjaga ritme permainan sekaligus memberi ruang bagi pemain untuk terus berkembang. Jika performa seperti ini terus dipertahankan, persaingan dengan Arsenal diprediksi akan berlangsung sengit hingga pekan terakhir.












