SportsBook.co.id, Jakarta -Keberhasilan Alter Ego menjadi tim pertama yang memastikan tempat di babak Knockout Stage pada Swiss Stage M7 World Championship memicu banyak diskusi di kalangan komunitas. Sebagian pihak mempertanyakan apakah pencapaian tersebut lahir dari peningkatan kualitas permainan atau hanya dipengaruhi keberuntungan karena berhadapan dengan tim-tim seperti Aurora Turkiye, Black Sentence Esports, dan Yangon Galacticos. Meski secara reputasi lawan-lawan tersebut berada di bawah kekuatan besar Asia Tenggara, analisis pertandingan menunjukkan bahwa kemenangan Alter Ego mencerminkan perkembangan permainan yang nyata dan terukur.
Jika penilaian hanya didasarkan pada nama besar lawan, anggapan “hoki” memang mudah muncul. Namun, ketika pertandingan ditelaah lebih dalam—mulai dari pendekatan draft hero, pengendalian tempo, hingga penguasaan objektif—Alter Ego justru menampilkan permainan yang jauh lebih matang. Tim yang identik dengan warna merah ini terlihat mampu menutup celah kelemahan klasik yang selama ini kerap menjadi kendala tim Indonesia saat tampil di level dunia.
Tempo Permainan dan Kontrol Objektif Jadi Ciri Khas Baru
Dalam gelaran M7 kali ini, Alter Ego menunjukkan wajah permainan yang lebih disiplin dan terstruktur dibandingkan penampilan mereka di ajang internasional sebelumnya. Mereka tidak lagi mengandalkan keunggulan mekanik individu semata atau bertumpu pada team fight berisiko tinggi. Sebaliknya, tekanan diberikan lewat kontrol peta yang konsisten dan penguasaan objektif sejak fase awal.
Saat menghadapi Black Sentence Esports, Alter Ego mampu mengamankan Turtle serta merobohkan Turret lebih awal, menciptakan keunggulan ekonomi yang stabil. Kondisi ini membuat lawan kesulitan mengembangkan komposisi hero mereka. Pola serupa terlihat dalam laga kontra Yangon Galacticos, di mana Alter Ego tidak terjebak permainan agresif khas tim Myanmar tersebut. Mereka memilih pendekatan lebih tenang dengan mengamankan visi peta dan mengontrol Lord, sehingga kendali pertandingan tetap berada di tangan mereka hingga akhir.
Draft Lebih Matang dan Fleksibilitas Hero yang Efektif
Faktor krusial lain dari keberhasilan Alter Ego di Swiss Stage adalah pemilihan hero yang jauh lebih bijak. Tim pelatih dan pemain tampak memahami betul kekuatan serta batasan komposisi mereka, tanpa memaksakan strategi berisiko tinggi. Alter Ego cenderung memilih hero yang stabil, memiliki kontribusi besar terhadap objektif, dan kuat di fase mid game.
Hero dengan mobilitas tinggi dan kemampuan zoning menjadi andalan untuk mempercepat rotasi serta menekan ruang gerak lawan. Pendekatan ini terbukti efektif saat melawan Aurora Turkiye, yang kerap terlambat merespons pergerakan Alter Ego. Akibatnya, Aurora kehilangan banyak area penting di hutan dan Turret tanpa mampu memberikan perlawanan berarti, memberi keuntungan besar bagi Alter Ego sejak awal laga.
Tantangan Sesungguhnya Menanti di Knockout Stage
Meski harus diakui bahwa kekuatan lawan di fase Swiss belum sepenuhnya merepresentasikan level tertinggi Mobile Legends dunia, perbedaan antara tim yang sekadar menang dan tim yang benar-benar mendominasi terlihat jelas. Alter Ego secara konsisten memaksa lawan bermain dalam tekanan, membuat Black Sentence dan Yangon Galacticos berada dalam posisi reaktif sepanjang pertandingan—sebuah karakter yang lazim dimiliki tim calon juara.
Momentum positif dari Swiss Stage tentu menjadi modal penting, namun babak Knockout akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat. Alter Ego akan berhadapan dengan tim-tim yang memiliki kedalaman strategi dan kemampuan adaptasi draft yang lebih kompleks. Kendati demikian, performa disiplin dan pengambilan keputusan yang cerdas sejauh ini menegaskan bahwa langkah Alter Ego ke fase berikutnya bukanlah hasil keberuntungan semata, melainkan buah dari evolusi permainan yang nyata.
Alter Ego Lolos Swiss Stage M7 Lewat Performa Solid, Bukan Sekadar Faktor Keberuntungan












