SportsBook.co.id, Jakarta –Alexandra Eala menatap musim 2026 dengan optimisme tinggi setelah mencatatkan pencapaian penting sepanjang 2025. Petenis muda asal Filipina itu berhasil meraih gelar WTA pertamanya sekaligus menyumbangkan medali emas bagi negaranya di ajang SEA Games, sebuah musim yang dianggap sebagai titik balik dalam karier profesionalnya.
Memasuki musim baru, Eala telah memastikan partisipasinya di sejumlah turnamen pada kalender 2026. Saat ini, petenis berusia 20 tahun tersebut tengah ambil bagian dalam turnamen ekshibisi Macau Tennis Masters yang berlangsung di Tiongkok.
Sebagai petenis putri peringkat satu Filipina, Eala menjadi sosok yang membawa harapan besar dari publik tenis di negaranya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dukungan luas dari para penggemar tidak ia anggap sebagai beban berlebihan.
Usai tampil di Macau Tennis Masters dengan berpasangan bersama Jerry Shang melawan Alejandro Davidovich Fokina dan Wu Yibing, Eala mendapat pertanyaan terkait tekanan sebagai atlet papan atas Filipina. Menanggapi hal itu, ia menilai bahwa membela negara adalah bagian alami dari profesi seorang atlet.
Ia menyampaikan bahwa setiap kali bertanding, identitas nasional selalu melekat melalui nama dan bendera yang mereka wakili. Menurutnya, hal tersebut lebih pantas disyukuri sebagai kehormatan daripada dipandang sebagai tekanan.
Petenis yang sempat menembus final turnamen Eastbourne pada 2025 itu juga akan mencetak sejarah pribadi dengan tampil di Australian Open 2026 untuk pertama kalinya. Kepastian tersebut didapat setelah ia menembus peringkat 53 dunia, setelah sebelumnya selalu terhenti di babak kualifikasi dalam tiga percobaan terdahulu.
Di Macau Tennis Masters, Eala tergabung dalam ajang beregu yang dipimpin legenda tenis Tiongkok, Li Na, sebagai kapten tim. Namun, format pertandingan kali ini menghadirkan situasi tak biasa.
Awalnya, Eala dijadwalkan bermain ganda bersama Jerry Shang menghadapi Mirra Andreeva dan Wu Yibing. Akan tetapi, kondisi kesehatan Andreeva memaksa panitia mengubah susunan pertandingan.
Sebagai gantinya, Eala dan Shang harus menghadapi pasangan putra yang diperkuat Wu Yibing dan Alejandro Davidovich Fokina. Dalam pertandingan ganda tersebut, tim Eala harus mengakui keunggulan lawan dalam dua set langsung. Meski kalah, kedua set berlangsung ketat dan hanya ditentukan oleh satu kali kehilangan servis di masing-masing set.












