SportsBook.co.id, Medan Liverpool dikabarkan tidak berencana mendatangkan penyerang Feyenoord, Ayase Ueda, pada bursa transfer Januari mendatang. Padahal, The Reds tengah mengalami krisis di lini depan menyusul cedera serius yang dialami Alexander Isak.
Isak mengalami cedera parah pada bagian kaki saat mencetak gol dalam kemenangan Liverpool atas Tottenham Hotspur dengan skor 2-1 pada 20 Desember lalu. Insiden tersebut membuat penyerang asal Swedia itu harus menjalani tindakan operasi.
Setelah menjalani prosedur medis, Isak dipastikan akan absen selama beberapa bulan. Situasi ini memunculkan rumor bahwa Liverpool bakal mencari penyerang tambahan sebagai solusi sementara untuk mengisi kekosongan di sektor depan.
Nama Ayase Ueda sempat masuk dalam radar pemberitaan. Hal ini tidak lepas dari sosok Arne Slot, pelatih Liverpool saat ini, yang pernah bekerja sama dengan Ueda ketika masih menangani Feyenoord. Selain itu, performa striker asal Jepang tersebut juga tengah menanjak.
Penyerang berusia 27 tahun itu tampil tajam bersama Feyenoord musim ini dengan torehan 18 gol dari 17 penampilan di Eredivisie. Catatan tersebut membuatnya menjadi salah satu striker paling produktif di liga Belanda.
Meski demikian, laporan dari 1908.nl yang dikutip Sports Witness menyebutkan bahwa Liverpool belum menunjukkan ketertarikan serius terhadap Ueda. Feyenoord pun dikabarkan tidak khawatir kehilangan pemainnya, mengingat kontrak Ueda masih berlaku hingga musim panas 2028 dan belum ada pendekatan resmi dari Liverpool.
Sebagai gantinya, Liverpool disebut lebih memusatkan perhatian pada penyerang Bournemouth, Antoine Semenyo. Pemain internasional Ghana itu memiliki klausul pelepasan senilai 65 juta paun yang bisa diaktifkan pada jendela transfer Januari. Namun, Liverpool harus bersaing ketat karena Manchester City dikabarkan berada di barisan terdepan dalam perburuan tanda tangannya.
Selain opsi pembelian permanen, Liverpool juga mempertimbangkan langkah alternatif dengan mengajukan peminjaman penyerang Paris Saint-Germain, Goncalo Ramos. Opsi ini diproyeksikan sebagai solusi jangka pendek untuk menjaga daya gedor tim selama Alexander Isak masih menjalani masa pemulihan.












