SportsBook.co.id, Jakarta – PSIM Yogyakarta menatap laga tandang dengan kewaspadaan penuh jelang bentrok menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026. Perubahan signifikan di tubuh Macan Putih pada paruh musim membuat Laskar Mataram tak ingin lengah, terlebih duel akan digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026) pukul 15.30 WIB.
Pertemuan kali ini diyakini akan berbeda dibandingkan bentrokan pertama kedua tim pada 31 Oktober 2025 lalu, ketika PSIM sukses mengamankan kemenangan 2-1. Sejumlah rekrutan anyar, khususnya pemain asal Spanyol, memberi warna baru pada permainan Persik dan menjadikan mereka lawan yang lebih berbahaya.
Persik Tampil dengan Identitas Baru
Persik Kediri melakukan pembenahan skuad di tengah musim dengan mendatangkan beberapa wajah baru. Kehadiran pemain-pemain asing, terutama dari Spanyol, membuat gaya bermain Macan Putih mengalami transformasi yang cukup mencolok.
Jika sebelumnya Persik lebih mengandalkan permainan langsung dan transisi cepat, kini mereka mulai membangun serangan dengan lebih sabar dari lini belakang. Skema tersebut memungkinkan aliran bola yang lebih rapi dan terstruktur sebelum masuk ke area pertahanan lawan.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menilai perubahan itu membuat Persik menjadi tim yang berbeda dari pertemuan sebelumnya. Menurut juru taktik asal Belanda tersebut, kualitas individu dan kolektivitas permainan Persik meningkat dalam beberapa laga terakhir.
Van Gastel juga menyoroti efektivitas Macan Putih dalam memaksimalkan peluang. Dalam dua pertandingan terakhir, Persik mampu meraih kemenangan dan menunjukkan ketajaman yang patut diwaspadai. Setiap kesempatan yang tercipta mampu mereka konversi menjadi gol, sebuah indikator meningkatnya kepercayaan diri tim asal Kediri tersebut.
PSIM Fokus pada Rencana Permainan
Meski menyadari adanya peningkatan kualitas pada kubu lawan, PSIM tidak ingin terjebak pada kekhawatiran berlebihan. Jean-Paul van Gastel memastikan anak asuhnya telah menjalani persiapan optimal sepanjang pekan.
Menurutnya, program latihan berjalan sesuai rencana dan seluruh pemain menunjukkan etos kerja tinggi. Ia menegaskan bahwa timnya tetap berpegang pada identitas permainan sendiri, tanpa terlalu larut memikirkan perubahan yang dilakukan Persik.
Pendekatan ini dinilai penting agar PSIM tetap konsisten dengan filosofi bermain yang selama ini membawa mereka bersaing di papan tengah klasemen. Van Gastel percaya bahwa disiplin dalam menjalankan taktik dan fokus sepanjang pertandingan akan menjadi kunci untuk meraih hasil positif di Gresik.
Saat ini, PSIM menempati peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 31 poin. Posisi tersebut masih membuka peluang bagi Laskar Mataram untuk merangsek lebih tinggi jika mampu menjaga konsistensi performa. Tambahan tiga poin di laga tandang tentu akan sangat berarti dalam menjaga asa bersaing di papan atas.
Kesiapan Fisik dan Mental Laskar Mataram
Dari sisi pemain, bek asal Argentina, Franco Ramos, memastikan seluruh anggota tim berada dalam kondisi siap tempur. Ia menyebut persiapan yang dilakukan sepanjang minggu berjalan dengan baik dan tidak ada kendala berarti dalam skuad.
Franco menilai pertandingan melawan Persik memiliki arti penting, sama seperti laga-laga lain yang mereka jalani musim ini. Baginya, setiap kesempatan turun ke lapangan adalah momen untuk memberikan performa maksimal demi tim dan suporter.
Ia juga menyadari bahwa duel di Gresik tidak akan berjalan mudah. Materi pemain baru yang dimiliki Persik menambah tingkat kesulitan pertandingan. Namun, hal itu justru menjadi tantangan yang memacu motivasi para pemain PSIM untuk tampil lebih solid.
Ketenangan dalam bertahan, ketajaman saat menyerang, serta kerja sama antarlini menjadi aspek yang terus diasah selama sesi latihan. Franco optimistis, jika seluruh pemain mampu menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin, PSIM dapat memberikan perlawanan sengit dan membawa pulang hasil memuaskan.
Duel Penentuan Arah Musim
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga ujian konsistensi bagi kedua tim. Persik yang kini berada di posisi ke-11 dengan 25 poin tentu ingin memperbaiki peringkat dan menjauh dari tekanan papan bawah. Sementara itu, PSIM berambisi menjaga stabilitas performa agar tetap berada dalam persaingan papan tengah ke atas.
Faktor mental dan momentum akan sangat berpengaruh. Persik tengah berada dalam tren positif setelah mencatat kemenangan beruntun, sedangkan PSIM berupaya mempertahankan ritme permainan yang sudah terbentuk sejak awal musim.
Laga di Stadion Gelora Joko Samudro diprediksi berlangsung ketat dan kompetitif. Persik dengan gaya permainan barunya akan mencoba mendominasi penguasaan bola, sementara PSIM kemungkinan mengandalkan keseimbangan antara pertahanan solid dan serangan cepat.
Dengan persiapan matang dan kepercayaan diri yang terjaga, Laskar Mataram datang ke Gresik bukan sekadar untuk bermain, melainkan memburu hasil terbaik. Sementara bagi Macan Putih, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa perubahan yang mereka lakukan benar-benar membawa dampak positif.
Akhirnya, duel pekan ke-21 ini akan menjadi panggung pembuktian bagi kedua tim. Siapa yang mampu menjaga fokus dan memanfaatkan peluang dengan efektif, dialah yang berpeluang keluar sebagai pemenang dalam pertarungan sengit BRI Super League 2025/2026.












