SportsBook.co.id, Medan – Duel seru akan tersaji di Old Trafford akhir pekan ini ketika Manchester United menjamu Aston Villa, dalam laga yang diprediksi sangat menentukan perburuan tiket Liga Champions musim depan.
Kedua tim saat ini menempati posisi yang sangat dekat di klasemen. Villa duduk di peringkat keempat, hanya unggul selisih gol atas United. Sementara itu, tekanan juga datang dari Chelsea dan Liverpool yang berada di belakang dengan selisih tiga poin.
Dengan posisi klasemen yang begitu ketat, pertandingan di Old Trafford pada Minggu nanti bisa menjadi momen krusial bagi kedua tim dalam perburuan tiket Eropa.
Aston Villa Kehilangan Momentum
Beberapa pekan lalu, tim asuhan Unai Emery berada di posisi yang kuat di tiga besar dan hampir dipastikan meraih tiket Liga Champions. Namun performa Villa mulai menurun. Mereka bahkan belum meraih kemenangan di liga sejak 11 Februari.
Secara taktik, Emery tetap mengandalkan garis pertahanan tinggi. Strategi ini memaksa lawan bermain di ruang sempit dan membentuk “box midfield” yang melibatkan bek tengah dan gelandang.
Namun belakangan, pendekatan ini justru menjadi kelemahan. Minimnya tekanan di lini depan membuat lawan lebih mudah mengalirkan bola ke belakang pertahanan Villa dan mengeksploitasi ruang di belakang bek mereka, terutama melalui umpan terobosan yang menembus jebakan offside.
Pilihan Taktik Carrick untuk Menyerang
Di sisi lain, pelatih Michael Carrick tentu ingin timnya bangkit setelah kalah dari Newcastle United pada laga terakhir.
Carrick memiliki beberapa opsi strategi menyerang. Meskipun Benjamin Sesko menjadi pencetak gol terbanyak United sepanjang 2026, ada kemungkinan taktik disesuaikan.
Salah satu skenario adalah memasukkan Amad Diallo ke starting XI dan menggeser Bryan Mbeumo kembali ke posisi penyerang tengah. Pendekatan ini sebelumnya terbukti efektif saat United menghadapi Manchester City dan Arsenal.
Dengan Villa yang mengandalkan garis pertahanan tinggi, United bisa memanfaatkan trik seperti pergerakan penyerang yang sengaja berdiri dalam posisi offside untuk menarik garis pertahanan lawan, sebelum sayap melakukan lari dari belakang. Strategi ini mirip dengan yang pernah sukses digunakan Liverpool, dengan pemain seperti Andrew Robertson, Jeremie Frimpong, dan Dominik Szoboszlai membuka ruang untuk rekan yang datang dari belakang.
Penurunan Performa Mbeumo
Performa Mbeumo belakangan menurun. Gol terakhirnya tercipta saat menghadapi Tottenham Hotspur, meski ia sempat mencatat dua assist dalam dua pertandingan berikutnya.
Salah satu faktor penurunan produktivitasnya adalah perubahan posisi. Mbeumo kini lebih sering dimainkan sebagai winger kanan, bukan penyerang tengah. Padahal di posisi tengah, ia memiliki koneksi baik dengan kapten tim Bruno Fernandes, yang sering membuka ruang bagi pemain lain seperti Matheus Cunha, Amad Diallo, maupun Sesko.
Selain itu, padatnya jadwal juga menguras energi Mbeumo karena tugas pressing dan membantu pertahanan. Namun, United memiliki keuntungan menghadapi Villa, karena tim telah beristirahat lebih lama, sedangkan Villa baru saja bermain di Eropa dan menang 1-0 atas Lille OSC pada Kamis lalu.
Tantangan di Lini Belakang United
Carrick juga menghadapi masalah di sektor pertahanan. Absennya Lisandro Martinez sangat terasa dalam proses build-up dari belakang. Tanpa bek kiri alami di jantung pertahanan, United kerap kesulitan membangun serangan dari bawah dan lebih sering mengandalkan bola panjang.
Sebagai solusi, muncul wacana memainkan Luke Shaw sebagai bek tengah untuk membantu distribusi bola dari lini belakang.
Sumber: The Sun












