SportsBook.co.id, Jakarta -Manajemen Aprilia Racing mulai melontarkan sinyal serius kepada Ducati Corse menjelang MotoGP 2026. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai Marco Bezzecchi berpotensi menjadi kejutan besar pada musim mendatang.
Ducati memang tampil sangat dominan di MotoGP 2025, terutama lewat performa gemilang Marc Marquez. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu mencatatkan 11 kemenangan di balapan utama dan sudah memastikan gelar juara dunia meski kalender masih menyisakan lima seri.
Walau demikian, dominasi Ducati tidak sepenuhnya berjalan mulus. Aprilia menjadi salah satu tim yang kerap mengganggu laju tim pabrikan asal Borgo Panigale tersebut. Bersama Marco Bezzecchi, Aprilia perlahan mampu memberi perlawanan dan mematahkan hegemoni Marquez.
Puncaknya terjadi di MotoGP Inggris 2025, ketika Bezzecchi sukses mengalahkan Marquez di Sirkuit Silverstone. Pembalap binaan Valentino Rossi itu juga beberapa kali terlibat duel ketat dalam perebutan posisi terdepan.
Sayangnya, persaingan keduanya tidak berlangsung hingga akhir musim. Marquez harus mengakhiri kiprahnya lebih cepat setelah terlibat insiden dengan Bezzecchi pada MotoGP Mandalika 2025 yang digelar awal Oktober.
Rivola menyebut Silverstone sebagai momen penting bagi kebangkitan performa Bezzecchi. Menurutnya, proses adaptasi yang tidak mudah justru membangun kepercayaan yang berujung pada peningkatan hasil di lintasan.
“Setelah fase awal yang sulit dan tak terhindarkan, Silverstone menjadi titik perubahan. Kepercayaan dan empati berperan besar dalam meningkatkan performa,” ujar Rivola, dikutip dari Motosan, Senin (29/12/2025).
Ia menegaskan keyakinannya bahwa Bezzecchi memiliki kapasitas untuk bersaing dalam perebutan gelar juara dunia. Rivola juga menyebut adanya hubungan alami antara sang pembalap dengan tim Aprilia.
“Saya yakin Marco mampu berjuang untuk titel juara dunia, dan dia juga percaya Aprilia bisa mewujudkannya. Ada koneksi yang terbangun secara natural dengan Marco,” tambahnya.
Kepercayaan tersebut membuat Aprilia menempatkan Bezzecchi sebagai salah satu pilar utama tim ke depan. Meski begitu, Rivola tetap berharap Jorge Martin bisa kembali dalam kondisi terbaiknya.
“Marco tidak takut menghadapi siapa pun. Namun, untuk tahap berikutnya saya ingin melihatnya didukung rekan setim yang benar-benar fit agar beban tim tidak hanya bertumpu padanya,” jelas Rivola.
Ia menutup dengan harapan besar terhadap duet pembalap Aprilia di masa depan. “Saya berharap Jorge bisa kembali ke performa tertingginya sehingga kami memiliki dua pembalap yang sama-sama kuat. Target kami adalah memperpanjang kontrak mereka dan menjadikan Bezzecchi sebagai figur utama tim,” pungkasnya.












