SportsBook.co.id, Jakarta – Winger andalan Persija Jakarta, Allano Lima, menegaskan keyakinannya bahwa timnya masih memiliki kesempatan besar untuk merebut posisi teratas klasemen dari Persib Bandung dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026.
Meski saat ini Persib masih memimpin persaingan, Allano menilai kompetisi belum memasuki fase akhir. Dengan belasan pertandingan tersisa, ia percaya dinamika klasemen masih sangat mungkin berubah.
Persaingan Ketat di Papan Atas
Hingga pekan ke-21, Persib kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 47 poin. Tim asuhan Bojan Hodak itu membukukan 15 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan sepanjang musim berjalan.
Di sisi lain, Persija menempel ketat di peringkat ketiga dengan raihan 44 poin dari 21 pertandingan. Macan Kemayoran memang telah memainkan satu laga lebih banyak dibanding rivalnya dari Bandung tersebut, namun selisih poin yang tipis membuat peluang tetap terbuka.
Tak hanya Persib, Persija juga harus memperhitungkan Borneo FC Samarinda yang kini berada di posisi kedua dengan 46 poin dari 20 laga. Situasi ini menjadikan persaingan papan atas semakin sengit dan sulit diprediksi.
Allano menyadari betul ketatnya kompetisi musim ini. Namun, ia menegaskan bahwa timnya tidak akan kehilangan fokus hanya karena posisi klasemen sementara.
Masih Ada 13 “Final” Tersisa
Bagi Allano, sisa 13 pertandingan musim ini ibarat 13 partai final yang harus dimenangkan. Ia menilai setiap laga akan menentukan nasib tim dalam perebutan gelar juara.
Menurut pemain berusia 30 tahun itu, kompetisi masih sangat panjang. Ia yakin klasemen akhir tidak akan sama seperti kondisi saat ini. Keyakinan tersebut didasari oleh kualitas skuad Persija yang dinilainya cukup mumpuni untuk bersaing hingga pekan terakhir.
Allano menekankan bahwa seluruh pemain memahami potensi yang dimiliki tim. Mereka percaya dengan kekuatan kolektif, keseimbangan antar lini, serta mental bertanding yang semakin matang.
Optimisme tersebut juga lahir dari konsistensi permainan Persija sepanjang musim. Meski sempat mengalami pasang surut, tim ibu kota mampu tetap berada di jalur persaingan juara.
Belajar dari Kekalahan di GBLA
Allano juga menyinggung pertemuan terakhir kontra Persib yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 11 Januari 2026. Dalam laga pekan ke-17 tersebut, Persija harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 0-1.
Pertandingan itu menjadi momen yang cukup berat bagi Persija. Mereka dipaksa bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua setelah Bruno Tubarao menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap gelandang Persib, Beckham Putra Nugraha.
Meski kalah, Allano melihat ada sisi positif dari laga tersebut. Ia merasa timnya tetap mampu menunjukkan ritme permainan yang baik walaupun dalam kondisi jumlah pemain yang tidak seimbang. Hal itu menjadi bukti bahwa Persija memiliki mentalitas kuat ketika menghadapi tekanan.
Menurutnya, Persib tentu menyadari kualitas yang dimiliki Persija. Sebaliknya, Persija juga menghormati kekuatan Maung Bandung sebagai salah satu kandidat terkuat juara musim ini.
Kepercayaan Diri Jadi Modal Utama
Allano menegaskan bahwa rasa percaya diri adalah kunci utama dalam fase krusial kompetisi. Ia percaya bahwa setiap tim di papan atas memiliki kualitas hebat, namun yang membedakan adalah konsistensi dan mentalitas saat memasuki laga-laga penentuan.
Persija dinilainya memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk menghadapi jadwal padat hingga akhir musim. Selain itu, dukungan suporter juga menjadi energi tambahan yang mampu meningkatkan motivasi pemain di setiap pertandingan.
Bagi Allano, situasi klasemen saat ini bukan alasan untuk menyerah atau merasa tertekan. Justru hal tersebut menjadi pemacu semangat agar tim tampil lebih agresif dan disiplin di sisa pertandingan.
Ia pun optimistis bahwa persaingan belum berakhir. Dengan 13 laga tersisa, segala kemungkinan masih terbuka lebar. Setiap poin akan sangat berarti, dan satu kesalahan kecil bisa mengubah peta persaingan.
Perebutan Gelar Masih Terbuka Lebar
Kompetisi musim ini memperlihatkan bahwa jarak antar tim papan atas sangat tipis. Persib memang berada di posisi terdepan, namun tekanan dari Persija dan Borneo FC terus membayangi.
Allano menilai, kunci untuk menggeser Persib dari puncak adalah konsistensi performa dan fokus penuh di setiap pertandingan. Tidak ada ruang untuk lengah, terutama ketika menghadapi tim-tim yang secara peringkat berada di bawah.
Ia percaya Persija memiliki kualitas untuk mengakhiri musim dengan hasil terbaik. Dengan semangat pantang menyerah dan keyakinan terhadap kemampuan sendiri, Macan Kemayoran bertekad terus menekan hingga pekan terakhir.
Bagi Allano, musim ini masih jauh dari kata selesai. Selama peluang matematis masih ada, Persija akan terus berjuang mengejar puncak dan berusaha menutup musim dengan trofi juara di tangan.












