BRI Super League: Main di Ramadan dan Latihan Hingga Malam, Barba Tegaskan Persib Tetap Fokus Hadapi Persita

Persib Bandung Bertekad Bangkit di BRI Super League, Federico Barba Pastikan Tim Tetap Solid dan Siap Hadapi Persita Tangerang Meski Jalani Latihan Malam Selama Ramadan

BRI Super League: Main di Ramadan dan Latihan Hingga Malam, Barba Tegaskan Persib Tetap Fokus Hadapi Persita
BRI Super League: Main di Ramadan dan Latihan Hingga Malam, Barba Tegaskan Persib Tetap Fokus Hadapi Persita

SportsBook.co.id, JakartaPersib Bandung bersiap melakoni laga pekan ke-22 BRI Super League musim 2025/2026 dengan menghadapi Persita Tangerang. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Minggu (22/2/2026) pukul 20.30 WIB.

Laga ini menjadi momen spesial karena digelar pada bulan Ramadan. Selain itu, pertandingan tersebut juga menjadi ajang pembuktian bagi Maung Bandung setelah tersingkir dari kompetisi Asia. Bek asing Persib, Federico Barba, memastikan bahwa timnya tetap dalam kondisi siap tempur meski harus beradaptasi dengan jadwal yang berbeda dari biasanya.

Adaptasi Latihan di Bulan Ramadan

Memasuki bulan suci Ramadan, perubahan jadwal latihan menjadi salah satu penyesuaian utama yang dilakukan tim. Sesi latihan digeser mendekati malam hari untuk menyesuaikan kondisi para pemain yang menjalankan ibadah puasa.

Menurut Barba, situasi tersebut memang terasa berbeda dibandingkan rutinitas normal. Namun, ia menilai perubahan itu bukanlah hambatan besar. Pemain asal Italia tersebut mengaku sudah memiliki pengalaman bermain dalam situasi serupa sebelumnya.

Ia menyebut latihan yang berlangsung hingga larut malam memang membutuhkan adaptasi, terutama dalam menjaga ritme tidur dan pemulihan fisik. Meski demikian, ia melihat para pemain tetap menjalani program dengan profesional dan penuh tanggung jawab.

Bagi Barba, hal terpenting adalah bagaimana tim menjaga konsistensi fokus dan kebugaran. Selama persiapan berjalan dengan baik dan komunikasi antarpemain tetap solid, ia yakin tidak ada alasan untuk tampil di bawah standar.

Musim Masih Panjang, Fokus ke Kompetisi Domestik

Kegagalan melangkah lebih jauh di AFC Champions League 2 sempat menjadi pukulan bagi Persib. Harapan untuk berbicara lebih banyak di level Asia harus terhenti, namun Barba menegaskan bahwa perjalanan musim ini belum berakhir.

Ia memilih mengambil sisi positif dari pengalaman tersebut. Menurutnya, setiap pertandingan memberikan pelajaran berharga yang dapat dijadikan bekal untuk menghadapi sisa kompetisi domestik.

Barba menilai tim sudah menunjukkan kerja keras maksimal di kompetisi Asia. Kini, saatnya seluruh fokus diarahkan kembali ke liga. Ia percaya bahwa mentalitas untuk bangkit setelah kegagalan adalah ciri tim besar.

Baginya, menjaga motivasi menjadi kunci utama. Persib masih memiliki target yang harus dikejar di kompetisi domestik. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh rekan setim untuk tidak larut dalam kekecewaan dan segera mengalihkan energi pada laga-laga penting ke depan.

Pentingnya Soliditas Ruang Ganti

Selain faktor teknis dan fisik, Barba juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam tim. Ia percaya bahwa kekuatan utama Persib bukan hanya pada kualitas individu, tetapi pada soliditas kolektif.

Menurutnya, setiap elemen di ruang ganti memiliki peran penting. Mulai dari pemain inti, pelapis, hingga staf pelatih, semuanya harus berada dalam satu visi yang sama. Dalam situasi sulit, kebersamaan menjadi fondasi untuk kembali bangkit.

Barba menegaskan bahwa komunikasi dan rasa saling percaya antar pemain harus terus dijaga. Ia melihat atmosfer tim saat ini tetap kondusif meskipun baru saja mengalami hasil kurang memuaskan di level Asia.

Dengan semangat kolektif tersebut, ia optimistis Persib mampu melalui fase ini dan kembali menunjukkan performa terbaiknya di lapangan.

Waspadai Perlawanan Persita

Menatap duel kontra Persita, Barba menyadari pertandingan tidak akan berjalan mudah. Pada pertemuan sebelumnya, Persib merasakan betapa alotnya perlawanan yang diberikan lawan berjuluk Pendekar Cisadane itu.

Ia mengingat laga pertama berlangsung ketat dan penuh tekanan. Hal itu menjadi pengingat bahwa Persita bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata. Mereka memiliki organisasi permainan yang rapi serta semangat juang tinggi.

Namun kali ini, Persib memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Dukungan suporter di Stadion GBLA diyakini dapat menjadi energi tambahan bagi para pemain.

Barba berharap atmosfer kandang mampu memberikan dorongan moral sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim. Ia menegaskan bahwa bermain di rumah sendiri harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meraih tiga poin.

Target Tiga Poin di Kandang

Sebagai tuan rumah, Persib tentu mengincar kemenangan. Tambahan tiga angka sangat penting untuk menjaga posisi di papan klasemen sekaligus memperbaiki suasana setelah kegagalan di kompetisi Asia.

Barba menilai kunci kemenangan terletak pada disiplin taktik dan konsentrasi sepanjang laga. Ia mengingatkan bahwa pertandingan malam hari di bulan Ramadan bisa menghadirkan dinamika berbeda, sehingga fokus tidak boleh kendur.

Ia juga menekankan pentingnya memulai laga dengan intensitas tinggi. Gol cepat bisa menjadi pembeda dan mempermudah jalannya pertandingan. Namun, ia tetap mengingatkan agar tim tidak terburu-buru dan tetap bermain sesuai rencana.

Dengan persiapan yang sudah dilakukan, Barba percaya Persib memiliki kapasitas untuk tampil solid. Ia optimistis timnya mampu menunjukkan respons positif dan kembali ke jalur kemenangan.

Bagi Persib, laga ini bukan sekadar pertandingan rutin liga. Ini adalah momentum kebangkitan, pembuktian mentalitas, serta kesempatan untuk menegaskan bahwa mereka tetap menjadi salah satu kekuatan utama di kompetisi domestik.

Dengan kombinasi pengalaman, kebersamaan tim, dan dukungan suporter, Maung Bandung diharapkan mampu melewati tantangan Ramadan dan jadwal malam dengan hasil maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *