SportBook.co.id, Medan – Ambisi Arsenal dalam perburuan gelar Premier League kembali terganjal. Bertandang ke markas Brentford pada Jumat (13/2/2025) dini hari WIB, The Gunners hanya mampu membawa pulang hasil imbang 1-1 dalam laga yang berlangsung ketat.
Namun bukan sekadar hasil yang menjadi perhatian, melainkan performa salah satu pemain anyar mereka, Eberechi Eze. Winger Timnas Inggris tersebut tampil jauh dari ekspektasi dan menjadi bahan perbincangan usai pertandingan.
Pelatih Mikel Arteta bahkan memutuskan untuk menarik Eze keluar saat jeda turun minum. Catatan statistiknya pun memperlihatkan tren negatif—ia kini sudah melewati 16 pertandingan tanpa mencetak gol.
Dinilai Minim Kontribusi di Lini Serang
Dalam laga Derbi London tersebut, Eze dipercaya sebagai starter. Namun kesempatan itu gagal ia manfaatkan untuk memberi pengaruh nyata di lapangan.
Mantan striker Inggris, Peter Crouch, secara terbuka mengkritik performanya saat menjadi analis di TNT Sports. Menurut Crouch, Eze tampak kehilangan sentuhan dan tidak mampu menghidupkan permainan tim.
Ia bahkan menyebut Eze seperti “penonton” di atas lapangan karena kontribusinya yang sangat terbatas. Sejak awal babak pertama, tanda-tanda pergantian pemain sudah terlihat.
Kalah Intensitas dari Martin Odegaard
Masalah Eze bukan hanya soal mandul mencetak gol. Dalam aspek bertahan dan pressing, ia juga dinilai kalah efektif dibanding kapten tim, Martin Ødegaard.
Masuknya Odegaard pada babak kedua langsung membawa perubahan ritme permainan Arsenal. Struktur pressing menjadi lebih rapi dan koordinasi lini tengah membaik.
Crouch menyoroti bahwa Odegaard memiliki mobilitas dan kecerdasan membaca permainan yang lebih tinggi. Sementara Eze terlihat kesulitan menyesuaikan diri dengan intensitas laga.
Brentford Dominan di Babak Pertama
Legenda Arsenal, Martin Keown, juga sepakat bahwa Brentford tampil lebih agresif di 45 menit pertama. Tuan rumah mampu menekan dan memaksa Arsenal bermain tidak nyaman.
Menurut Keown, Eze tampak kewalahan menghadapi tekanan tinggi yang diterapkan Brentford. Pergantian pemain menjadi keputusan logis untuk menyeimbangkan permainan.
Masuknya Odegaard dinilai tepat karena sang kapten lebih memahami skema permainan dan tuntutan taktik Arteta.
Persaingan Gelar Makin Ketat
Tambahan satu poin membuat posisi Arsenal di puncak klasemen mulai terancam. Jarak mereka dengan Manchester City kini tersisa empat poin saja.
Bagi Eze, laga ini memperpanjang catatan tanpa golnya sejak terakhir kali membobol gawang Tottenham Hotspur pada November lalu.
Sementara dari kubu tuan rumah, satu poin ini terasa sangat berarti. Gol penyeimbang dicetak oleh Keane Lewis-Potter, yang memastikan Brentford tak kehilangan angka di kandang sendiri.
Lewis-Potter menegaskan bahwa timnya memang menargetkan hasil positif setiap kali menghadapi klub papan atas. Menurutnya, skuad Brentford memiliki kualitas untuk membuat kejutan di laga besar.












