1. Kenali Berat Raket (Weight)
Berat raket squash biasanya berkisar antara 110 gram hingga 150 gram. Perbedaan berat ini akan sangat memengaruhi kontrol dan kekuatan pukulan Anda.
- Raket Ringan (110g – 130g): Cocok untuk pemain dengan gaya bermain cepat dan lincah. Raket ini lebih mudah dimanuver, ideal untuk melakukan pukulan tipu (flick) dan bereaksi cepat di depan net.
- Raket Berat (140g – 150g): Cocok untuk pemain yang mengandalkan kekuatan (power). Berat tambahan membantu menghasilkan momentum yang lebih besar saat melakukan drive panjang ke arah belakang lapangan.
2. Memahami Titik Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan raket menentukan “rasa” raket saat diayunkan:
- Head Heavy (Berat di Kepala): Membantu pemain menghasilkan kekuatan lebih besar. Jika Anda suka melakukan pukulan keras dari belakang, raket jenis ini adalah pilihannya.
- Head Light (Berat di Gagang): Memberikan kontrol yang luar biasa. Sangat ideal bagi pemain bertipe volleyer yang suka memotong bola di tengah lapangan secara cepat.
- Even Balance (Seimbang): Menawarkan kombinasi antara kekuatan dan kontrol. Pilihan aman bagi pemain pemula atau pemain tipe all-round.
3. Bentuk Kepala Raket: Teardrop vs. Open Heart
Bentuk rangka raket sangat memengaruhi sweet spot (titik pukul optimal):
- Teardrop (Tetes Air): Memiliki senar vertikal yang lebih panjang dan tidak memiliki “jembatan” di bagian bawah kepala. Ini memberikan power yang sangat besar karena senar bisa membal lebih elastis.
- Open Heart (Bridge): Memiliki area senar yang lebih pendek karena adanya jembatan di bagian bawah. Ini memberikan sweet spot yang lebih kecil namun menawarkan kontrol dan akurasi yang jauh lebih presisi.
4. Tingkat Kekakuan Rangka (Stiffness)
- Rangka Kaku (Stiff): Memberikan stabilitas dan kekuatan yang lebih baik, namun getarannya lebih terasa di tangan.
- Rangka Fleksibel: Lebih nyaman di tangan karena menyerap getaran lebih baik, namun sedikit mengurangi kekuatan pukulan. Cocok bagi pemain yang pernah mengalami masalah cedera lengan.
5. Jenis Senar dan Ukuran Grip
Jangan lupakan detail kecil. Senar yang lebih tipis memberikan kontrol dan feel lebih baik namun mudah putus, sementara senar tebal lebih tahan lama. Untuk grip, pastikan ukurannya pas di telapak tangan agar raket tidak mudah berputar saat terkena benturan bola yang keras.
Kesimpulan
Jika Anda adalah pemain yang suka menyerang dengan kecepatan, pilihlah raket ringan dengan keseimbangan head light. Namun, jika Anda tipe pemain yang sabar dan suka menekan lawan dengan pukulan dalam, raket head heavy dengan bentuk teardrop akan sangat membantu.












