SportsBook.co.id, Medan – Barcelona akhirnya memastikan satu tiket ke babak perempat final Copa del Rey, namun kemenangan atas Racing Santander di 16 besar jauh dari kata mudah. Bertanding di El Sardinero, sang juara bertahan baru bisa memastikan hasil positif di penghujung laga.
Racing tampil sangat teratur dan disiplin, bahkan sempat membuat ancaman sampai masa tambahan waktu. Namun efektivitas Barcelona dalam memanfaatkan peluang, ditambah satu momen penting di bawah mistar, menjadi pembeda yang akhirnya membawa mereka lolos.
Mentalitas Jadi Penentu Menurut Flick
Marcos Lopez menilai bahwa Hansi Flick sudah menekankan kewaspadaan sejak jauh hari, bahkan sebelum tim berangkat ke Santander. Hal itu dipicu oleh kejutan yang dibuat Albacete, klub Segunda Division yang berhasil menyingkirkan Real Madrid sebelumnya.
“Tidak ada yang bisa bersikap santai, bahkan sejak perjalanan,” ucap Lopez saat berbicara dengan Manu Carreno. Ia menambahkan bahwa Racing datang bukan sebagai lawan biasa, melainkan pemimpin klasemen divisi kedua yang jelas punya kualitas berbahaya.
Lopez pun mengatakan bahwa Flick benar-benar memahami potensi ancaman itu. Ia menggambarkan situasi dengan, “Flick tahu ini adalah Joan Garcia dan sepuluh pemain lainnya,” yang menegaskan seberapa penting peran sang penjaga gawang dalam pertandingan.
“Penyelamatan di masa tambahan waktu itu menjadi titik balik, namun jangan lupa Ezkieta juga melakukan dua penyelamatan penting yang membuat Racing tetap dalam tekanan,” tambah Lopez, menunjukkan betapa ketatnya duel tersebut hingga detik-detik terakhir.
Peran Ferran, Fermin, dan Pesan Utama Flick
Lopez juga memuji kontribusi Ferran Torres dan Fermin, yang memiliki peran penting dalam gol pembuka Barcelona. Ferran dianggap sedang dalam performa yang dapat diandalkan, sementara Fermin menampilkan dimensi permainan yang berbeda.
“Ferran kini jadi sosok yang bisa diandalkan, dan Fermin sudah mencatat empat assist. Tapi yang paling menarik adalah cara dia mengontrol bola dan memainkan umpan panjang satu sentuhan—itu baru,” jelasnya.
Menurut Lopez, Barcelona kali ini memainkan pola yang serupa dengan laga sebelumnya di Guadalajara; menunjukkan betapa kompetitifnya Copa del Rey. Di sini, ia kemudian menyinggung filosofi yang diungkapkan oleh Flick.
“Kalimat dari Flick sudah mencerminkan semuanya: laga seperti ini tidak dimenangkan karena nama besar, tapi lewat mentalitas dan sikap. Saya tidak tahu tentu pesan itu ditujukan kepada siapa,” ujar Lopez.
Rotasi Lini Tengah & Pentingnya Joan Garcia
Hansi Flick menurunkan sebagian besar pemain inti, namun melakukan perubahan di lini tengah dengan memainkan Bernal sebagai pivot dan Casado di samping Olmo. Eksperimen ini menurut Lopez belum berjalan optimal.
“Casado terlihat lebih hidup di babak kedua,” kata Lopez, sementara Bernal disebutnya masih butuh waktu satu musim penuh untuk bisa menemukan ritme permainan terbaiknya.
Lopez menilai bahwa uji coba ini membuat permainan Barcelona di babak pertama terasa lambat dan kurang tajam. Situasi baru berubah ketika Lamine Yamal mulai mengambil kontrol dan mengangkat ritme pertandingan.
Dari sisi pertahanan, Barcelona tampil solid. Dua peluang Manex Lozano yang berujung gol harus dianulir akibat offside.
Pilihan Flick memainkan kiper utama sejak awal juga dianggap sebagai sinyal yang jelas mengenai ambisi tim. Bahkan Lopez menyebut secara hipotetis bahwa jika Wojciech Szczesny yang berada di bawah mistar, Barcelona bisa saja dipaksa ke perpanjangan waktu.












