SportsBook.co.id, Medan – Lamine Yamal akhirnya menunjukkan ledakan performa yang dinantikan. Pemain muda berusia 18 tahun itu mencetak hattrick saat Barcelona menang meyakinkan 4-1 atas Villarreal pada laga Sabtu sore.
Tiga gol tersebut menjadi catatan istimewa dalam kariernya. Selain menjadi hattrick pertamanya di level profesional, pencapaian itu juga membuat total kontribusinya menyentuh angka 100 gol dan assist (G/A) di usia yang masih sangat muda.
Namun di balik pencapaian gemilang itu, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Sejak awal musim, Yamal sempat melalui periode sulit yang memengaruhi kondisi mental sekaligus kebugaran fisiknya.
Kemenangan atas Villarreal terasa seperti momentum kebangkitan. Ia tampak kembali menemukan sentuhan terbaiknya di atas lapangan.
Tetap Tenang Jadi Kunci
Barcelona tampil solid saat menghadapi lawan yang dikenal cukup tangguh. Yamal pun membagikan cerita di balik proses terciptanya gol keduanya dalam pertandingan tersebut.
Menurutnya, menjaga ketenangan menjadi faktor penentu.
“Mereka adalah tim yang kuat, jadi saya sangat senang bisa mencetak gol dan membantu tim meraih kemenangan,” ujarnya kepada media.
Ia menjelaskan bahwa keputusan cepat di momen krusial sangat menentukan. Saat membawa bola, ia memilih menunggu waktu yang tepat sebelum melakukan gerakan yang mengecoh bek lawan.
“Untuk gol kedua, saya hanya mencoba tetap tenang. Saya mengontrol situasi, menunggu bek bergerak, lalu mencari celah sebelum melepaskan tembakan melengkung,” jelasnya.
Target Besar dan Peran Penting Pedri
Mencapai 100 kontribusi gol di usia 18 tahun tentu memunculkan ekspektasi tinggi dari publik. Yamal mengaku memahami besarnya harapan tersebut.
Ia bahkan berseloroh bahwa banyak orang berharap dirinya sudah mencetak ratusan gol sejak usia 16 tahun. Meski begitu, ia menegaskan bahwa yang terpenting baginya adalah membantu tim, entah lewat satu atau dua gol sekalipun.
Keberhasilannya mencetak tiga gol juga tak lepas dari kontribusi rekan setim. Ia memberi apresiasi khusus kepada Pedri yang masuk sebagai pemain pengganti dan langsung memberi dampak besar pada permainan.
Menurut Yamal, kehadiran Pedri membuat ritme permainan berubah. Salah satu umpan matang darinya membuka ruang sehingga ia bisa berhadapan langsung dengan lini pertahanan lawan.
Melewati Masa Sulit
Penampilan impresif tersebut sekaligus menutup periode kelam yang sempat ia rasakan. Yamal secara terbuka mengakui bahwa ia pernah kehilangan rasa percaya diri dan kebahagiaan saat bermain.
Masalah pubalgia yang sempat dialaminya memberi dampak signifikan. Meski cedera itu berangsur membaik, kondisi tersebut memengaruhi performanya di lapangan.
Ia merasa tidak tampil seperti biasanya dan mengakui bahwa situasi tersebut cukup terlihat dalam permainannya.
Kini situasinya berbeda. Dalam beberapa waktu terakhir, ia merasa kondisi fisik dan mentalnya jauh lebih baik. Rasa percaya diri perlahan kembali, begitu pula senyuman yang sempat menghilang.
Yamal pun menegaskan bahwa saat ini ia kembali menikmati sepak bola dan merasa bahagia bisa bermain bersama timnya.












