SportsBook.co.id, MedanManajer Liverpool, Arne Slot, memberikan tanggapan terkait kontroversi penalti dalam pertandingan Premier League melawan Leeds United yang berakhir imbang 0-0 di Anfield, Kamis (1/12/2026).
Pertandingan tersebut menjadi laga pembuka Liverpool di tahun 2026, namun tim asuhan Slot gagal memanfaatkan status tuan rumah untuk meraih kemenangan. Meski mendominasi penguasaan bola, The Reds kembali menunjukkan masalah klasik di lini serang, yaitu kesulitan dalam memaksimalkan peluang menjadi gol.
Salah satu momen penting terjadi pada babak pertama ketika penyerang Liverpool, Hugo Ekitike, terlihat mendapat kontak dari bek Leeds, Jaka Bijol, di dalam kotak penalti. Meski kontak cukup jelas, Ekitike memilih tetap berdiri dan tidak terjatuh, sehingga wasit melanjutkan permainan. Kejadian ini menimbulkan perdebatan mengenai apakah Liverpool seharusnya mendapatkan penalti.
Slot menyoroti insiden tersebut dalam wawancara dengan BBC setelah pertandingan. Pelatih asal Belanda itu menekankan bahwa keputusan pemainnya untuk tetap berdiri justru merugikan tim.
“Saya rasa bukan hal mengejutkan bahwa salah satu pemain memilih untuk tetap berdiri. Hal serupa juga terjadi saat melawan West Ham, ketika Lucas Paquetá seharusnya menerima kartu kuning kedua, tetapi pemain kami tetap berdiri,” ujar Slot.
Slot menambahkan bahwa sikap fair play timnya sering kali tidak diakui, berbeda dengan pemain lawan yang kerap jatuh untuk menarik keputusan wasit.
“Ini memang karakter tim kami. Sayangnya, sikap ini tidak selalu dihargai. Saya melihat beberapa kali pemain Leeds terjatuh di babak kedua. Pertanyaannya sekarang, apakah kami harus mengubah cara bermain? Menurut saya, tidak,” tegas Slot.
Pelatih berusia 46 tahun itu juga mengakui bahwa keputusan Ekitike untuk tetap berdiri kemungkinan membuat Liverpool kehilangan peluang besar meraih kemenangan. Menurut Slot, jika sang penyerang jatuh, situasinya bisa berakhir dengan kartu merah dan penalti, yang tentu saja akan meningkatkan peluang The Reds untuk menang.
Hasil imbang ini membuat Liverpool tetap tak terkalahkan, namun sekaligus menyoroti masalah efektivitas serangan mereka, terutama ketika menghadapi tim dengan pertahanan rapat seperti Leeds United.












