Singkirkan Persib, Bos Ratchaburi FC Klaim Liga Thailand Terbaik di Asia Tenggara

Ratchaburi Ukir Sejarah di ACL Two Usai Singkirkan Persib, Presiden Klub Tegaskan Dominasi Liga Thailand di Asia Tenggara

Singkirkan Persib, Bos Ratchaburi FC Klaim Liga Thailand Terbaik di Asia Tenggara
Singkirkan Persib, Bos Ratchaburi FC Klaim Liga Thailand Terbaik di Asia Tenggara

SportsBook.co.id, Jakarta – Kiprah wakil Thailand, Ratchaburi FC, di ajang AFC Champions League Two 2025–26 menjadi sorotan. Klub yang bermarkas di Ratchaburi itu memastikan langkah ke perempat final usai menyingkirkan raksasa Indonesia, Persib Bandung, dengan keunggulan agregat 3-1.

Meski harus menelan kekalahan 0-1 pada leg kedua yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026) malam WIB, hasil tersebut tak menggagalkan langkah mereka. Kemenangan telak 3-0 di pertemuan pertama menjadi modal krusial yang akhirnya mengantar Ratchaburi ke babak delapan besar.

Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian teknis di atas lapangan, tetapi juga menjadi tonggak sejarah baru bagi klub yang dalam beberapa musim terakhir terus menunjukkan perkembangan signifikan di kompetisi domestik Thailand.

Modal Besar dari Leg Pertama

Keunggulan agregat Ratchaburi tak lepas dari performa impresif mereka pada leg pertama yang digelar 11 Februari lalu. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim asal Thailand tersebut tampil dominan dan sukses mengamankan kemenangan 3-0.

Dua gol dicetak oleh Pedro Tana yang tampil tajam sepanjang pertandingan, sementara satu gol tambahan disumbangkan Gabriel Mutombo Kupa. Kombinasi permainan cepat, disiplin lini belakang, serta efektivitas penyelesaian akhir membuat Persib kesulitan mengembangkan permainan.

Hasil telak tersebut menjadi fondasi penting bagi Ratchaburi ketika bertandang ke Bandung. Walaupun Persib mampu membalas dengan kemenangan tipis 1-0 di leg kedua, skor tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan secara agregat.

Namun, laga di Bandung tak sepenuhnya berjalan mulus. Seusai pertandingan, terjadi insiden kericuhan yang melibatkan sebagian suporter tuan rumah. Kekecewaan atas kegagalan timnya berbuah aksi tidak terpuji, termasuk masuknya sejumlah oknum ke lapangan dan gangguan terhadap awak media. Peristiwa itu menjadi catatan kelam yang mencoreng atmosfer pertandingan besar di level Asia.

Kebanggaan Sang Presiden Klub

Terlepas dari insiden yang terjadi, Presiden Ratchaburi FC, Fluke Thanawach Nitikanchana, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pemain, staf pelatih, serta pendukung yang setia mengawal perjalanan klub di kompetisi Asia.

Dalam pernyataannya di media sosial pribadi, Thanawach menegaskan bahwa target yang dicanangkan sejak awal musim telah tercapai. Ia menyoroti agregat 3-1 atas Persib sebagai bukti kerja keras seluruh elemen tim.

Menurutnya, keberhasilan melangkah ke perempat final menjadi momen bersejarah karena Ratchaburi menjadi klub Thailand pertama yang mampu menembus fase tersebut di ajang ACL Two. Ia juga menekankan bahwa timnya berhasil mengalahkan juara liga Vietnam serta juara liga Indonesia, meskipun di kompetisi domestik musim lalu Ratchaburi hanya finis di posisi keempat.

Pernyataan tersebut secara tidak langsung menjadi klaim bahwa kualitas kompetisi Thailand saat ini berada di level tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Baginya, fakta bahwa klub peringkat empat liga domestik mampu bersaing dan menyingkirkan para juara dari negara lain merupakan indikator kuat daya saing Liga Thailand.

Membawa Nama Thailand ke Panggung Asia

Bagi Thanawach, partisipasi di ACL Two bukan sekadar tentang prestasi klub, melainkan juga tentang membawa identitas nasional. Ia mengaku sejak awal sudah membayangkan lambang bendera Thailand tersemat di dada kiri sebagai simbol tanggung jawab mewakili negara.

Semangat tersebut menjadi motivasi tambahan bagi Ratchaburi dalam setiap laga. Mereka sadar, tampil di kompetisi antarklub Asia adalah kesempatan langka yang belum tentu datang setiap musim, mengingat ketatnya persaingan di liga domestik.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh pemain diminta bertarung habis-habisan di setiap menit pertandingan. Dalam turnamen sekelas Asia, satu momen kecil dapat menentukan nasib klub. Oleh sebab itu, mental pejuang menjadi nilai yang terus ditekankan manajemen dan tim pelatih.

Keberhasilan ini, lanjutnya, harus menjadi kebanggaan bersama seluruh suporter Ratchaburi. Apa pun yang akan terjadi pada musim-musim berikutnya, pencapaian menembus perempat final telah mengukir babak baru dalam sejarah klub sekaligus sepak bola Thailand.

Tantangan Berat Menanti di Perempat Final

Perjalanan Ratchaburi belum usai. Di babak delapan besar, mereka sudah ditunggu lawan tangguh asal Jepang, Gamba Osaka. Klub J-League tersebut melangkah ke fase ini setelah menyingkirkan wakil Korea Selatan, Pohang Steelers, dengan agregat 3-2.

Pertemuan melawan Gamba Osaka diprediksi menjadi ujian sesungguhnya bagi Ratchaburi. Dari segi pengalaman dan tradisi di kompetisi Asia, klub Jepang itu jelas memiliki rekam jejak yang lebih panjang. Namun, Ratchaburi telah menunjukkan bahwa mereka mampu menciptakan kejutan.

Kepercayaan diri menjadi modal penting bagi wakil Thailand tersebut. Mereka telah membuktikan kapasitasnya dengan menyingkirkan tim-tim kuat dari Asia Tenggara. Kini, tantangan berikutnya adalah menunjukkan bahwa mereka juga mampu bersaing dengan kekuatan dari Asia Timur.

Jika mampu melangkah lebih jauh, Ratchaburi bukan hanya akan memperpanjang sejarah klub, tetapi juga mempertegas posisi sepak bola Thailand di peta persaingan Asia. Apa pun hasilnya nanti, keberhasilan hingga perempat final sudah menjadi pencapaian monumental yang sulit dilupakan oleh para pendukungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *