Performa Buruk Viktor Gyokeres: Apakah Arsenal Perlu Khawatir?

“Gyokeres Tanpa Tembakan, Arteta Dihadapkan Pilihan Sulit di Lini Depan”

Performa Buruk Viktor Gyokeres: Apakah Arsenal Perlu Khawatir?
Performa Buruk Viktor Gyokeres: Apakah Arsenal Perlu Khawatir?

SportBook.co.id, MedanArsenal harus puas pulang dengan hasil imbang 2-2 saat bertandang ke markas Wolverhampton, padahal laga ini semestinya bisa menjadi momen penting dalam upaya mereka mengejar gelar. Alih-alih memperlebar jarak, The Gunners justru pulang dengan pertanyaan besar, khususnya mengenai performa lini depan.

Sorotan pun kembali tertuju pada Viktor Gyokeres. Striker asal Swedia ini gagal menunjukkan ketajamannya, bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan sepanjang pertandingan, sebuah fakta yang cukup mengejutkan dalam laga yang sangat ketat ini.

Sebelum menghadapi Wolves, Gyokeres sempat mendapat perhatian karena catatan golnya yang meningkat sejak awal tahun. Namun, data Premier League terbaru justru menunjukkan performa yang jauh dari harapan, terutama untuk tim yang memimpin klasemen.

Ketajaman yang Menghilang di Momen Penting

Gyokeres datang ke Arsenal dengan reputasi sebagai pencetak gol andal, setelah mencetak hampir satu gol per pertandingan saat membela Sporting Lisbon. Ekspektasi itu masih membebani pundaknya, apalagi dalam pertandingan krusial yang menuntut penyerang utama untuk menjadi pembeda di kotak penalti.

Namun, saat melawan Wolves, Gyokeres sama sekali tidak menunjukkan ketajaman tersebut. Statistik mencatatnya tanpa satu pun tembakan, sebuah kondisi yang jarang terjadi bagi striker yang diharapkan menjadi ujung tombak serangan.

Yang lebih mengkhawatirkan, ini bukan kasus tunggal. Data menunjukkan bahwa dalam sekitar 60 persen penampilannya di Premier League musim ini, Gyokeres gagal melepaskan satu pun tembakan. Dalam konteks perburuan gelar, hal ini menjadi sinyal peringatan: dominasi bola tanpa ancaman nyata dari striker tengah sering kali berujung sia-sia.

Tantangan Arteta di Lini Depan

Situasi ini menempatkan Mikel Arteta pada dilema. Pilihan antara Gyokeres dan Gabriel Jesus belum memberikan jawaban jelas siapa yang paling layak memimpin lini depan.

Paul Merson menilai, baik Gyokeres maupun Gabriel Jesus belum tampil meyakinkan ketika dipercaya menjadi starter. Kontribusi mereka sering lebih terlihat dalam usaha defensif dan pressing ketimbang efektivitas di depan gawang.

Arsenal memang beruntung memiliki tim yang bisa mencetak gol dari berbagai lini, sehingga masalah striker utama bisa tampak tertunda. Namun, laga di Molineux memperlihatkan batas strategi ini. Saat ruang semakin sempit dan tekanan lawan meningkat, tim tetap membutuhkan striker yang mampu menciptakan peluang dari situasi sulit.

Statistik, Performa, dan Harapan

Secara angka, musim Gyokeres tidak sepenuhnya mengecewakan. Ia mencatat 13 gol dari 32 penampilan, delapan di antaranya di Premier League, catatan yang masih bisa dikatakan layak.

Namun, pengamat menilai kontribusinya belum sepadan dengan investasi besar dan peranannya sebagai ujung tombak. Ian Wright secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap level performa Gyokeres, meski menambahkan bahwa semua bisa dimaafkan jika Arsenal mampu menjuarai liga.

Perbandingan dengan Kai Havertz dan Gabriel Jesus kerap muncul, bukan hanya soal gol, tetapi juga keterlibatan dalam permainan, intensitas pressing, dan kemampuan membuka ruang bagi rekan satu tim.

Di tengah persaingan ketat di puncak klasemen, Arsenal tidak bisa mengandalkan harapan semata agar masalah ini hilang dengan sendirinya. Ketajaman striker utama tetap menjadi fondasi tim juara, dan sejauh ini, Gyokeres belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *