SportBook.co.id, Medan – Kejutan besar tercipta di Liga Champions 2025/2026 ketika Bodo/Glimt menyingkirkan Inter Milan dengan agregat 5-2, memastikan tempat mereka di babak 16 besar. Prestasi ini muncul meski liga domestik Norwegia, Eliteserien, sedang dalam jeda dan baru akan bergulir kembali pada April 2026.
Kesuksesan tim asal Norwegia ini menarik perhatian banyak pihak di Eropa. Mereka mampu mempertahankan konsistensi dan kualitas permainan, bahkan ketika lawan-lawannya berada dalam ritme kompetisi reguler. Kemenangan atas Inter menunjukkan bahwa Bodo/Glimt kini menjadi kekuatan yang sulit diabaikan dalam kompetisi klub elite Eropa.
Kehebatan Bodo/Glimt tidak hanya terlihat saat menghadapi Inter. Mereka sebelumnya telah menaklukkan beberapa tim besar Eropa, membuktikan bahwa perencanaan matang dan strategi cerdas bisa menutupi perbedaan sumber daya yang signifikan. Kisah mereka menjadi inspirasi bagi klub-klub underdog di seluruh dunia.
Bodo/Glimt Cetak Sejarah di Liga Champions
Bodo/Glimt mencatatkan perjalanan impresif di Liga Champions 2025/2026, dengan deretan hasil mengejutkan. Klub ini menunjukkan mental kuat dan kualitas permainan yang tidak bisa diremehkan, meski liga domestik mereka sedang libur panjang.
Sebelum menyingkirkan Inter, Bodo/Glimt lebih dulu menorehkan kejutan. Pada 21 Januari 2026, mereka menang 3-1 atas Manchester City, dengan dua gol cepat dari Kasper Høgh dan satu gol tambahan dari Jens Petter Hauge. Selanjutnya, pada 29 Januari 2026, mereka menaklukkan Atletico Madrid 2-1 di markas lawan berkat gol Fredrik Sjovold dan Kasper Høgh.
Kemenangan-kemenangan ini bukan sekadar angka, tapi menunjukkan bahwa Bodo/Glimt mampu menantang dominasi klub-klub top Eropa. Meskipun sempat diragukan, mereka membungkam skeptisisme dan memastikan posisi kualifikasi terakhir dengan penampilan dramatis di fase grup.
Pertarungan Inter vs Bodo/Glimt yang Dramatis
Babak playoff fase gugur menghadirkan duel sengit antara Inter dan Bodo/Glimt. Pada leg pertama, 19 Februari 2026, Bodo/Glimt menang 3-1 di kandang mereka. Gol dicetak oleh Fet, Hauge, dan Høgh, memberikan keunggulan penting bagi tim Norwegia.
Leg kedua di San Siro pada 25 Februari 2026 kembali menjadi milik Bodo/Glimt dengan skor 2-1. Jens Petter Hauge membuka skor pada menit ke-58, diikuti gol Håkon Evjen di menit ke-72, sementara Alessandro Bastoni membalas satu gol untuk Inter.
Agregat 5-2 memastikan Bodo/Glimt melaju ke babak 16 besar dan menegaskan superioritas mereka atas Inter Milan. Penampilan konsisten ini menegaskan bahwa tim Norwegia tersebut pantas melangkah lebih jauh di kompetisi elite Eropa.
Kunci Keberhasilan di Tengah Jeda Liga Domestik
Liga Utama Norwegia, Eliteserien, beroperasi sepanjang tahun dan biasanya dimulai pada Maret. Selama Liga Champions berlangsung pada Januari-Februari 2026, Bodo/Glimt berada di masa jeda kompetisi domestik, sehingga mereka bermain di Eropa tanpa pertandingan liga selama 81 hari.
Pelatih legendaris Juergen Klopp mengaku kagum dengan performa Bodo/Glimt. Klopp menilai tim ini memanfaatkan jeda musim dingin layaknya “pramusim”, sehingga tetap segar dan kompetitif.
Faktor lain yang mendukung keberhasilan mereka adalah kondisi cuaca Norwegia yang ekstrem. Untuk laga melawan Inter, sekitar 80 ton salju setinggi hingga lima meter dibersihkan dari sekitar Aspmyra Stadion, yang juga memiliki lapangan sintetis yang menjadi keunggulan tim tuan rumah.
Meskipun tanpa ritme liga domestik, Bodo/Glimt menunjukkan disiplin, kebersamaan, dan ketahanan tinggi. Strategi pressing tinggi, transisi cepat, dan disiplin taktis yang diterapkan pelatih Kjetil Knutsen telah membuat tim ini meraih empat gelar domestik dan menempatkan mereka di peringkat 46 dunia, capaian tertinggi dalam sejarah klub.












