SportsBook.co.id, Jakarta – Masa depan Mohamed Salah kembali menjadi bahan pembicaraan. Namun, di tengah berbagai spekulasi yang beredar, penyerang asal Mesir itu dikabarkan tetap merasa nyaman bersama Liverpool dan siap menuntaskan kontraknya hingga 2027, selama tidak ada tawaran yang benar-benar sesuai dengan ambisi dan kebutuhannya.
Kontrak baru yang ia teken pada April 2025 mempertegas posisi pentingnya di skuad The Reds. Selain menjamin stabilitas finansial, kesepakatan tersebut juga menunjukkan bahwa klub masih menaruh kepercayaan besar kepada Salah sebagai salah satu pilar utama tim.
Secara teknis, kontribusi Salah tetap signifikan. Meski performanya musim ini dinilai tak seimpresif beberapa musim sebelumnya, ia masih menjadi tumpuan dalam urusan mencetak gol dan menciptakan peluang. Dari sisi komersial, popularitasnya menjadikan Liverpool tetap memiliki daya tarik global yang kuat, terutama di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Opsi di Eropa Dinilai Terbatas
Pengamat keuangan sepak bola yang juga mantan penasihat finansial Manchester City, Stefan Borson, menilai peluang Salah untuk pindah ke klub elite Eropa lainnya cukup kecil. Alasannya sederhana: faktor gaji.
Dengan bayaran yang disebut mencapai sekitar 400 ribu poundsterling per pekan, nominal tersebut menempatkannya sejajar dengan kapten Liverpool, Virgil van Dijk. Tidak banyak klub Eropa yang mampu memenuhi tuntutan finansial sebesar itu tanpa harus melakukan penyesuaian besar dalam struktur penggajian mereka.
Selain itu, usia Salah yang telah menginjak 33 tahun juga menjadi pertimbangan. Klub-klub top Eropa biasanya lebih berhati-hati mengeluarkan dana besar untuk pemain yang sudah memasuki fase akhir kariernya, meskipun kualitasnya masih terjaga.
Situasi inilah yang membuat opsi bertahan di Anfield menjadi langkah paling rasional untuk saat ini. Stabilitas, peran penting di tim, serta dukungan penuh dari suporter menjadi faktor yang sulit ditandingi.
Ketertarikan Kuat dari Arab Saudi
Meski peluang di Eropa terbilang terbatas, minat dari Timur Tengah belum sepenuhnya menghilang. Klub-klub Liga Pro Saudi terus memantau situasi Salah sejak beberapa musim terakhir. Nama-nama seperti Al-Ittihad dan Al Hilal disebut sebagai peminat paling serius.
Liga Arab Saudi memang sedang gencar membangun citra sebagai kompetisi yang mampu bersaing secara global. Mereka mendatangkan banyak pemain bintang dari Eropa dengan tawaran kontrak bernilai fantastis. Dalam konteks ini, Salah dianggap sebagai figur ideal: pemain kelas dunia, ikon sepak bola Timur Tengah, sekaligus magnet komersial yang luar biasa.
Isu kepindahan semakin menguat ketika muncul kabar adanya ketegangan antara Salah dan manajer anyar Liverpool, Arne Slot. Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai konflik tersebut, rumor itu cukup untuk memicu spekulasi bahwa masa baktinya di Merseyside mungkin akan segera berakhir.
Namun hingga kini, belum ada langkah konkret yang mengarah pada negosiasi serius. Semua masih berada pada tahap spekulatif.
Tawaran Fantastis yang Pernah Ditolak
Ketertarikan Saudi terhadap Salah bukan cerita baru. Pada 2023, Al-Ittihad dilaporkan pernah melayangkan tawaran besar senilai 150 juta poundsterling untuk memboyong sang bintang. Proposal itu langsung ditolak Liverpool yang saat itu masih sangat bergantung pada kontribusinya di lini depan.
Keputusan mempertahankan Salah terbukti strategis. Ia tetap menjadi pemain kunci dalam perburuan gelar domestik maupun kompetisi Eropa. Manajemen klub kemudian memperkuat komitmen tersebut dengan menyodorkan kontrak baru hingga 2027.
Langkah itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Liverpool tidak ingin kehilangan salah satu ikon terbesarnya dalam sejarah modern klub. Sejak bergabung, Salah telah mempersembahkan berbagai trofi bergengsi dan mencatatkan rekor individu yang mengesankan.
Bertahan atau Mencari Tantangan Baru?
Musim ini memang tidak sepenuhnya berjalan mulus. Selain isu performa yang dianggap sedikit menurun, dinamika internal tim juga menjadi sorotan. Namun dalam dunia sepak bola, fluktuasi seperti itu adalah hal lumrah, terutama ketika klub memasuki era baru di bawah pelatih berbeda.
Secara realistis, skenario paling masuk akal saat ini adalah Salah tetap bertahan hingga kontraknya berakhir. Pada usia 33 tahun, menyelesaikan masa baktinya di Liverpool dapat menjadi langkah ideal sebelum mempertimbangkan petualangan terakhir dalam karier profesionalnya.
Bagi Liverpool, mempertahankan Salah bukan hanya soal kontribusi di atas lapangan. Ia adalah simbol era kejayaan klub dalam beberapa tahun terakhir. Kehadirannya memberi rasa percaya diri kepada rekan setim dan menjadi ancaman nyata bagi lawan.
Di sisi lain, jika suatu saat tawaran besar kembali datang dari Arab Saudi, Liverpool tentu akan mempertimbangkannya secara matang. Transfer bernilai tinggi bisa memberikan ruang finansial untuk regenerasi skuad.
Untuk saat ini, rumor kepindahan tampaknya kembali mereda. Mohamed Salah masih menjadi bagian penting dari proyek Liverpool, dan Anfield tetap menjadi rumah yang memberinya panggung untuk terus bersinar.












