AC Milan Tertahan, Selisih dengan Inter Melebar Jadi Tujuh Angka

Tertahan Imbang di San Siro, Rossoneri Optimistis Kejar Ketertinggalan dari Inter dalam Perburuan Gelar Serie A

AC Milan Tertahan, Selisih dengan Inter Melebar Jadi Tujuh Angka
AC Milan Tertahan, Selisih dengan Inter Melebar Jadi Tujuh Angka

SportsBook.co.id, Jakarta – Hasil imbang yang diraih AC Milan saat menghadapi Como 1907 pada pekan ke-24 Serie A membuat jarak mereka dengan Inter Milan semakin melebar. Meski kini tertinggal tujuh poin dari rival sekota di puncak klasemen, Rossoneri menegaskan belum menyerah dalam perebutan gelar juara musim 2025/2026.

Bermain di kandang sendiri, AC Milan gagal memaksimalkan peluang untuk memangkas jarak. Tambahan satu poin memang menjaga mereka tetap di posisi kedua, tetapi hasil tersebut belum cukup untuk menekan Inter yang semakin kokoh di singgasana klasemen.

Como Beri Perlawanan Sengit di San Siro

Tampil di Stadion San Siro, Milan langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal pertandingan. Mereka mencoba mengendalikan tempo permainan melalui penguasaan bola dan distribusi cepat dari lini tengah.

Namun, solidnya lini pertahanan Como membuat berbagai upaya tuan rumah kerap mentah sebelum memasuki kotak penalti berbahaya. Disiplin serta organisasi permainan tim tamu menjadi kunci dalam meredam agresivitas Milan sepanjang babak pertama.

Alih-alih unggul, Rossoneri justru dikejutkan pada menit ke-32. Serangan balik cepat Como berbuah gol setelah Nico Paz memanfaatkan kelengahan di lini belakang Milan. Sepakan kaki kirinya meluncur deras dan gagal diantisipasi dengan sempurna oleh kiper Mike Maignan, yang melakukan kesalahan dalam mengantisipasi bola. Gol tersebut membuat publik tuan rumah terdiam dan memaksa Milan bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan.

Leao Selamatkan Milan dari Kekalahan

Tertinggal satu gol membuat Milan meningkatkan intensitas serangan selepas turun minum. Pergantian ritme permainan serta dorongan dari lini sayap mulai menciptakan celah di pertahanan Como.

Gol penyeimbang akhirnya tercipta pada menit ke-64. Bermula dari umpan lambung akurat yang dilepaskan oleh Ardon Jashari, bola mengarah ke jantung pertahanan Como. Tanpa membuang waktu, Rafael Leao menyambutnya dengan sentuhan lob terukur menggunakan kaki kanan.

Bola melambung melewati penjaga gawang Como, Jean Butez, sebelum akhirnya bersarang di gawang yang tak terjaga. Gol tersebut membangkitkan semangat Milan untuk memburu kemenangan.

Sepanjang sisa pertandingan, tekanan terus dilancarkan tuan rumah. Beberapa peluang emas tercipta, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap bertahan 1-1 hingga wasit meniup peluit panjang.

Peluang Terbuang di Tengah Dominasi

Secara statistik dan jalannya pertandingan, Milan tampil dominan. Mereka lebih unggul dalam penguasaan bola dan jumlah percobaan ke gawang. Akan tetapi, dominasi tersebut tidak sepenuhnya tercermin dalam hasil akhir.

Rafael Leao mengakui timnya seharusnya mampu meraih tiga poin dalam laga tersebut. Menurutnya, performa Milan sebenarnya lebih meyakinkan dibandingkan pertemuan sebelumnya melawan Como.

Ia menilai kelemahan utama tim terletak pada efektivitas di depan gawang, khususnya pada babak pertama. Setelah tertinggal, Milan memang menunjukkan reaksi positif dengan meningkatkan tekanan. Namun, determinasi dalam sentuhan akhir masih belum cukup tajam untuk memastikan kemenangan.

Kegagalan mengamankan poin penuh membuat Milan harus rela melihat Inter semakin nyaman di puncak klasemen. Dengan koleksi 54 poin, Rossoneri kini tertinggal tujuh angka dari rival abadinya tersebut.

Perburuan Scudetto Masih Terbuka

Meski jarak semakin melebar, Milan menolak untuk mengibarkan bendera putih dalam persaingan gelar Serie A. Kompetisi musim ini masih menyisakan 13 pertandingan, jumlah yang dinilai cukup untuk membalikkan keadaan.

Leao menegaskan bahwa persaingan di Serie A musim ini berlangsung sangat ketat. Setiap tim memiliki potensi menjegal tim lain, sehingga perubahan posisi di klasemen bisa terjadi sewaktu-waktu.

Ia menekankan bahwa fokus utama tim adalah memenangi pertandingan demi pertandingan tanpa terlalu memikirkan selisih poin. Dengan konsistensi dan kerja keras, peluang untuk menyalip Inter tetap terbuka.

Optimisme tersebut juga didukung oleh kualitas skuad Milan yang dinilai mampu bersaing hingga akhir musim. Namun, mereka perlu meningkatkan konsistensi, terutama saat menghadapi tim-tim yang secara peringkat berada di bawah.

Tantangan Konsistensi Menuju Akhir Musim

Hasil imbang kontra Como menjadi pengingat bahwa setiap poin sangat berharga dalam perburuan gelar. Milan tidak boleh lagi kehilangan angka jika ingin terus menjaga asa juara.

Selain memperbaiki efektivitas serangan, fokus di lini pertahanan juga perlu ditingkatkan agar kesalahan individual tidak kembali merugikan tim. Dalam kompetisi seketat Serie A, detail kecil sering kali menjadi pembeda antara kemenangan dan hasil imbang.

Dengan jadwal yang masih panjang, segalanya masih mungkin terjadi. Tekanan kini ada di pundak Milan untuk menjaga momentum dan berharap Inter terpeleset di laga-laga mendatang.

Satu hal yang pasti, Rossoneri belum menyerah. Perburuan Scudetto masih hidup, dan mereka bertekad untuk terus memberikan tekanan hingga pekan terakhir musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *