BRI Super League: Sheriddin Boboev Rasakan Hangatnya Ramadan Bersama PSM Makassar

Sheriddin Boboev Cetak Gol Perdana dan Tetap Tampil Optimal Bersama PSM Makassar di Tengah Atmosfer Ramadan BRI Super League

BRI Super League: Sheriddin Boboev Rasakan Hangatnya Ramadan Bersama PSM Makassar
BRI Super League: Sheriddin Boboev Rasakan Hangatnya Ramadan Bersama PSM Makassar

SportsBook.co.id, Jakarta – Ramadan selalu menghadirkan cerita tersendiri bagi para pemain asing yang merumput di Indonesia. Tradisi, atmosfer religius, hingga antusiasme masyarakat dalam menyambut bulan suci menjadi pengalaman baru yang berkesan. Hal itu juga dirasakan oleh penyerang anyar PSM Makassar asal Tajikistan, Sheriddin Boboev, yang kini tengah menjalani musim perdananya di kompetisi BRI Super League.

Bagi Boboev, Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan. Di Indonesia, ia menemukan suasana yang berbeda namun tetap familiar. Tradisi berbuka puasa bersama, dukungan suporter yang tetap bergelora meski pertandingan digelar malam hari, hingga ritme latihan yang disesuaikan, menjadi bagian dari adaptasinya sebagai pemain profesional.

Gol Perdana di Tengah Tekanan

Penyerang berusia 26 tahun tersebut akhirnya mencatatkan gol perdananya di liga saat PSM bertandang ke markas Persija Jakarta pada Jumat malam (20/2/2026). Meski timnya harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2, momen itu tetap menjadi catatan penting dalam perjalanan kariernya di Indonesia.

Gol tersebut seakan menjadi jawaban atas ekspektasi publik yang menaruh harapan besar kepadanya. Sebagai rekrutan anyar, Boboev datang dengan reputasi cukup baik setelah sebelumnya berkarier di Malaysia. Namun, tekanan kompetisi kasta tertinggi Indonesia tentu menghadirkan tantangan tersendiri.

Ia mengakui, mencetak gol di tengah atmosfer laga besar memberi tambahan motivasi. Terlebih pertandingan berlangsung saat Ramadan, di mana kondisi fisik pemain yang berpuasa kerap menjadi sorotan. Meski demikian, Boboev merasa dirinya mampu menjaga performa dengan baik.

Puasa Bukan Hambatan

Berbicara soal menjalani ibadah puasa di Indonesia, Boboev menilai tak ada kendala berarti. Pengalamannya bermain di Liga Super Malaysia membuatnya sudah terbiasa dengan iklim tropis Asia Tenggara. Menurutnya, kondisi cuaca di Indonesia tak jauh berbeda dengan yang pernah ia rasakan sebelumnya.

Ia menuturkan bahwa menjalani puasa sambil tetap bertanding adalah bagian dari tanggung jawab sebagai atlet profesional. Penyesuaian pola makan, waktu istirahat, hingga manajemen energi menjadi kunci agar tetap tampil optimal di lapangan. Dengan pengalaman yang dimiliki, Boboev merasa proses tersebut berjalan cukup lancar.

Bagi dirinya, suasana Ramadan di Indonesia bahkan terasa hangat dan penuh kebersamaan. Dukungan dari rekan setim serta staf pelatih membuatnya merasa nyaman. Hal ini turut membantu proses adaptasi yang sedang ia jalani sejak pertama kali bergabung dengan PSM.

Proses Adaptasi Masih Berjalan

Meski telah mencetak gol, Boboev menyadari performanya belum mencapai level terbaik. Ia mengungkapkan bahwa adaptasi terhadap lingkungan baru membutuhkan waktu. Perbedaan budaya, gaya bermain, hingga ritme kompetisi menjadi aspek yang harus dipelajari secara bertahap.

Eks pemain Penang FC tersebut menilai dirinya masih terus berproses. Setiap pertandingan dijadikannya sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih efektif di laga berikutnya. Ia optimistis, seiring waktu berjalan, kontribusinya bagi tim akan semakin signifikan.

Menurut Boboev, cuaca di Indonesia memang berbeda dibandingkan dengan negara asalnya di Tajikistan. Namun, ia tak menjadikannya sebagai alasan. Justru, tantangan tersebut ia anggap sebagai bagian dari perjalanan profesional yang harus dihadapi dengan sikap positif.

Merasa Tak Pantas Kalah

Terkait hasil pertandingan melawan Persija, Boboev memiliki pandangan tersendiri. Ia menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik dan mampu mengimbangi permainan lawan. Dalam pandangannya, PSM tak sepantasnya pulang tanpa poin dari laga tersebut.

Gol penentu kemenangan Persija yang dicetak oleh Maxwell lahir dari situasi yang kurang menguntungkan bagi PSM. Kesalahan di lini belakang membuat peluang lawan berbuah gol. Meski demikian, Boboev enggan menyalahkan individu tertentu. Ia menegaskan bahwa sepak bola adalah permainan tim, di mana kemenangan maupun kekalahan menjadi tanggung jawab bersama.

Baginya, pertandingan itu tetap menyisakan hal positif. Performa tim dinilai menunjukkan perkembangan, terutama dalam membangun serangan dan menjaga intensitas permainan. Ia percaya, jika konsistensi dapat dipertahankan, hasil lebih baik akan datang pada laga-laga berikutnya.

Fokus Menatap Laga Selanjutnya

Kekalahan dari Persija menjadi pelajaran berharga bagi PSM. Boboev menyebut timnya harus segera bangkit dan memusatkan perhatian pada pertandingan selanjutnya. Kompetisi masih panjang, dan peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen tetap terbuka lebar.

Sebagai penyerang, ia bertekad meningkatkan ketajaman serta memperkuat chemistry dengan rekan-rekan setim. Ia yakin, seiring meningkatnya pemahaman taktik dan komunikasi di lapangan, produktivitas golnya juga akan bertambah.

Ramadan tahun ini menjadi pengalaman istimewa bagi Sheriddin Boboev. Di tengah tantangan adaptasi dan tekanan kompetisi, ia menemukan semangat baru bersama PSM Makassar. Dengan kerja keras dan konsistensi, bukan tidak mungkin namanya akan semakin bersinar di BRI Super League musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *