Alasan Utama Cadillac Memilih Zhou Guanyu dalam Proyek F1

Pengalaman dan keterkaitan dengan Ferrari menjadi faktor utama di balik penunjukan Zhou Guanyu sebagai pembalap cadangan Cadillac.

SportsBook.co.id, Jakarta -Graeme Lowdon membeberkan latar belakang keputusan Cadillac menunjuk Zhou Guanyu sebagai pembalap cadangan dalam proyek debut mereka di Formula 1. Meski pembalap asal Tiongkok itu tidak dikenal sebagai pengumpul poin besar, pengalamannya dinilai menjadi aset berharga yang sulit tergantikan.

Musim 2026 semakin dekat, sekaligus menandai momen yang sangat dinanti: kemunculan Cadillac di grid Formula 1. Proyek ambisius ini telah lama disiapkan dengan satu prinsip utama, yakni meminimalkan risiko di ajang yang terkenal kejam terhadap kesalahan sekecil apa pun.

Pendekatan tersebut sudah terlihat jelas dari pilihan pembalap utama. Cadillac sebelumnya mengamankan jasa Valtteri Bottas dan Sergio Perez, dua nama sarat jam terbang yang telah mencicipi kerasnya persaingan di berbagai level tim. Kombinasi pengalaman dari tim papan atas hingga tim kecil diyakini krusial bagi struktur baru yang sadar bahwa memulai dari nol di F1 jarang langsung berbuah hasil instan.

Untuk melengkapi susunan tersebut, Cadillac kemudian menambahkan Zhou Guanyu sebagai pembalap cadangan. Sebuah langkah yang, menurut Lowdon, sepenuhnya didasarkan pada satu kata kunci: pengalaman.

“Sebagai tim baru, pengalaman pembalap menjadi prioritas utama kami, dan Zhou memiliki pengalaman yang sangat signifikan,” ujar Lowdon kepada F1.com. Pernyataan ini bukan sekadar formalitas. Zhou telah menjalani tiga musim penuh di Formula 1 pada periode 2022–2024, sebuah rekam jejak yang tidak banyak dimiliki pembalap cadangan lain di pasaran saat ini.

Dalam kejuaraan yang digambarkan Lowdon sebagai “sangat kompetitif dan kompleks”, pengalaman terbaru di level tertinggi dinilai lebih relevan dibandingkan prestasi mentereng di kategori junior. Ia menegaskan bahwa tantangan membangun tim baru di F1 sering kali diremehkan, dan di sinilah Zhou dianggap unggul dibandingkan kandidat lain.

Faktor Ferrari dan Keunggulan Menyongsong 2026

Selain pengalaman balapan, ada faktor penting lain yang turut memengaruhi keputusan Cadillac, yakni keterkaitan Zhou dengan Ferrari. Sepanjang musim 2025, Zhou bertugas sebagai pembalap penguji di Maranello, bekerja langsung dengan pabrikan yang akan memasok mesin dan girboks Cadillac pada tahun-tahun awal mereka di F1.

“Saya tahu betul bagaimana Ferrari menilai kontribusi Zhou selama 2025, dan itu menjadi pertimbangan besar bagi kami,” ungkap Lowdon, sembari menyinggung hubungan baik yang telah terjalin antara kedua organisasi.

Peran Zhou di Ferrari tidak hanya memberinya pemahaman teknis tentang unit daya, tetapi juga keuntungan strategis menjelang perubahan regulasi besar pada 2026. Ia terlibat dalam pengujian ban sesuai regulasi baru serta program pengembangan di tim papan atas, sebuah modal berharga bagi Cadillac yang dituntut beradaptasi dengan cepat.

“Dia memenuhi semua kriteria yang kami cari,” ringkas Lowdon, merujuk pada kombinasi pengalaman, wawasan teknis, kedekatan dengan Ferrari, serta pemahamannya terhadap tantangan regulasi anyar.

Komitmen Tim dan Prospek Jangka Panjang

Cadillac juga menilai aspek non-teknis dalam diri Zhou. Kekompakan antarpembalap menjadi fondasi penting proyek ini, dan Zhou kembali dinilai cocok berkat hubungannya yang sudah terjalin lama dengan Bottas sebagai mantan rekan setim. Hal tersebut diyakini mampu menciptakan atmosfer kerja yang stabil dan konstruktif.

Lowdon turut menyoroti karakter Zhou di luar lintasan: sosok yang berdedikasi, pekerja keras, memiliki mentalitas tim yang kuat, serta mampu memberikan masukan teknis yang berkualitas. “Ia punya feeling yang sangat baik terhadap mobil dan pemahaman yang jelas mengenai elemen kunci regulasi 2026,” jelasnya.

Di sisi lain, usia Zhou yang masih 26 tahun membuatnya fleksibel menerima peran pembalap ketiga tanpa menghambat visi jangka panjang Cadillac. Tim asal Amerika Serikat itu tetap membuka pintu bagi mimpi menurunkan pembalap lokal di masa depan. Nama Colton Herta mulai diperhitungkan, dengan langkah awal di Formula 2 demi meraih superlisensi, meski jalannya masih panjang dan penuh tantangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *