SportsBook.co.id, Jakarta – Manajemen Persib Bandung berencana melayangkan surat resmi kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebagai bentuk keberatan atas kepemimpinan wasit dalam laga kontra Ratchaburi FC. Pertandingan tersebut merupakan leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026) malam.
Dalam pertandingan tersebut, Maung Bandung berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 di hadapan pendukungnya sendiri. Namun hasil itu belum cukup untuk membalikkan keadaan. Kekalahan 0-3 pada leg pertama di Thailand membuat Persib harus tersingkir dengan agregat 1-3.
Sorotan utama seusai pertandingan tertuju pada kepemimpinan wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Alshamrani. Sejumlah keputusan yang diambil sepanjang laga dinilai menimbulkan tanda tanya, baik oleh pemain maupun jajaran pelatih Persib.
Evaluasi Kepemimpinan Wasit Jadi Perhatian
Pelatih Persib, Bojan Hodak, tidak menutup mata terhadap sejumlah keputusan kontroversial yang terjadi di lapangan. Dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan, ia memberikan sinyal bahwa ada beberapa momen yang layak untuk dievaluasi lebih lanjut oleh otoritas kompetisi.
Meski demikian, Bojan memilih berhati-hati dalam menyampaikan komentarnya. Ia menyadari bahwa pernyataan terbuka terkait kepemimpinan wasit bisa menimbulkan konsekuensi tersendiri. Karena itu, ia menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen klub untuk menindaklanjuti persoalan tersebut melalui jalur resmi.
Menurutnya, keberatan yang diajukan bukan semata-mata untuk mencari pembenaran atas hasil pertandingan, melainkan demi menjaga kualitas dan integritas kompetisi. Evaluasi menyeluruh dianggap penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Kemenangan yang Tak Cukup
Secara permainan, Persib tampil lebih agresif pada leg kedua. Sejak menit awal, tekanan diberikan ke lini pertahanan Ratchaburi FC. Gol yang tercipta menjadi bukti bahwa Maung Bandung mampu bangkit setelah hasil buruk di leg pertama.
Namun, keunggulan satu gol tidak cukup untuk mengejar defisit tiga gol yang diderita sebelumnya. Dengan agregat 1-3, langkah Persib di kompetisi Asia musim ini harus terhenti di babak 16 besar.
Bojan mengakui bahwa kegagalan lolos tidak sepenuhnya bisa disandarkan pada kepemimpinan wasit di leg kedua. Ia secara jujur menilai penampilan tim pada pertandingan pertama menjadi faktor paling krusial yang menentukan nasib mereka.
Leg Pertama Jadi Titik Penentuan
Bagi Bojan, kekalahan telak di Thailand menjadi akar persoalan utama. Dalam laga tandang tersebut, performa tim dinilai jauh dari standar yang diharapkan. Koordinasi antarlini kurang solid dan efektivitas serangan tidak maksimal.
Ia menegaskan bahwa tim seharusnya bisa tampil lebih kompetitif pada leg pertama. Jika mampu membawa pulang hasil yang lebih baik, situasi di leg kedua tentu akan berbeda.
Menurutnya, evaluasi terbesar harus diarahkan pada konsistensi permainan. Kompetisi level Asia menuntut stabilitas performa dalam dua leg pertandingan, bukan hanya satu laga saja.
Fokus Kembali ke Kompetisi Domestik
Setelah tersingkir dari AFC Champions League Two, Persib kini mengalihkan konsentrasi ke kompetisi domestik. Bojan menilai timnya tidak boleh terlalu larut dalam kekecewaan.
Ia menyebut bahwa masih banyak target yang bisa dikejar musim ini. Dengan jadwal liga yang padat, fokus dan kebugaran pemain harus segera dipulihkan. Momentum kemenangan di leg kedua diharapkan bisa menjadi modal positif untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Menurut pelatih berusia 54 tahun tersebut, mentalitas tim justru terlihat membaik pada babak pertama leg kedua. Intensitas permainan, keberanian menekan, serta disiplin taktik menunjukkan bahwa Persib sebenarnya memiliki kapasitas untuk bersaing di level Asia.
Tetap Melihat Sisi Positif
Walaupun gagal melangkah lebih jauh, Bojan tetap menyoroti aspek positif dari performa anak asuhnya. Ia menilai permainan di 45 menit pertama leg kedua menunjukkan karakter dan determinasi yang kuat.
Tekanan konsisten yang diberikan kepada lawan membuat Ratchaburi FC kesulitan mengembangkan permainan. Jika konsistensi tersebut bisa dipertahankan, Bojan optimistis Persib mampu meraih hasil lebih baik di masa depan.
Ia menekankan bahwa proses pembangunan tim tidak berhenti hanya karena satu kegagalan. Pengalaman tampil di kompetisi Asia akan menjadi pelajaran berharga bagi para pemain, terutama mereka yang baru pertama kali merasakan atmosfer pertandingan internasional.
Harapan terhadap Respons AFC
Surat resmi yang akan dikirimkan manajemen Persib kepada AFC diharapkan dapat membuka ruang evaluasi terhadap kinerja perangkat pertandingan. Meski tidak akan mengubah hasil yang sudah terjadi, langkah tersebut dianggap penting sebagai bentuk tanggung jawab klub.
Persib ingin memastikan bahwa setiap pertandingan di level Asia berlangsung secara adil dan profesional. Transparansi serta akuntabilitas dalam pengambilan keputusan di lapangan menjadi hal yang krusial bagi perkembangan sepak bola kawasan.
Pada akhirnya, perjalanan Persib di AFC Champions League Two musim ini memang harus terhenti. Namun, semangat untuk terus berkembang dan memperbaiki diri tetap menjadi prioritas utama. Dengan pengalaman yang telah didapat, Maung Bandung diharapkan bisa tampil lebih matang dan kompetitif pada kesempatan berikutnya.












