SportsBook.co.id, Jakarta – Situasi penjaga gawang di Manchester United memasuki babak baru. Klub raksasa Inggris itu dikabarkan tengah menyiapkan keputusan penting terkait masa depan Andre Onana menjelang dibukanya bursa transfer musim panas mendatang.
Kiper asal Kamerun tersebut disebut-sebut tidak lagi masuk dalam rencana jangka panjang tim. Setelah menjalani masa peminjaman, peluangnya untuk kembali menjadi pilihan utama di Old Trafford terbilang sangat kecil. Bahkan, manajemen klub disebut ingin mencari solusi permanen agar bisa melepasnya secara definitif.
Onana direkrut dari Inter Milan hampir tiga tahun lalu dengan nilai transfer yang mendekati 50 juta paun. Saat itu, ia diharapkan menjadi suksesor ideal di bawah mistar gawang. Namun, performanya justru kerap menuai kritik.
Performa Onana Tak Sesuai Ekspektasi
Selama dua musim berkiprah di Premier League, Onana beberapa kali melakukan kesalahan yang berujung gol. Blunder-blunder tersebut menjadi sorotan media dan suporter, terutama dalam laga-laga krusial.
Situasi tersebut membuat posisinya perlahan terpinggirkan. Saat masih ditangani Ruben Amorim, ia akhirnya lebih sering duduk di bangku cadangan setelah dinilai tampil inkonsisten dalam sejumlah pertandingan penting.
Laporan dari talkSPORT menyebutkan Onana memang akan kembali ke Manchester pada musim panas nanti. Namun, alih-alih memberinya kesempatan kedua, klub justru berencana mencari peminat serius untuk mempermanenkan kepergiannya.
Di sisi lain, persoalan di sektor penjaga gawang justru mulai menemukan titik terang berkat penampilan impresif Senne Lammens.
Lammens Datang Tanpa Sorotan, Kini Jadi Andalan
Nama Senne Lammens mungkin belum terlalu dikenal publik ketika pertama kali direkrut pada akhir bursa transfer musim panas 2025. Ia didatangkan dari Royal Antwerp dengan biaya sekitar 18 juta paun.
Di Belgia, Lammens memang telah lama diproyeksikan sebagai salah satu penjaga gawang muda berbakat. Namun, kepindahannya ke Premier League tetap memunculkan tanda tanya, mengingat minimnya pengalaman di level tertinggi kompetisi Inggris.
Tiga pertandingan awalnya di Manchester United ia habiskan sebagai pelapis, ketika Altay Bayindir masih dipercaya mengisi posisi utama. Kesempatan emas baru datang pada Oktober lalu saat menghadapi Sunderland.
Sejak laga tersebut, Lammens tidak lagi tergeser dari starting XI di ajang liga. Meski sempat menunjukkan beberapa momen kurang meyakinkan, performanya secara umum dinilai stabil. Ia mampu menghadirkan rasa tenang bagi lini pertahanan dan tampil cukup konsisten di bawah tekanan.
Penyelamatan Krusial Lawan Everton
Kontribusi Lammens kembali terlihat ketika Manchester United meraih kemenangan tipis 1-0 atas Everton pada Selasa (24/2/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, ia melakukan penyelamatan spektakuler saat menepis tembakan jarak jauh Michael Keane. Aksinya yang terbang penuh refleks memastikan bola tidak bersarang di gawang dan menjaga keunggulan timnya hingga peluit akhir.
Clean sheet tersebut menjadi yang kelima bagi Lammens musim ini di Premier League. Namun, pengaruhnya tidak hanya tercermin dari jumlah laga tanpa kebobolan. Sejumlah poin penting yang diraih Setan Merah musim ini juga lahir dari serangkaian penyelamatan krusial yang ia lakukan.
Berikut catatan performa Lammens di Premier League 2025/26:
- Penampilan: 21 pertandingan
- Clean sheet: 5
- Persentase penyelamatan: 64,9%
- Gol yang berhasil dicegah: 3,59
- Kesalahan berujung gol: 0
Statistik tersebut memperlihatkan tingkat konsistensi yang cukup baik untuk seorang kiper muda di musim pertamanya.
Perjalanan Onana di Turki Masih Naik Turun
Sementara itu, perjalanan Andre Onana selama menjalani masa pinjaman di Trabzonspor belum sepenuhnya stabil. Ia sempat tampil solid dalam beberapa laga, termasuk saat menghadapi Gaziantep FK dengan mencatat enam penyelamatan penting.
Namun, inkonsistensi tetap menjadi persoalan. Salah satu penampilan yang menuai kritik terjadi saat laga dramatis 3-3 melawan Besiktas pada Desember lalu. Dalam pertandingan tersebut, Onana dinilai kurang sigap dalam beberapa momen krusial.
Pelatih Trabzonspor, Fatih Tekke, bahkan secara terbuka menyoroti performanya usai pertandingan. Ia mengakui kualitas Onana, terutama dalam distribusi bola, tetapi menekankan pentingnya fokus sepanjang laga.
Tekke menyebut bahwa kesalahan kecil dalam pertandingan besar dapat berujung fatal. Ia juga menyinggung beberapa keputusan berisiko yang diambil sang kiper dalam laga sebelumnya, yang nyaris merugikan tim.
Pernyataan tersebut semakin mempertegas bahwa Onana masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi performa.
Masa Depan di Old Trafford
Dengan penampilan Lammens yang kian meyakinkan, peluang Onana untuk kembali merebut posisi utama di Manchester United tampaknya semakin tipis. Klub kini berada dalam posisi yang lebih nyaman karena telah memiliki opsi penjaga gawang yang tampil solid dan minim kesalahan.
Bursa transfer musim panas nanti akan menjadi momen penentuan. Jika manajemen benar-benar memutuskan untuk melepas Onana secara permanen, maka era baru di bawah mistar Setan Merah resmi dimulai.
Sementara itu, Lammens memiliki kesempatan emas untuk terus membuktikan diri. Konsistensi hingga akhir musim akan menjadi kunci apakah ia benar-benar layak menjadi penjaga gawang utama Manchester United dalam jangka panjang.












